
"Sarah ada apa sih ...? kayak nya penting banget deh"tanya Ara ketika mereka sudah tiba di rumah Sarah.
"duh ini tu emang penting dan gawat banget"jawab Sarah panik.
"ada apa,kenapa kamu panik gitu..? "tanya Nadia pula.
"gimana aku gak panik Nad, Ra ,Bryan terus aja datang gangguin aku, bahkan sekarang Ibu nya juga ikut-ikutan buat ngerebut anak aku"jawab Sarah.
"jadi ini soal Bryan..? kamu yang tenang ya, kita di sini ada buat kamu kok"ucap Ara.
"iya Sar, kamu jangan panik lagi ya. Kamu ceritain sebenar nya ada apa"pinta Nadia.
Sarah mulai menceritakan tentang ke khawatiran nya itu kepada dua sahabat nya.
"jadi aku mutusin untuk pindah dari rumah ini bahkan bila perlu ke luar kota atau luar negeri"ungkap Sarah.
"jadi kamu mau tinggalin kita berdua gitu...?"tanya Ara.
"iya Sar, kamu kok jahat banget sih sama kita"ucap Nadia sedih.
"aku gak setuju kalau harus pindah luar kota apa lagi luar negeri"ucap Ara.
"iya aku juga gak setuju"sambung Nadia.
"jadi pindah rumah aja ya, kalian setuju kan..?"tanya Sarah.
"kenapa harus pindah sih Sar..? Bryan cuma mau ketemu anak nya, coba kamu izinin sekali aja, siapa tau setelah itu Bryan gak akan ganggu kamu lagi"ucap Ara.
"iya Sar, mungkin aja kan sekarang ini Bryan emang lagi pengen banget ketemu sama anak nya"ucap Nadia pula.
"jadi kalian berdua ada di pihak nya Bryan..? "tanya Sarah.
"bukan gitu Sar"jawab Nadia mencoba untuk menjelaskan.
"alah udah lah aku tahu kok kalian berdua memang gak ada yang dukung aku"ucap Sarah.
"Sarah, please dengerin dulu penjelasan kita"pinta Ara.
__ADS_1
"penjelasan apa Ra..? "tanya Sarah.
"kita ngerti gimana rasa sakit hati nya kamu, kamu juga gak harus kok buat balik lagi sama Bryan. Tapi kamu coba aja buat berdamai sama Bryan, maafin Bryan ,kasih Bryan kesempatan untuk ketemu sama anak kalian. Aku yakin kok Bryan udah berubah. Kasih dia kesempatan untuk tanggung jawab walau tanpa kalian harus rujuk. Kasian anak kalian, dia juga butuh kasih sayang dari Papa nya Sar. Kamu percaya deh sama aku semua akan baik-baik aja, hati kamu juga akan tenang Sar. Gak baik nyimpan dendam terlalu lama, apa lagi sama ayah dari anak kamu"ucap Ara.
Hati Sarah luluh seketika, ia berfikir apa yang di katakan Ara ada benar nya.
"iya Sar kamu juga gak harus pindah ,ini rumah kamu,hasil dari keringat kamu sendiri,rumah impian kamu kan"ucap Nadia pula.
"oke aku akan coba buat maafin Bryan dan pertemukan Kayla sama Bryan. Tapi bareng kalian ya, kalian harus temenin aku, kalau Bryan tiba-tiba ambil Kayla gimana, aku gak akan bisa lawan Bryan sendirian"pinta Sarah.
"gitu dong, baru sahabat kita. Kita ikut kok"ucap Ara tersenyum.
"iya kita pasti temenin kamu"sambung Nadia dan mereka bertiga berpelukan.
...
"Mi kata Dokter Mami harus banyak istirahat, jangan banyak pikiran lagi ya.Papi yakin kok anak kita akan baik-baik saja dan akan segera sadar" ucap Pak Ardi kepada Bu Amara.
"iya Pi, Mami istirahat aja kok di rumah dan gak akan kepikiran yang macam-macam lagi"jawab Bu Amara.
"ya gak mau lah Pi"jawab Bu Amara.
"iya sudah Mami istirahat ya sekarang, Papi mau ke Kantor dulu ada meeting jam 11 sekalian makan siang.Papi janji setelah kerjaan selesai Papi akan langsung pulang ke rumah. Kalau Mami mau apa-apa panggil aja Mbak Ratna ya Mi"ucap Pak Ardi.
"iya Pi urus aja kerjaan Papi dulu, Mami akan baik-baik aja kok, hati-hati ya Pi"ucap Bu Amara.
"iya Mi"jawab Pak Ardi lalu mencium kening istri nya dan pergi ke kantor.
...
"Ra kalian gak lupa mau nemenin aku ketemu Bryan kan sore ini..? "tanya Sarah kepada Ara lewat telpon.
"ya Gak lah ,ini entar lagi udah jam pulang kok. Aku langsung otw jemput kamu dan kayla ya. Ingat jangan nyetir sendiri, kasian Kayla. Nadia entar langsung nyusul aja karena dia bilang agak telat pulang hari ini"jawab Ara dan menjelaskan.
"oke siap"jawab Sarah, lalu telpon terputus.
"sayang, kamu gak capek ya...? "tanya Leo.
__ADS_1
"capek kenapa..? "Ara balik bertanya.
"akhir-akhir ini kamu kan sibuk sama urusan teman-teman kamu itu, pulang udah malam istirahat tidur, besok nya seperti itu lagi. Aku aja kamu cuekin terus" jelas Leo.
"baby, maaf ya urusan teman-teman aku juga termasuk urusan aku. Mereka bukan sekedar teman tapi sahabat aku. Maaf ya aku sama sekali gak bermaksud cuekin kamu kok, untuk itu aku minta kamu ngerti dan terus di samping aku agar kamu tahu kalau aku gak akan macam-macam"jelas Ara berbisik.
"iya aku ngerti kok, tapi kamu harus tetap banyak istirahat ya sayang. Aku cuma gak mau kamu kecapean terus kamu sakit ,jaga kesehatan kamu" pinta Leo.
"iya sayang, makasih ya. Sekarang udah waktu nya pulang dan kita harus jemput Sarah"ucap Ara.
"kamu itu bener-bener wanita yang sangat baik. Aku bangga sama kamu"ucap Leo.
"makasih beb, yuk ah "ajak Ara dan segera keluar dari kantor untuk menjemput Sarah.
Singkat cerita Ara dan Sarah yang membawa anak nya sudah tiba di sebuah Restaurant yang mereka janjikan untuk bertemu.
"Sarah..."gumam Bryan yang melihat Sarah dan Ara dari kejauhan. Bryan tampak sangat senang dan membuat Ibu nya juga merasa bahagia.
Ara dan Sarah menghampiri Bryan dan juga Ibu nya.
"hai Sarah, Ara" sapa Bryan.
"hai "jawab Ara.
"hai" jawab Sarah.
"Hai Tante "sapa Sarah dan Ara kepada Ibu Bryan.
"Hai juga Sarah dan Ara, Ara Tante minta maaf ya sama kamu atas perlakuan Tante dulu terhadap kamu, Tante juga mau berterima kasih sama kamu, karena Tante dengar kamu yang udah buat hati Sarah luluh sehingga Sarah mau ketemu Bryan dan mempertemukan Bryan dengan anak nya" ucap Ibu Bryan.
"sudah lah Buk, Ara udah lupa kok sama masa lalu,masalah Bryan dan Sarah ini juga karena kebaikan hati nya Sarah Buk agar semua cepat selesai"jawab Ara.
"maksud nya selesai gimana Ra..? "tanya Bryan.
"kamu tanyain aja langsung sama Sarah"jawab Ara.
***
__ADS_1