
"Ara aku mohon kamu harus bertahan, jangan sampai kamu mengalami apa yang aku rasain, please sayang" ucap Leo dan meneteskan air mata.
Tidak di duga air mata Leo yang jatuh ke tangan Ara membawa keajaiban buat Ara, detak jantung Ara yang tadi berhenti tiba-tiba kembali normal. Akan tetapi Leo tidak menyadari akan hal itu, sehabis menangisi dan memberikan Ara semangat, Leo langsung pergi ke balkon rumah Sakit paling atas karena tidak sanggup melihat kondisi Ara yang kritis.
"Dok, detak jantung nya kembali normal " ucap suster kepada Dokter.
"alhamdullillah ini ajaib sekali" ucap Dokter yang tadi nya sudah putus asa menjadi semangat kembali.
Dokter dan Suster keluar dari ruangan untuk menemui keluarga Ara.
"Dokter bagaimana kondisi anak saya ? " tanya Mami Ara yang sangat khawatir.
"tadi nya detak jantung Ara sempat berhenti, tapi tiba-tiba ada keajaiban yang membuat jantung nya kembali berdetak" ucap Dokter.
"syukurlah, terima kasih Dok" ucap Papi Ara.
"Akan tetapi Ara masih koma, mudah-mudahan cepat sadar ya Pak, Buk" ucap Dokter.
"aamiin... sekarang kita boleh masuk kan Dok...? " tanya Mami Ara.
"silahkan saja" jawab Dokter.
"terima kasih Dok" ucap Papi Ara.
Mami dan Papi Ara masuk melihat keadaan Ara, sementara Rio dan kedua orang tua nya menunggu kabar Ara di ruang rawat inap Rio.
"Ma, Pa, jangan diam aja dong. Rio khawatir banget sama Ara" teriak Rio.
"Rio, Mama tau kamu khawatir ,tapi kamu sendiri juga lagi gak sehat Nak, bisa kan kamu juga gak buat Mama khawatir" bentak Mama Rio.
"Maafin Rio ya Ma" ucap Rio menunduk.
"gak papa sayang ,kita semua juga khawatir sama Ara"jawab Mama Rio.
"begini saja Rio, Ma, Papa liat dulu ya bagaimana kondisi Ara, Papa akan segera kembali" ucap Papa Rio.
"iya Pa" Jawab Rio.
"hati-hati Pa" ucap Mama Rio.
...
"sayang.... " panggil Ara yang menghampiri Leo di balkon rumah sakit paling atas.
"Ara... " gumam Leo.
"Ara berlari mendekati Leo dan memeluk nya.
"sayang ini beneran kamu kan...? " tanya Leo.
__ADS_1
Ara mengangguk, Leo senang dan membalas memeluk Ara dengan erat. Leo yang mulai merasakan ada yang lain sama Ara lalu melepaskan pelukan nya.
"tapi kenapa kamu bisa langsung peluk aku ,tubuh kamu..? " tanya Leo.
"aku lagi koma Leo,sekarang aku sama dengan kamu" ucap Ara.
"koma...? jadi kamu masih bisa selamat kan..? " tanya Rio.
"em.. tunggu waktu nya aja" jawab Ara.
Leo tersenyum bahagia dan kembali memeluk Ara serta mencium kening Ara.
"hari ini aku mau habisin waktu aku sama kamu ku yakin Tuhan udah rencanain ini semua agar aku bisa menikmati waktu bersama kamu" ucap Ara.
" iya sayang " jawab Leo.
"Ara... " panggil seseorang.
"loh Nadia, kok kamu bisa lihat aku ? " tanya Ara yang heran.
"kenapa gak bisa ,bahkan orang yang kamu peluk barusan aku juga bisa melihat nya" jawab Nadia.
"tapi.... " ucapan Ara terpotong.
"kita sama Ra, ragaku sedang berjuang melawan masa kritis, jiwa kita sekarang belum bisa kembali" jelas Nadia.
"iya kamu benar, lalu siapa lelaki itu...? kenapa kalian bisa berpelukan, apa dia Leo yang Rio pernah ceritakan dulu ke aku..? " tanya Nadia pula.
"ia benar" jawab Ara singkat.
"ini semua gak masuk akal tetapi ternyata kamu beneran punya kekasih dari dunia lain" ucap Nadia.
"em" Ara mengangguk.
"apa aku boleh gabung bersama kalian...?" tanya Nadia.
" tentu saja boleh" jawab Leo dan lagi-lagi Ara mengangguk.
Nadia pun mendekati mereka dan berbincang bersama.
...
"kenapa Ara bisa seperti ini Om, Tante...?bukan kah hanya sekedar kehujanan ?" tanya Rio kepada Orang tua Ara.
"iya mungkin tanggapan orang hanya sekedar kehujanan,tetapi tidak bagi Ara " ucap Mami Ara.
"maksud nya Tante..?" tanya Rio lagi.
"Ara gak bisa terkena hujan lebih dari satu jam Rio ,tubuhnya alergi dingin yang berlebihan maka dari itu Ara koma karena tubuhnya tidak bisa bertahan" jelas Papi Ara.
__ADS_1
"maafin Rio,Om Tante,semua ini salah Rio yang gak bisa jaga Ara" ucap Rio
"bukan hanya tidak bisa menjaga Ara ,tetapi kamu juga gak bisa jaga Nadia" ucap Seorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan Ara.
Wanita ibu adalah Ibu Jasmine Mama nya Nadia dan juga kakak dari Bu Risa.
"Jadi kamu ada disini Rio..?saya cari kamu ke kamar dan suster yang sedang membersihkan kamar kamu bilang kamu ada disini" ucap Bu Jasmine.
"Tante, ada apa...? " tanya Rio.
" maaf ada apa ini, tolong selesaikan dulu masalah kalian di luar,anak saya sedang tidak sadarkan diri sekarang" pinta Mami Ara.
" sama kalau begitu, kenalkan saya Jasmine orang tua dari Nadia. Nadia sekarang juga lagi gak sadarkan diri sama dengan anak Ibu dan semua ini gara-gara anak ini" jelas Bu jasmine menunjuk Rio.
"Rio ikut saya keluar" perintah Bu Jasmine.
"selesaikan dulu masalah kamu Rio" ucap Papi Ara dan ikut Rio keluar.
setelah mereka sampai di luar ruangan, di sana juga ada kedua orang tua Rio yang baru saja menyelesaikan administrasi karena Rio sudah bisa pulang ke rumah, dan di saat itu juga Bu Risa dan Pak Haris datang.
"ada apa ini..?" tanya Papa dan Mama Rio.
"ada apa Mbak.. ?" tanya Bu Risa.
"Bagus lah kalau semua orang sedang berkumpul disini" ucap Bu Jasmine.
"memang ada apa...? " tanya Papa Rio.
"perkenalkan saya Jasmine Mama nya Nadia"ucap Bu Jasmine memperkenalkan diri.
"Bu Jasmine saya Pak Fernando dan ini Mawar istri saya. Kami adalah orang tua Rio" ucap Papa Rio.
"saya sudah tahu" jawab Bu Jasmine.
"kami minta maaf atas kejadian yang menimpa anak Ibu, kami janji sepenuh nya anak bertanggung jawab seluruh biaya rumah sakit ini, apa lagi Nadia juga karyawan saya" ucap Papa Rio.
"apa Bapak pikir dengan membayar biaya rumah sakit semua beres " ucap Bu Jasmine .
"jadi Ibu mau nya bagaimana..?" tanya Mama Rio.
"saya yang dulu kalian hina miskin ,sekarang bisa membayar biaya rumah sakit ini, bahkan saya bisa membeli mulut busuk kalian.Kalian pikir saya gak tau kalau perusahaan kalian sudah di ambang kebangkrutan,sekarang perusahaan kalian hanya tergantung pada perusahaan A kan" ucap Bu Jasmine dengan amarah nya.
"jaga mulut anda ya..? apa maksud anda bicara seperti itu ?" tanya Papa Rio dan akan mendorong tubuh Bu Jasmine tetapi di tangan nya di tarik oleh Bu Mawar .
"stop Pak, lanjut Bu " ucap Papi Ara kepada Pak Fernan dan Bu Jasmine.
Seketika itu suasana jadi sangat menegangkan.
***
__ADS_1