Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_263


__ADS_3

"Sayang, itu kan memang sudah menjadi adatnya, kalau kata orang tua jaman dulu, kamu harus dipingit dulu," kata bu Maria.


"Pingit …? Pingit apaan sih Mi, Ara gak ngerti deh," tanya Ara.


"Pingit itu sama dengan dikurung, Bukan hanya gak boleh ke kantor, tapi Ara juga gak boleh kemanapun. Benar-benar di rumah dalam satu Minggu itu," terang bu Amara.


"Pasti Ara bosen banget dong di rumah, terus kalau mau perawatan sebelum hari H gimana?" Tanya Ara.


"Semua biar Mami yang urus, pokoknya ratu Mami terima beres aja," jawab bu Maria.


"Yah … Sayang kita gak bisa jalan-jalan dong, kamu ke rumah aku aja di saat kamu masih bisa keluar," kata Ara kepada Leo.


"Eh … siapa bilang boleh, gak boleh dong, bahkan kalian gak boleh VC dulu sampai hari H, entar aura kecantikan kamu gak akan keluar, pamali kalau kata orang Jawa," kata bu Amara.


"Hah? Jadi sama sekali gak boleh juga Mi meskipun cuma VC?" Tanya Leo. Ia yang tadinya hanya diam menerima, sekarang ikut protes.


"Iya, gak boleh," jawab bu Amara.


"Lagian satu Minggu doang, masak iya kalian gak tahan sih untuk tidak ketemu," kata bu Maria.


"Iya setelah hari H-nya nanti kalian bakalan ketemu terus kok gak bakalan pisah-pisah, kecuali lagi kerja," sambung bu Amara.


"Ah Mami kayak gak pernah muda aja," celetuk pak Ardi tiba-tiba.


"Iya ya Pak, apa lagi anak jaman sekarang asmaranya lebih menggebu-gebu," sahut pak Jackson pula.


"Ini bapak-bapak ikutan aja deh," protes bu Amara.


"Tau nih, diam aja kenapa sih. Ini kita lagi urus anak-anak loh, mendingan Papi ikut aja," kata bu Maria.


"Iya Mi, maaf deh," ucap pak Jackson. Lalu semuanya pun tertawa kecil.


"Ara, Leo, deal ya, selagi masih ada waktu kalian pergunakanlah waktu itu sebaik mungkin. Kalau kalian ada request dan recommend kalian bisa kok kasih tau, nanti bisa kita atur, ya kan Ra," kata bu Maria lalu melirik bu Amara.


"Iya, betul sekali. Apalagi nikah ini kan seumur hidup ya, jadi kalau kalian ada keinginan untuk pernikahan kalian, kalian bisa sampaikan," kata bu Maria.

__ADS_1


"Iya Mi, Tante," jawab Ara. Sedangkan Leo hanya mengangguk.


Lalu mereka pun melanjutkan perbincangan untuk perencanaan pernikahan Ara dan Leo.


...


Setelah peresmian, Perusahaan Caitlin Desainer kini tearh beroperasi dengan normal. Tampak Ara dan seluruh pegawainya disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"Tok … tok … tok … Amira mengetuk pintu ruangan Ara.


"Masuk!" Ucap Ara. Lalu Amira pun masuk ke dalam.


"Mbak Ara, ini file yang Mbak minta," kata Amira seraya memberikan berkas kepada Ara.


"Terimakasih ya Mir," ucap Ara setelah mengambil berkas tersebut dari tangan Amira.


"Sama-sama Mbak, aku permisi dulu ya Mbak," ucap Amira lalu membalikkan badannya.


"Ehm Mir, tunggu sebentar," ucap Ara.


"Ada apa Mbak?" Tanya Amira.


"Aku mau ngomong bentar sama kamu apa boleh Mir? Kalau boleh, kamu duduk aja dulu," kata Ara.


"Tentu aja boleh Mbak," kata Amira lalu duduk di seberang Ara.


"Aku belum sempat minta maaf sama kamu Mir, aku juga baru tau karena Seno baru aja cerita sama aku kemarin," kata Ara.


"soal apa Mbak, kenapa harus minta maaf?" Tanya Amira.


"Seno bilang sama aku waktu aku lagi di Amrik, kamu sempat pingsan dan di bawa ke rumah sakit sama Seno. Kata Dokter kamu kecapean dan ditambah lagi kamu makannya gak teratur. Maafin aku ya Mir, karena dalam satu bulan kemarin kamu benar-benar udah kerja mati-matian buat aku. Bahkan di saat genting aku malah ninggalin kamu sendirian dan serahin kerajaan aku begitu aja sama kamu," ucap Ara yang terlihat sangat sedih, apalagi jika teringat saat Seno bercerita soal keluarganya Amira yang tidak sengaja dilihat olehnya.


Flashback on...


"Kak selamat ya atas peresmian perusahaan Kakak," ucap Seno saat acara peresmian Perusahaan Caitlin Desainer.

__ADS_1


"Makasih banyak ya Sen," ucap Ara pula.


"Sama-sama kak, oh ya Kak ada yang mau aku kasih tau ke Kakak," ucap Seno.


"Soal apa?" Tanya Ara.


"Soal Amira Kak," jawab Seno lalu menceritakan saat Amira pingsan.


"Ya ampun, untung aja pas ada kamu, makasih ya Sen karena kamu udah nolongin Amira," ucap Ara.


"Sama-sama Kak, lagian kebetulan pas aku ada di situ gak mungkin juga aku biarin Kak," jawab Seno.


"Iya intinya saya makasih banget sama kamu Sen, saya jadi ngerasa bersalah banget sama Amira," ucap Ara.


"Kakak gak usah ngerasa bersalah gitu Kak, Amira bilang sama aku kalau dia memang harus bekerja keras untuk membawa ibunya keluar dari neraka," kata Seno.


"Hah maksudnya gimana? Apa ini soal Ayahnya yang jahat itu?" Tanya Ara.


"Ya Kak betul, pas anterin Amira pulang, aku gak sengaja liat Ayahnya Amira lagi mukul ibunya, bahkan Amira mencegahnya, malah Amira juga dipukul. Sayangnya waktu aku mau nolongin Amira dan ibunya, Amira malah marah sama aku dan minta aku pergi Kak. Akhirnya aku nurut aja, tapi Ayahnya Amira tiba-tiba ngejar aku dan minta uang Kak, karena gak mau berdebat aku kasih aja tapi dengan syarat jangan ganggu Amira dan ibunya lagi, eh bukannya dijawab malah pergi gitu aja setelah ambil uangnya dari tangan aku," jelas Seno.


"Lagian kamu ada-ada sih sen, mana mungkin lah dia dengerin kamu, memangnya kamu siapa Sen? Tapi setidaknya kamu udah bantu Amira dua kali malam itu Sen, keterlaluan banget sih ayahnya Amira," kata Ara.


"Iya Kak, rasanya mau aku tumbuk aja tuh mukanya," kata Seno.


Flashback Off.


"Mbak Ara, gak perlu minta maaf karena Mbak gak ada salah apa-apa Mbak, yang aku lakukan itu memang udah kerjaan aku. Lagian gaji dan bonus yang Mbak kasih itu banyak banget Mbak, gak mungkin kan aku harus kerja santai-santai," kata Amira.


"Iya Mir, tapi aku minta kamu harus jaga kondisi kamu, aku gak mau kamu sakit gara-gara aku, kamu juga harus istirahat yang cukup Mir," kata Ara.


"Iya Mbak, aku akan selalu jaga kondisi aku kok, makasih ya Mbak, Mbak baik banget udah perhatian sama aku," ucap Amira.


"Sama-sama Mir, aku udah anggap kamu kayak adik aku sendiri, jadi kalau ada apa-apa jangan segan kasih tau ke aku ya, kalau aku bisa bantu, pasti aku bantu," kata Ara.


"Iya Mbak, makasih banget ya Kak," ucap Amira.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2