
"ngapain sih kamu bengong sini duduk, liat ni aku udah masakin makanan kesukaan kamu.Jarang-jarang kan bisa makan masakan aku lagi"ungkap Sarah.
Bryan termenung dan sangat merasa bersalah atas masa lalu nya sambil menatap makanan yang di sajikan di meja.
"Bry... Bryan.. hello..... "panggil Sarah sambil melambaikan tangan nya.
"eh iya Sar"jawab Bryan terkejut lalu berjalan menghampiri Sarah dan bergegas duduk.
"kenapa sih kok aku liatin bengong mulu dari tadi, ada yang di pikirin...?"tanya Sarah.
"hmm....gak papa kok Sar" jawab Bryan gugup.
"yakin gak papa, cerita dong sama aku"pinta Sarah.
"sebenar nya aku cuma kepikiran masa lalu aja"ungkap Bryan.
"masa lalu..? masa lalu apa...? "tanya Sarah lagi.
"masa lalu saat kita masih bersama, Sar... "ucap Bryan.
"iya kenapa...? "tanya Sarah pula.
"maaf ya aku dulu gak pernah menghargai dan memperlakukan kamu dengan baik,aku tau aku salah,seandai nya aja waktu bisa terulang kembali..."ucap Bryan.
"udah lah itu kan masa lalu"ungkap Sarah.
"iya tapi bahkan aku gak pernah bersyukur kamu masakin makanan buat aku, dan hari ini aku bersyukur banget karena kamu masakin makanan kesukaan aku lagi Sar"ungkap Bryan pula.
"ya udah berarti sekarang kamu gak boleh dong sia-siain makanan yang aku masak ini"ucap Sarah.
"pasti Sar"jawab Bryan tersenyum.
Sarah membalas senyuman Bryan lalu mereka berdua makan siang bersama sambil sesekali berbincang.
"oh ya, tadi Ara ngabarin lagi soal Leo. Kata nya nanti malam bareng Rio dan Nadia mau ke Rs, mereka punya rencana gitu,dan aku rencana nya mau ikut, kamu mau ikut juga...? "tanya Sarah.
"mau dong, aku jemput kamu ya"ucap Bryan.
"oke "jawab Sarah.
...
"Ara pamit ya Mi mau keluar"ucap Ara.
"sayang, udah rapi mau kemana malam-malam gini...? "tanya Mami Ara.
"mau jenguk Leo"jawab Ara.
"Leo, Leo siapa... ?"tanya Mami Ara bingung.
__ADS_1
"eh Dika maksud nya Mi, kan Ara udah janji sama Tante Amara mau sering jenguk dan jaga Dika kalau Ara ada waktu"jelas Ara.
"kamu serius sayang...?"tanya Mami Ara bahagia.
"iya Mi Ara serius"jawab Ara.
"Mami seneng dengar nya, makasih ya sayang. Kamu di antar supir aja ya"ucap Mami.
"gak usah Mi,Ara sama Nadia"ungkap Ara.
"oh ya udah, hati-hati ya sayang"ucap Mami Ara.
"iya Mi"jawab Ara lalu pergi menjemput Nadia.
Saat di perjalanan sehabis menjemput Nadia dan menuju ke Rumah sakit, Ara tampak gugup dan tidak bisa berkata apa-apa yang membuat Nadia keheranan.
"Ra, kenapa sih ....? kok kayak nya gugup banget"tanya Nadia.
"iya aku gugup banget mau ketemu sama Leo"jawab Ara.
"santai aja Ra, udah saat nya Leo tau siapa kamu"ucap Nadia lagi.
"hmmmm oke, oya Rio udah dimana...? "tanya Ara pula.
"Rio udah otw kok, sempat ngambek karena gak jadi jemput aku"jelas Nadia.
"ah gitu doang"ucap Ara.
Sesampai nya di rumah sakit, Rio, Sarah dan Bryan sudah menunggu Ara dan Nadia di depan ruang rawat inap Leo.
"ini dia ,kemana aja sih kalian...?"tanya Sarah.
"maaf deh sayang, biasa lah nunggu queen Nadia dandan"jawab Ara.
"kok aku sih"rengek Nadia.
"udah deh gak usah ribut, yuk masuk temuin Leo"ajak Rio.
Ara berjalan perlahan mendekati Leo yang sedang tidur.
"Leo... ini beneran kamu sayang, aku gak nyangka kita bisa ketemu di dunia nyata kayak gini"gumam Ara dan menangis.
Sarah dan Nadia menghampiri serta memeluk Ara untuk menenangkan hati Ara. Lalu tiba-tiba Leo terbangun dan menatap orang-orang yang ada di sekeliling nya.
"kalian siapa...? "tanya Leo.
"Leo, kita temen-temen kamu"jawab Ara.
"Leo, loe beneran gak ingat sama kita...?"tanya Rio.
__ADS_1
"gak, aku gak tau kalian siapa"jawab Leo.
"ah gak usah bercanda deh loe"ucap Rio dan memukul pundak Leo.
"aku gak ingat, awh.... "teriak Leo yang tiba-tiba merasa kepala nya sakit.
"Leo kamu gak apa-apa...?"tanya Ara panik.
Rio berlari keluar mencari Dokter sesuai perintah dari Ara.
...
"Bunda sayang... "panggil Pak Haris yang baru saja masuk ke kamar.
"iya sayang, sudah siap kerjaan nya...? "tanya Bu Risa.
"sudah Bun"jawab Pak Haris dan duduk di atas kasur sebelah Bu Risa.
"oh syukur lah, sekarang Ayah istirahat ya. Pasti Ayah sudah capek banget kan,kerja seharian dan di rumah juga harus kerja"ucap Bu Risa.
"hm.... iya nih Bun, tapi mau gimana lagi kan sudah kerjaan Ayah"jawab Pak Haris.
"iya Bunda tau, Ayah dari muda memang selalu jadi pekerja keras"ungkap Bu Risa.
"nah tu Bunda tau.Oh ya Bun, Ayah mau kasih tau sesuatu sama Bunda"ucap Pak Haris kepada istri nya.
"kasih tau apa Yah...? "tanya Bu Risa penasaran.
"tadi Ayah gak sengaja ketemu sama Bu Amara"ungkap Pak Haris .
"Bu Amara siapa...?"tanya Bu Risa lagi.
"Bu Amara Mama nya Leo Bun"jawab Pak Haris.
"oh ya, bukan nya wanita itu bilang dia gak akan kembali lagi ke Jakarta, bahkan dia bela-belain tuh kebumikan anak nya di luar Negeri,sama sekali gak izinin anak kita buat ketemu sama anak nya, terus kenapa tiba-tiba dia muncul lagi di Jakarta...? "tanya Bu Risa heran.
"ya mungkin aja suami nya ada kerjaan lagi Bun di Jakarta, sudah ya Bun itu kan sudah lama sekali, lebih baik kita lupakan saja masa lalu itu. Anak kita juga sudah bahagia sekarang"ucap Pak Haris.
"lupakan ayah bilang,Bunda gak akan pernah bisa lupa bagaimana dulu perempuan itu menghina dan menyalahkan anak kita Yah, anak kita juga syok kehilangan orang yang dia cintai, dia juga menderita lama Yah.Tapi Bunda bersyukur anak kita gak jadi sama anak perempuan itu"teriak Bu Risa syok.
"sssttt.....iya ayah juga tau Bunda, Bunda yang sabar jangan kebawa emosi,ingat kesehatan Bunda"ucap Pak Haris lalu merangkul istri nya.
"liat aja nanti kalau Bunda ketemu sama wanita itu"gumam Bu Risa.
"duh kayak nya Ayah salah nih udah kasih tau Bunda"keluh Pak Haris.
"jadi maksud Ayah lebih baik tidak kasih tau ke Bunda gitu"ucap Bu Risa.
"gak gitu juga Bunda, sudah lah Bun sekarang kita tidur ya. Besok Ayah ada meeting pagi"ucap Pak Haris pula.
__ADS_1
***