
"ehem"Sarah berdehem.
Ara dan Leo perlahan melepaskan pelukan mereka dan tersenyum malu.
"Sar, makasih ya"ucap Leo.
"santai aja, lanjutin gih maaf ya ganggu, cuma mau ambil sapu"ucap Sarah.
"Sarah.... "rengek Ara dengan wajah memerah mirip kepiting rebus karena malu.
"sayang, maafin aku ya"ucap Leo.
"kamu tadi makasih kenapa sama Sarah...?"tanya Ara.
"oh itu karena Sarah yang kasih tau ke aku kalau kamu ada di sini"jawab Leo.
"Sarah, awas ya"gumam Ara dengan wajah kesalnya.
"sayang, aku bisa jelasin"ucap Leo.
"ya udah jelasin sekarang"pinta Ara.
"kita duduk dulu yuk"ajak Leo lalu merangkul Ara membawa nya duduk di sofa ruang tamu.
"jadi siapa cewek itu, kenapa kamu bisa mesra-mesraan sama dia...?"tanya Ara.
"dia itu Karina, sahabat kecil aku sama seperti kamu sama Arka,aku juga gak tau kenapa tadi tiba-tiba dia datang, terus kaki nya kesandung meja makanya jatuh pas di pangkuan aku dan saat itu kamu datang jadi salah paham"terang Leo.
"tapi kayaknya kamu menikmati banget deh tadi"ucap Ara.
"enggak sayang"bantah Leo.
"dan yang aku liat dari tatapannya dia itu suka sama kamu"tebak Ara.
"kalau itu memang iya sih"ungkap Leo.
"nah kan bener, terus gimana perasaan kamu sama dia...?"tanya Ara.
"gak ada perasaan apa-apa sayang, sebenarnya dia juga udah pernah kesini sebelumnya dan ungkapin perasaannya ke aku, tapi aku nolak karena emang gak ada perasaan apa-apa sama dia,aku udah anggap dia kayak adik aku sendiri"terang Leo.
"terus kamu baru cerita sekarang gitu ke aku, tega ya kamu"ucap Ara kecewa.
Leo memegang kedua pundak Ara dan menatap wajahnya.
"sayang aku minta maaf, aku gak mau kamu salah paham, tapi aku janji mulai sekarang gak akan ada lagi yang akan aku sembunyiin ke kamu"ucap Leo.
"kamu janji...?"tanya Ara dan mereka saling bertatapan.
__ADS_1
"i'm promise"jawab Leo sembari mengacungkan jari kelingkingnya.
Ara mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Leo lalu mereka sama-sama tersenyum hangat dan berpelukan.
"maafin aku ya sayang, kamu gak marah lagi kan sama aku...?"ucap Leo dan bertanya.
"iya aku maafin dan gak marah lagi kok, yang penting apapun itu kamu harus bilang ke aku, harus jujur biar aku gak salah paham"jawab Ara.
"iya sayang aku janji"ucap Leo.
...
"Ma jangan gitu dong, tolong restui hubungan Beni sama Cinta, Beni mohon Ma"pinta Beni.
"tidak, kamu sudah gila ya. Apa tidak ada wanita lain sampai kamu harus menikahi wanita murahan yang sudah hamil seperti ini"hina Mama Beni sambil menatap Cinta penuh kebencian.
"Ma, tolong jangan hina Cinta kayak gitu. Bukan mau Cinta Ma, itu hanya kecelakaan.Beni sayang sama Cinta Ma, Beni terima Cinta apa ada nya"ungkap Beni.
"kamu suruh Mama jauh-jauh datang dari luar Negeri hanya mau meminta restu Mama untuk hubungan kalian, jangan pernah bermimpi kamu"ucap Mama Beni.
Lalu Bu Dania berjalan menghampiri Cinta yang dari tadi hanya diam mematung dan menunduk.
"kenapa kamu diam saja, apa sih yang sudah kamu kasih ke anak saya sampai dia rela bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan, kamu tahu kan dari awal saya sudah tidak suka sama kamu karena kamu selalu membawa masalah untuk anak saya, apa lagi sekarang keadaan kamu seperti ini membuat saya semakin membenci kamu, kamu tahu itu"ucap Mama Beni.
Hati cinta begitu sakit mendengar ucapan Bu Dania, tanpa sadar air matanya jatuh membasahi pipi. Beni yang melihat akan hal itu merasa kasihan terhadap Cinta dan langsung saja menghampiri Cinta dan Mama nya.
"Ma udah stop hina Cinta,hati aku sakit Ma ngeliat wanita yang aku cintai terus Mama hina"ucap Beni.
"stop... udah Ben jangan bantah Mama kamu terus, yang Mama kamu bilang benar, aku memang gak pantas sama kamu"ucap Cinta.
"Bagus kalau kamu sadar diri"gumam Mama Beni.
"enggak Cinta, kamu yang terbaik buat aku, aku bahagia sama kamu"bantah Beni.
"tapi Ben.... "ucapan Cinta terputus.
"mau dengan restu atau tanpa restu Mama pun Beni akan segera menikahi Cinta, usia kandungan Cinta udah 4 bulan Ma makin besar, kasian kalau anaknya lahir tanpa Ayah"ucap Beni.
"kamu jangan keterlaluan ya, itu bukan urusan kamu, biar saja dia minta tanggung jawab sama Ayah dari bayinya itu"ucap Mama Beni.
"maaf Ma tapi kali ini Beni harus membantah larangan Mama"ucap Beni lalu menarik tangan Cinta dan membawanya keluar dari apartemen.
"Beni mau kemana kamu, tunggu...."teriak Bu Dania akan tetapi tidak ada respon sama sekali dari Beni.
...
Tok.. tok.. tok... (suara ketukan pintu ruang kerja Leo).
__ADS_1
"masuk"ucap Leo mempersilahkan masuk.
Seorang pria paruh baya yang merupakan pahlawan buat Leo itu membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan.
"Pak Direktur, silahkan duduk Pak"ucap Leo tersenyum kepada Pak Ardi.
"oke terima kasih"ucap Papi Leo lalu duduk di kursi sebrang Leo.
"ada apa Pak pagi-pagi ke ruangan saya..?"tanya Leo.
"seperti yang sudah saya katakan bahwa ada sekretaris buat kamu.
"oh ya suruh langsung duduk aja Pi di meja nya"ucap Leo.
"tidak Pak Direktur lagi ni panggilnya...?"sindir Papi Leo.
"ha.. ha.. ha.. "tawa Leo.
"kamu harus tahu dulu siapa yang akan jadi sekretaris kamu sekarang"ucap Papi Leo.
"sama aja Pi, yang penting cekatan dan kerja secara profesional"ucap Leo.
"kalau soal itu kamu tenang saja, wanita ini lulusan luar Negeri, jangankan hanya jadi sekretaris kamu, memimpin perusahaan saja dia bisa"terang Papi Leo.
Leo menatap Papi nya penuh curiga.
"kenapa kamu lihat Papi seperti itu...?"tanya Papi Leo.
"oh ya aku jadi penasaran, kalau dia bisa pimpin perusahaan kenapa dia gak lamar jadi CEO aja, kenapa harus jadi sekretaris Leo...?"tanya Leo balik.
"karena tidak ada lowongan untuk posisi itu di Perusahaan kita"jawab Papi Leo santai.
"kenapa harus di Perusahaan kita...?"tanya Leo lagi.
Tok.. tok.. tok... tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"masuk"ucap Leo.
HRD membuka pintu lalu masuk sesuai perintah Leo.
"maaf Pak Ardi, Pak Leo, sekretarisnya sudah datang"ucap HRD.
"suruh masuk aja kesini"perintah Leo.
"baik Pak"jawab HRD.
HRD keluar dari ruang CEO, kini gantian seorang wanita cantik masuk ke dalam ruang CEO yang di yakini sebagai sekretaris Leo yang baru.
__ADS_1
Leo terkejut melihat sosok wanita yang ada di depan matanya.
...****************...