
"paling gak udah usaha lah, gue pernah kok waktu Ara marah, gue ke rumah nya bawa bunga"ungkap Rio.
"terus di terima...?"tanya Leo.
"di terima tapi langsung di campak ke tong sampah"jawab Rio.
"ha.. ha.. ha.. kocak loe bro"ledek Bryan tertawa.
"ya udah inti nya gue ke rumah nya aja dulu kali ya, gue minta maaf, mengakui semua kesalahan gue"ucap Leo.
"ya benar, baik-baik lah bro sama Ara. 3 hari lagi gue sama Sarah merit, loe berdua jangan brantem-brantem lagi lah"ucap Bryan.
"ya kalian maklum aja lah, gue kan sama Ara baru, jadi belum terlalu memahami sifat Ara"ungkap Leo.
"gak lah bro, sebenarnya loe jauh lebih mengenal Ara dari pada gue, cuma kan waktu itu loe lagi koma"ucap Rio.
"loe benar, gue bingung gimana cara nya supaya gue bisa ingat semua masa lalu di saat gue koma"ucap Leo.
"sulit, Nadia sendiri waktu koma pernah jumpa sama loe,maka nya dia percaya loe ada.tapi setelah sadar dia malah gak ingat apa-apa kan sampai sekarang"ungkap Rio.
"jadi Nadia pernah ketemu gue juga saat gue koma...? "tanya Rio.
"iya Lah, kayak nya kita pernah cerita deh sama loe"jawab Rio.
"gue lupa"ungkap Leo.
"udah lah, inti nya sekarang kalau loe sayang sama Ara, ya loe harus belajar buat mengenal Ara dari awal lagi. Kalau udah gak ada yang mau di bahas lagi, yok lah kita jenguk nyokap loe bentar terus gue mau cabut,karena nyokap gak ngebolehin gue keluar lama-lama, pamali kata nya calon manten"ucap Bryan.
"tau yang calon manten,kayak baru sekali aja loe bro mau merit"ledek Rio.
"syirik aja loe, maka nya nikah jangan pacaran mulu"ucap Bryan.
"gue juga harus cepat balik ke Rs karena nyokap sendirian, ya udah sekarang kita jenguk nyokap gue"ajak Leo.
Lalu Bryan dan Rio ikut ke rumah sakit menjenguk Bu Amara.
...
"Mas kenapa kamu gak pulang duluan aja, kenapa harus bareng aku...?"tanya Irene.
"sayang, Mas ke sini jemput kamu. Jadi Mas harus pulang sama kamu"ungkap Bram.
"jadi kamu batalin kerja sama kita sama perusahaan itu...?"tanya Irene.
"ya benar"jawab Bram.
"kamu udah gila ya Mas, bisa hancur tau gak bisnis kita"ucap Irene.
"kamu yang gila, kalau kamu gak mau bisnis kita hancur,kamu ikut aku pulang besok"ucap Bram.
__ADS_1
"enggak,dan aku mau kamu pulang sendiri besok"ucap Irene.
"aku gak akan pulang tanpa kamu"terang Bram.
"kamu itu bener-bener ya Mas"teriak Irene.
"apa hah,bener-bener apa...?"tanya Bram.
Dengan kesal Irene keluar kamar meninggalkan Bram.
"sayang,kalian kenapa lagi...?"tanya Bu Risa saat melihat Irene.
Irene tidak menjawab pertanyaan Bu Risa,ia lanjut berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil nya.
"Irene kamu mau kemana..?"tanya Bunda Irene berteriak.
Irene tidak menggubris nya lalu melajukan mobil.
"setiap ribut kabur,gak pernah mau di bicarakan baik-baik"ucap Bram yang melihat Irene pergi.
"Irene tetap tidak mau pulang ya..?"tanya Bu Risa.
"iya Bun,tetap Bram yang di suruh pulang duluan"jawab Bram.
"kamu sabar ya Bram,biarkan saja Irene pergi.Kasih dia waktu sendiri,nanti juga pulang kan seperti waktu itu"ucap Bu Risa.
"iya Bun"jawab Bram menghela nafas.
...
"memang nya Mbak gak boleh ke sini lagi..?"tanya Irene balik.
"ya boleh sih,cuma tumben Mbak"jawab Nadia.
"Mbak lagi males di rumah, berantem terus sama Mas Bram"ungkap Irene.
"gara-gara Mbak tetap gak mau di ajak pulang,lagian kenapa Mbak gak pulang aja sih?"tanya Nadia.
"gak bisa Nad, Mbak harus dapetin Leo lagi"jawab Irene .
"duh gimana nih,kalau Mbak Irene gak pulang,lama-lama bakal ketauan juga kalau aku sahabat nya Ara"gumam Nadia dalam hati.
"tapi Mbak udah punya suami, Leo juga udah punya pacar,kenapa sih gak jalanin hidup masing-masing aja"ucap Nadia.
"Tapi mbak sayang banget sama Leo, kamu dengar ya, kalau Mbak gak bisa dapetin Leo lagi, cewek itu juga gak bisa dapetin Leo"terang Irene.
"ini gila sih, gak tau lagi aku harus ngomong apa ke Mbak Irene"gumam Nadia dalam hati.
"Nadia kamu harus dukung Mbak, karena di rumah sama sekali gak ada yang dukung Mbak"pinta Irene.
__ADS_1
"dukung apa Mbak...?"tanya Nadia.
"dukung hubungan Mbak sama Leo lah Nad"jawab Irene.
"tapi Mas Bram gimana Mbak..?"tanya Nadia lagi.
"Mbak akan minta cerai sama Mas Bram"jawab Irene.
Nadia terkejut atas ucapan Irene, akan tetapi Nadia sudah merekam semua pembicaraan nya dengan Irene untuk di beritahukan kepada Bram.
Bram yang menerima rekaman itu sangat kecewa dan mengatur rencana untuk bertemu Leo tanpa di ketahui oleh Irene.
...
Tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu kamar Ara.
"masuk aja gak di kunci"ucap Ara.
"sayang,ternyata kamu sudah pulang. Mami kira masih di luar"ucap Mami Ara yang masuk ke dalam kamar Ara.
"udah dari tadi kok Mi, Mami baru pulang..?"tanya Ara.
"oh iya sayang, habis jenguk Tante Amara Mami mampir sebentar ke butik"jawab Mami Ara.
"oh gitu, terus ada apa Mi...?"tanya Ara lagi.
"oh iya Mami jadi lupa, itu di bawah ada Dika cariin kamu"ungkap Mami Ara.
"Dika..? mau ngapain dia Mi..?"tanya Ara.
"ya Mami gak tau lah sayang, coba kamu samperin. Lagian apa salah nya datang mau ketemu sama pacar nya, kata nya baik-baik saja "jawab Mami Ara.
"iya emang baik-baik aja kok Mi, tapi bukan nya Dika itu sibuk jaga Mami nya di Rs"ucap Ara.
"gantian sama Papi nya"terang Mami Ara.
"oh.. gitu"gumam Ara.
"ya sudah lah kamu samperin ya, Mami mau mandi dulu"ucap Mami Ara.
"iya Mi"jawab Ara.
Tidak lama setelah Bu Maria pergi, Ara pun turun ke bawah untuk menemui Leo yang sudah menunggu nya di ruang tamu.
"Ara"ucap Leo saat melihat Ara.
"kamu ada apa ke sini,bukan nya kamu udah gak percaya lagi sama aku dan gak mau dengar penjelasan aku, terus buat apa kamu ketemu sama aku lagi..?"tanya Ara.
"Ara aku ke sini mau minta maaf, aku tau aku salah. Aku egois karena gak mau dengerin penjelasan kamu"ucap Leo.
__ADS_1
***