
"makasih ya kamu udah mau datang"ucap Sarah.
"gak usah sungkan Sar, Kayla ini juga anak aku kan"ucap Bryan pula.
"iya anak yang dulu nya gak kamu inginkan"gumam Sarah lirih
"Sar, tolong maafin aku di masa lalu .Yang harus kamu tau sekarang ini aku benar-benar sayang sama Kayla dan juga kamu. Aku menyesal dengan perbuatan aku"ucap Bryan dengan penuh ketulusan.
Sarah hanya terdiam lalu mengalihkan pembicaraan nya.
"Hmm.... kamu mau minun...? "tanya Sarah.
"gak usah, Kayla udah tenang dan udah tidur. Sekarang aku pulang aja"ucap Bryan.
"eh Bry, kamu gak mau tidur di sini aja malam ini...? "tanya Sarah.
"kamu yakin Sar...? "tanya Bryan balik.
"iya yakin, ini kan udah malem"ucap Sarah.
"aku biasa nya tengah malam masih berkeliaran kok Sar. kamu jangan khawatir ya"jelas Bryan.
"siapa yang khawatir, aku gak enak aja kalau ada tetangga yang liat malam-malam gini kami keluar dari rumah aku"Sarah mencari alasan.
"kalau tetangga tau aku tidur di sini lebih gak enak lagi dong Sar"ucap Bryan.
"kan ada Baby Sister nya Kayla"ucap Sarah.
"jangan-jangan memang kamu kan yang mau aku tetap di sini karena kamu khawatir atau mau dekat sama aku.Hayo....ngaku"ledek Bryan.
"kalau gak mau ya udah"ucap Sarah jutek.
"iya aku mau"ucap Bryan.
Sarah tersenyum bahagia dan menyembunyikan senyuman nya dari Bryan.
"Sar.... jadi aku tidur dimana..? "tanya Bryan.
"kamu tidur di kamar kayla aja ya, kamu kan tau di rumah ini hanya ada tiga kamar, yang satu kamar aku ,satu nya kamar kayla, dan satu lagi kamar baby sister nya Kayla,kalau malam kan Kayla tidur nya sama aku"jelas Sarah.
"iya, aku tau kok"jawab Bryan.
"iya udah silahkan tidur,udah di beresin kok"ungkap Sarah.
"iya aku tidur ya ,kamu juga tidur. Good night"ucap Bryan tersenyum.
"iya good night too"balas Sarah tersenyum malu.
__ADS_1
Sarah dan Bryan masuk ke kamar masing-masing dengan perasaan bahagia.
...
"Mi pokok nya hari ini kita harus jadi jenguk anak Tante Amara"ucap Ara.
"tumben kamu semangat banget, padahal kemaren abis liat Dika kamu langsung kabur seperti lihat hantu"ungkap Mami Ara.
"Mi nama nya beneran Dika ya...? "tanya Ara.
"iya bener, itu nama yang Tante Amara bilang. Ya tapi Mami gak tak tau juga kalau Dika itu punya nama lain lagi, bisa aja kan"jawab Mami Ara.
"maksud Mami...? "tanya Ara lagi.
"ya maksud Mami bisa aja kan Dika nama kecil ya di keluarga"memang kenapa sih sayang...? "tanya Mami Ara balik.
"soal nya...... "belum selesai menjawab Bu Maria mendapat panggilan telpon dari Bu Amara.
"sebentar sayang Mami angkat telpon dulu"ucap Mami Ara dan bergegas menjawab panggilan masuk tersebut.
"siapa Mi...? "tanya Ara setelah Mami nya kembali.
"ini dari Tante Amara sayang, ada kabar baik"jawab Mami Ara.
"kabar baik apa Mi...? "tanya Ara penasaran.
"Mami serius..? ya udah sekarang kita ke sana Mi"ajak Ara bersemangat.
"iya sayang yuk"jawab Mami Ara.
Ara dan Mami nya bergegas menuju ke Rumah sakit. Ara juga menghubungi Nadia agar menyusul mereka ke rumah sakit.
Setiba nya di Rumah sakit, Ara dan Mami nya menghampiri Bu Amara dan suami nya yang sedang menunggu di depan Ruang IGD.
"Amara.... "panggil Bu Maria.
"Maria"Bu Amara dan Bu Maria pun berpelukan.
"Tante, gimana Dika...? "tanya Ara.
"masih di periksa sayang"jawab Bu Amara.
"tapi beneran Dika nya udah sadar...? tanya Ara lagi.
"beneran Ara, tapi pandangan mata masih kosong.Dika belum mau ngomong dan seperti nya belum mengingat siapa-siapa"jelas Bu Amara.
"kenapa bisa gitu Tante..?"tanya Ara penasaran.
__ADS_1
"Ara, udah ya. Entar kita dengar aja penjelasan dari Dokter"ucap Bu Maria.
"iya Mi, Tante maafin Ara ya"jawab Ara dan meminta maaf kepada Bu Amara.
"its oke sayang"jawab Bu Amara.
...
"kita gak jadi jalan...? "tanya Rio lewat telpon.
"maaf ya Rio ini mendadak banget Ara minta aku ke RS buat mastiin itu Leo apa bukan"jelas Nadia.
"tapi kenapa Ara gak tanya langsung aja sama tante Amara..?"tanya Rio.
"kan tadi aku udah bilang Rio, Ara takut salah dan malah kacau keadaan nya.Jadi Ara mau pastiin dulu"jawab Nadia.
"oh ya juga ya, kalau gitu aku ikut ya sayang, aku siap-siap dulu terus jemput kamu"ucap Rio.
"gak sempat Rio ,rumah aku dengan Rs lebih dekat. Apa lagi kamu belum siap, Ara udah sibuk banget suruh aku nyusul, entar kamu nyusul aja ya ,aku jalan duluan, bye..." ucap Nadia dan langsung memutuskan panggilan telpon, lalu bergegas menyusul Ara ke rumah sakit.
Sementara itu di rumah sakit, Ara sangat gelisah menunggu kabar dari Dokter mengenai kabar Dika.
"Ara, kamu baik-baik aja kan sayang....?"tanya Mami Ara.
"iya Ara baik kok Mi"jawab Ara.
Tiba-tiba Dokter yang menangani Dika keluar dari ruang IGD berserta suster yang membawa Dika untuk di pindahkan ke ruang rawat inap.
"Dok, gimana kondisi anak saya...?"tanya Bu Amara.
"luar biasa sekali Buk, ini benar-benar keajaiban. Anak ibuk bisa bertahan selama tiga tahun koma dan sekarang ia sudah sadar sepenuh nya.Tapi untuk ingatan nya saya mohon jangan di paksa dulu ya"jelas Dokter.
"iya Dok, saya mau ketemu anak saya bisa kan Dok"pinta Bu Amara dengan sangat bahagia.
"tentu saja bisa, sekarang juga anak Ibu akan kami pindahkan langsung ke ruang rawat inap jadi siapa pun boleh menjenguk nya"jawab Dokter.
"terima kasih Dok"ucap Bu Amara.
Ara dan Bu Maria turut senang mendengar kabar bahagia itu, di saat yang sama Nadia juga telah tiba ke rumah sakit dan langsung menghampiri Ara.
"Hai Tante"sapa Nadia kepada Bu Amara dan Bu Maria.
"Ara maaf ya aku telat"ucap Nadia.
"gak Nad, kamu itu datang nya pas banget. Sekarang Leo eh Dika mau di pindahin ke ruang rawat inap jadi kita bener-bener bisa pastiin"jelas Ara.
Dan saat itu Suster membawa Leo lewat tepat di depan mata Ara dan Nadia untuk di pindahkan, Ara dan Nadia terkejut dan sama sekali tidak melepaskan pandangan mata mereka ke arah anak laki-laki Bu Amara.
__ADS_1
***