Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_236


__ADS_3

"Iya Ma," jawab Nadia. Sayang aku pergi dulu ya, ingat jaga diri kamu baik-baik dan jaga hati kamu buat aku," ucapnya.


"Iya Sayang, kamu juga ya. Hati-hati dan sampai ketemu lagi Sayang," ucap Rio lalu mereka berdua pun berpelukan hangat sebentar ditemani air mata yang menetes.


"Rio, Tante pamit ya. Jaga diri kamu baik-baik di sini," ucap bu Jasmine.


"Iya Tante, Tante juga ya baik-baik di sana. Rio titip calon istri Rio ya Tan, hati-hati" ucap Rio pula lalu menyalami calon ibu mertuanya itu.


"Iya Rio," jawab bu Jasmine.


"Bye Sayang ...," ucap Nadia sembari melambaikan tangan.


"Bye juga Sayang," balas Rio. Tatapan matanya terlihat sendu, ia terus menatap sang kekasihnya itu yang semakin menjauh dan tidak terlihat lagi dari pandangan matanya.


Setelah memastikan pesawat yang ditumpangi oleh Nadia dan bu Jasmine itu terbang, Rio segera pergi meninggalkan Bandara dan akan kembali ke perusahaan untuk bekerja.


...


"Halo Sar, " ucap Ara yang menjawab telepon dari Sarah.


"Halo Ra, aku ganggu kerjaan kamu gak nih?" Tanya Sarah.


"Gak kok, ada apa ...?" Tanya Ara.


"Kamu gak ikut antar Nadia ke Bandara ya tadi?" Tanya Sarah, sebenarnya ia sudah tahu tapi hanya ingin memastikannya saja.


"iya Sar, aku ada meeting yang gak bisa di tinggal tadi pagi," jawab Ara.


"Iya Ra, kalau aku kamu tau sendiri lah gimana ribetnya pagi-pagi, Kayla juga gak bisa di tinggal. Meskipun sekarang udah ada ibu di rumah, tetap aja aku ngerasa gak enak harus ninggalin Kayla," kata Sarah.


"Iya Sar, gak apa-apa lah. Kita juga udah bilang ke Nadia dan dianya gak apa-apa kok, yang penting udah ada Rio yang nganterin," kata Ara.


"Iya Ra," jawab Sarah.


Tok ... tok ... tok ... seseorang mengetuk pintu ruang kerja Ara.


"sar, bentar ya ada yang ketuk pintu," kata Ara.


"Iya Ra, urus itu aja dulu," kata Sarah.


"Silahkan masuk!" Ucap Ara, sementara ponselnya ia letakkan di atas meja dalam keadaan masih terhubung dengan Sarah.


Seno masuk dengan membawa sebuah berkas yang akan ia berikan kepada Ara.

__ADS_1


"Kak ini berkas yang Kakak minta," kata Seno sembari memberikan berkas tersebut.


"Oh iya, terima kasih ya Sen," ucap Ara setelah menerima berkasnya.


"Sama-sama Kak, kalau gitu aku permisi dulu ya Kak," ucap Seno dan segera meninggalkan ruangan CEO.


"Sar maaf ya lama, kamu masih di situ ...?" Tanya Ara.


"Masih dong, cieh ... abis di samperin sama brondongnya," ledek Sarah.


"Brondong-brondong apaan sih Sar, cuma asisten yang abis anterin berkas ke ruang CEO-nya untuk diperiksa," kata Ara.


"Gak usah dijelasin juga kali Ra,aku juga udah tau kali tugas asisten apa," kata Sarah


"Biar kamu tau kalau Seno cuma asisten aku bukan brondong aku," kata Ara.


"Iya Ra iya, ya udah deh lanjutin aja kalau masih ada kerjaan Ra, nanti kalau ada waktu kita ngumpul ya, kata Sarah.


"Oke Sar, udah bye ...," ucap Ara.


"Bye ...," balas Sarah.


Lalu panggilan telepon terputus.


...


Segera saja Leo menepikan mobilnya dan menghampiri pemilik mobil yang saat ini sedang mondar-mandir kelihatan bingung di depan mobilnya.


"Karina, mobil kamu kenapa ...?" Tanya Leo.


Karina terkejut karena melihat Leo tiba-tiba menghampirinya, "Leo, ini kesempatan bagus," batinnya.


"Karina ...," panggil Leo karena melihat Karina yang bengong.


"Iya Leo," jawab Karina yang tersadar dari lamunannya.


"Mobil kamu kenapa?" Tanya Leo lagi.


"Ban-nya kempes Yo, kamu kan tau sendiri aku gak bisa ganti ban mobil," jawab Karina.


"Ya udah aku bantuin ya," tawar Leo.


"Boleh, maaf ya jadi ngerepotin," ucap Karina.

__ADS_1


"Gak papa," jawab Leo. Segera saja Leo mengambil ban cadangan dan mulai memasangnya.


Karina menatap kagum pria yang sedang menolongnya itu, dengan keringat yang bercucuran membuat Leo terlihat semakin tampan baginya. Tentu saja Karina tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang menurutnya sangat baik ini, segera saja ia mengambil tisu dalam mobilnya dan berinisiatif untuk mengusap keringat yang telah membasahi seluruh wajah pujaan hatinya itu.


"Karina, kamu ngapain ...?" Tanya Leo saat Karina mendekatinya dan menempelkan tisu pada wajahnya.


"Maaf ya Leo, aku cuma mau lap keringat kamu aja kok," jawab Karina lalu segera mengusapnya.


Leo tertegun sejenak, ia tersenyum menatap Karina yang sedang memberi perhatian padanya. Bersamaan dengan itu, ada seseorang yang mengambil foto mereka berdua yang terlihat di satu sisi sangat mesra.


Akan tetapi, Leo segera mengalihkan pandangannya, karena tiba-tiba ia terbayang wajah tunangannya, Ara.


"Hm ... Karina, udah ya. Aku jadi susah mau ngerjainnya," kata Leo.


"Oh, ya udah. Sorry," ucap Karina. "Kamu minum aja dulu," tawar Karina sembari memberikan sebotol air mineral yang memang selalu tersedia di dalam mobilnya.


"Entar aja, nanggung sebentar lagi juga selesai," jawab Leo.


"Iya udah, aku pegang dulu ya minumannya," kata Karina.


Beberapa saat kemudian, Leo pun telah siap dengan aktivitasnya. Karina kembali memberikan minuman untuk Leo, segera Leo menerima dan meneguknya karena ia memang merasa sangat haus. Lagi-lagi ada orang misterius yang mengambil foto mereka berdua saat itu.


"Makasih ya minumannya," ucap Leo.


"sama-sama, tapi ini bukan apa-apa Leo. Aku yang harusnya makasih karena kamu udah nolongin aku ganti ban. Gimana kalau kita makan dulu, sebagai ucapan rasa terima kasih aku aja kok," kata Karina.


"Maaf Karina, aku gak bisa. Aku harus pulang sekarang karena ada janji juga sama Ara," tolak Leo. "Lagian menolong orang yang membutuhkan itu wajar aja kok, meskipun orang itu bukan kamu tadi, pasti aku tolongin juga."


Meskipun Karina sedikit kecewa akan penolakan dan perkataan Leo, akan tetapi ia juga sudah cukup senang bisa melewati momen berdua bersama Leo di luar kantor.


"Aku duluan ya Karina," pamit Leo.


"Hati-hati ya," ucap Karina dan hanya di balas anggukan oleh Leo.


Leo segera berlalu dari pandangan Karina dan melajukan mobil ke arah rumahnya.


...


Saat tiba di rumahnya, Leo langsung disambut tatapan tajam dari tunangannya. Ia yang tadinya hanya membohongi Karina ada janji dengan Ara, ternyata kini ia benar-benar bertemu dengan sang pujaan hatinya.


"Sayang, kenapa gak ngabarin mau datang. Kamu udah lama ya nunggu aku? Yuk masuk," ajak Leo.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2