Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_154


__ADS_3

Cukup lama Aria dan Rio saling bertatapan yang membuat hati Aria berdebar dan salah tingkah.


"ehm"Rio berdehem.


"Kak.. Kak Rio maaf ya"ucap Aria.


"gak papa Ar"jawab Rio.


Lalu dengan rasa malu Aria berjalan menuju sofa.


"Kak duduk sini dulu"ucap Aria.


"oh iya Ar"jawab Rio.


"Kak Rio makasih ya tadi udah bantu aku, gak tau gimana cara nolak Cinta kalau gak ada Kak Rio"ucap Aria.


"iya Ar sama-sama, kebetulan aja tadi pas aku datang ada Cinta, aku yakin kamu pasti gak nyaman banget kan, makanya aku pura-pura aja kalau kita ada janji mau pergi"terang Rio.


"iya Kak gak nyaman banget, tapi Kakak gak takut ya Cinta berpikir macam-macam soal Kakak, Kak Rio kan udah ada tunangan..?"tanya Aria.


"Cinta itu gak tau apa-apa jadi ngapain Kakak takut"jawab Rio.


"oh.. gitu, terus Kakak ke sini ada apa...?"tanya Aria lagi.


"oh iya jadi lupa, sebenarnya aku ke sini juga sama dengan Cinta mau cari Arka"jawab Rio.


"tapi Kak aku kan udah bilang sama Kakak tadi kalau Kak Arka belum pulang"ucap Aria.


"iya tau, kebetulan tadi aku lewat dan ngeliat ada mobil di luar, kirain seseorang datang bareng Arka, maaf ya Ar"ucap Rio.


"oh gitu.. gak apa kok Kak"jawab Aria.


"aduh..."rintih Aria tiba-tiba sambil memegang perut.


"Aria kamu kenapa..?"tanya Rio.


"aku gak papa kok Kak"jawab Aria.


"kamu bohong, tiba-tiba muka kamu pucat"ucap Rio panik.


"pasti gara-gara aku telat makan lagi Kak, asam lambung aku kumat"jelas Aria.


"Kakak antar ke Rs ya"ucap Rio lalu menggendong Aria ke mobilnya dan membawa ke Rs.

__ADS_1


...


"sayang urusan kita kan udah selesai nih, mau gak kita jengukkin teman aku bentar di Rs..?"tanya Sarah.


"siapa sayang, di Rs mana...?"tanya Bryan balik.


"itu si Nita, teman kuliah dulu.Aku baru dapat infonya di grup, kasian deh sayang dia kena penyakit gagal ginjal gitu, padahal anak nya masih kecil umur 6 bln,katanya nya sih salah satu faktornya dia suka kecapean kerja dan jarang banget minum air putih. Sekarang dia di rawat di Rs Medica"terang Sarah.


"oh ya emang suami nya mana, kok gak di perhatiin gitu,suaminya kerja kan...?"tanya Bryan.


"ada, tapi ya gitu lah gak mau di larang karena dari muda udah gila kerja.Terus Suaminya juga cuma buruh sayang,jadi katanya gaji nya gak cukup.Padahal kalau di syukuri dan pandai ngaturnya pasti cukup"jawab Sarah.


"oh...kasian banget ya sayang, sama dong kayak kamu gila kerja, itu dia aku gak mau kamu capek-capek, kamu udah capek di rumah, capek juga di tempat kerja. Ingat harus rajin juga minum air putih.Masalah cukup gak cukup itu tergantung masing-masing orangnya sayang,kita kan gak tau kebutuhan mereka,entah ada tanggungan apa jadi istrinya nekat kerja selagi masih bisa"ucap Bryan.


"iya sayang kamu benar. Yee... aku rajin kok minum air putih dan bentar lagi juga kan aku gak kerja,fokus urus kamu sama Kayla"ucap Sarah.


"iya juga sih, ya udah sayang yuk kita jenguk teman kamu dulu"ajak Bryan.


"kita mampir ke toko buah dulu ya sayang, oh ya aku juga mau WA Ibu dulu kabarin"ucap Sarah.


"iya sayang"Jawab Bryan.


...


"Sus mau tanya pasien atas nama Nadia udah selesai di operasi belum ya...?"tanya Ara.


"sebentar ya Mbak saya periksa dulu"ucap Suster.


"iya Sus"jawab Ara.


Tidak lama kemudian Suster telah selesai memeriksa dan memberi tahu Ara.


"sudah selesai dari satu jam yang lalu Mbak dan sekarang ada di ruang Dahlia no 2"ucap Suster.


"oh iya Sus, terima kasih ya"ucap Ara.


"terima kasih Suster"ucap Leo pula.


"iya sama-sama"jawab Suster.


"yuk sayang kita langsung ke sana aja"ajak Ara.


"iya sayang"jawab Leo.

__ADS_1


Ara dan Leo berjalan menuju ke ruang dahlia.


Saat tiba di depan ruang rawat inap dahlia, langkah Ara terhenti karena mendengar percakapan Nadia dan Arka.


"sayang ada apa kok berhenti...?"tanya Leo.


"hust.... "ucap Ara memberi isyarat diam.


Lalu Leo pun diam dan ikut mendengar suara dari balik pintu.


"Arka aku gak tau gimana reaksi Rio,Ara dan Sarah kalau mereka tau kondisi aku saat ini sekarang, pasti mereka marah banget sama aku karena gak kasih tau ke mereka dari awal"ucap Nadia.


"kalau Rio mungkin dia bisa salah paham karena aku yang lebih tau dulu di banding dia, walaupun aku bilang ini gak sengaja tapi tetap sulit buat Rio terima. Dan kalau soal Ara dan yang lainnya aku yakin kok mereka pasti ngerti"ucap Arka.


"tapi apa iya Rio akan marah sama aku....?"tanya Nadia.


"Rio gak akan marah sama kamu Nad, apa lagi sekarang operasi kamu juga kan berjalan lancar, kamu akan baik-baik aja,lebih tepatnya mungkin Rio akan marah ke aku"ucap Arka.


"kenapa...? kamu udah banyak berkorban buat aku, kalau gak ada kamu belum tentu juga nyawa aku sekarang tertolong, kalau bukan karena kamu belum tentu aku bisa ketemu lagi sama Rio dan yang lainnya"ucap Nadia.


"udahlah semua ini udah takdir, mungkin Rio bisa aja marah sama aku karena menurutnya yang berhak ada di posisi aku itu ya dia"ucap Arka.


"aku cuma gak mau Rio dan yang lainnya khawatir kalau tau kondisi aku kemaren antara hidup dan mati Ka"ucap Nadia menangis.


"udah ya kamu jangan nangis, semua akan baik-baik aja,aku akan bantuin kamu buat jelasin semuanya ke Rio, Ara,Sarah dan lainnya, mereka berhak tau"ucap Arka lalu memeluk Nadia.


Ara yang mendengar dari balik pintu merasa sangat sedih dan menangis, Leo memeluk Ara dan menenangkan Ara.


Saat itu Sarah dan Bryan yang hendak menuju ke ruang Dahlia no 1 melihat Ara dan Leo, lalu menghampirinya.


Rio yang hendak ke toilet sambil menunggu Aria yang sedang di tangani oleh Dokter juga tidak sengaja melihat Ara, Leo, Sarah dan Bryan, lalu Rio berjalan menghampiri mereka.


"Ara, Leo, jengukin siapa?"tanya Sarah.


"Sarah, kamu jenguk siapa...?"tanya Ara balik.


"teman aku, ada di rumah dahlia no 1 ,teman kamu di sini ya...?"jawab Sarah dan bertanya balik.


"kalian di sini juga...?"tanya Rio.


"Rio..."gumam Ara dan Leo terkejut.


***

__ADS_1


__ADS_2