
"Aria kamu serius...?"tanya Arka yang terkejut.
"iya bener lah Kak, emang kenapa...?"jawab Aria dan bertanya balik.
"gak boleh, besok kamu pulang ke Amrik"ucap Arka.
"kenapa Kak, aku gak mau pulang ke Amrik"bantah Aria.
"kamu tau kan siapa Rio..?"tanya Arka.
"tau, tunangan Kak Nadia kan yang gak jadi tunangan sama Kakak itu"jawab Aria.
"terus kenapa kamu masih berani buat suka sama tunangan orang"ucap Arka.
"Kak, aku udah lama banget gak ngerasain jatuh cinta semenjak di sakiti cowok brengsek di SMA waktu itu, aku gak nyangka Kak dengan kehadiran Kak Rio yang udah nolong aku, buat aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku gak peduli Kak kalau Kak Rio udah punya tunangan atau Kak Rio gak suka sama aku, yang aku tau aku suka sama Kak Rio itu udah buat aku bahagia"ungkap Aria.
"sama aja itu akan nyakitin hati kamu dek nantinya karena kamu gak bisa memiliki Rio"ucap Arka.
"aku gak peduli Kak, aku percaya sama yang namanya takdir, walaupun aku gak bisa memiliki Kak Rio, untuk melupakan Kak Rio juga butuh waktu. Aku cuma mau menikmati waktu aku sekarang yang mencintai Kak Rio"ungkap Aria lagi.
"Kakak benar-benar gak ngerti sama jalan pikiran kamu dek, terserah kamu aja"ucap Arka.
"iya Kak yang tau jalan pikiran aku sekarang ya cuma aku"ucap Aria.
"Kakak cuma minta 1 hal sama kamu, jangan sampai ada yang tau kalau kamu suka sama Rio"pinta Arka
"aku gak janji kak"ucap Aria.
"terserah kamu lah dek, udah sana masuk kamar jangan ganggu Kakak"usir Arka.
"hm... iya"jawab Aria lalu meninggalkan Arka.
"duh... masalah apa lagi sih ini, kenapa aku harus terlibat masalah kayak gini"gerutu Arka.
...
"sayang kamu kenapa sih, kayaknya mood kamu gak bagus...?"tanya Sarah kepada Bryan saat dalam perjalanan pulang.
"aku lagi mikir aja kenapa sih harus cewek itu yang bakalan gantiin posisi kamu, gak banget deh sayang"jawab Bryan.
"maksud kamu Cinta...?"tanya Sarah.
"iya lah sayang, siapa lagi"gerutu Bryan.
"yah mau gimana lagi sayang, cuma Cinta pelamar yang memenuhi standart"ungkap Sarah.
"iya tapi kan kita tau siapa cewek itu ,gimana sifat nya"ucap Bryan.
"sayang ini masalah kerjaan, gak usah kita sangkut pautkan sama masalah pribadi. Aku gak peduli siapapun yang akan gantiin posisi aku, yang penting buat aku itu dia bisa tanggung jawab sama kerjaan nya, lagian baru 1 hari aja aku ajarin udah banyak yang bisa dia tangkap,bisa d bilang cukup cekatan dalam kerjaan"ungkap Sarah.
__ADS_1
"iya deh sayang, oh ya aku pengen di masakin spagethi dong buat makan malam ini"pinta Bryan.
"hm... boleh, kalau gitu kita mampir ke supermarket dulu ya, sekalian belanja kayaknya isi kulkas juga udah pada abis"ucap Sarah.
"oke siap sayang"ucap Bryan.
Lalu Bryan mencari Supermarket terdekat.
...
"akhirnya pulang juga ke rumah, makasih ya sayang kamu udah repot-repot jemput aku, padahal ada Mami Papi di sini"ucap Ara.
"iya sayang, aku tadi kan udah janji mau jemput kamu"ungkap Leo.
"itu namanya laki-laki yang bertanggung jawab,menepati janji dan bisa d pegang omongannya"ucap Papi Ara.
"Terima kasih Om"ucap Leo.
"iya Leo kamu sama seperti Om dulu waktu masih muda"ucap Papi Ara.
"hm... masak sih Pi...?"tanya Ara.
"iya dong, tanya Mami kamu tuh kalau tidak percaya"jawab Papi Ara.
"emang iya ya Mi...?"tanya Ara.
"hm...memang tidak salah menantu pilihan Mami"ucap Mami Ara.
"Ara bukan Mami malas mau jawab, tapi Mami itu tidak bisa mengungkapnya dengan kata-kata"ucap Mami Ara.
"itu baru istri Papi"ucap Papi Ara.
Leo dan Ara tersenyum saling berpandangan.
"mudah-mudahan kita bisa seperti orang tua kamu ya sayang sampai tua"bisik Leo.
"iya sayang"jawab Ara.
"ya sudah yuk kita pulang"ajak Mami Ara.
"Ara sama Leo ya Mi"ucap Ara.
"iya sayang, Mami juga tau kok kamu pasti maunya sama Leo"jawab Mami Ara.
"he.. he.. he.. "cengir Ara.
Lalu Ara dan yang lainnya pergi meninggalkan rumah sakit.
...
__ADS_1
"Ma perut Nadia sakit banget"rintih Nadia.
"ya ampun Nadia, wajah kamu pucat sekali. Mama bingung apa yang harus Mama lakukan sekarang"ucap Mama Nadia panik.
Bu Jasmine spontan menelpon Rio, akan tetapi saat Rio mengangkat telpon tersebut ia teringat bahwa penyakit Nadia di rahasiakan dari Rio.
"halo jeng"ucap Bu Jasmine berpura-pura.
"halo Tante ini Rio"ucap Rio.
"oh.. Rio ya, maaf ya Tante salah tekan nomor, Tante mau nelpon teman Tante nama Ria"ucap Bu Jasmine.
"oh gitu, iya Tante gak apa kok"ucap Rio.
Bu Jasmine segera memutuskan panggilan telfon dan menelpon Arka.
"Tante, halo Tante"panggil Rio.
Tanpa menaruh rasa curiga Rio pun kembali meletakkan ponselnya di atas meja dan kembali mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai.
"halo Tante"ucap Arka saat mengangkat telfon.
"halo Arka, tolong Tante Arka, Nadia bilang dia sakit perut"ucap Bu Jasmine.
"Tante tenang ya jangan panik,Arka langsung kesana"ucap Arka.
"iya Ka, makasih ya"ucap Bu Jasmine lalu memutuskan panggilan telfon.
Arka yang sangat khawatir langsung bergegas melaju ke rumah Nadia.Setelah Arka sampai di rumah Nadia, ia dan Bu Jasmine langsung membawa Nadia ke rumah sakit.
Sesampainya di Rumah sakit...
"sakit Ma"rintih Nadia menangis.
"sabar ya sayang, sebentar lagi kamu akan langsung di tangani"ucap Mama Nadia.
"sabar Nad, kamu harus kuat"ucap Arka sambil memegang tangan Nadia memberi semangat.
"Dokter Herman ada pasien"panggil salah seorang suster.
Dokter Herman bergegas menangani Nadia, sementara Arka dan dan Bu Jasmine menunggu dulu di luar ruangan.
Beberapa saat kemudian Dokter Herman keluar dan menghampiri Bu Jasmine.
"Jasmine, Bu Jasmine maksud saya,bagaimana kalau kita langsung lakukan cuci darah Nadia untuk saat ini"ucap Dokter Herman.
"bukannya jadwal nya itu besok, apa tidak ada masalah Dok...?"tanya Bu Jasmine.
"tidak masalah, keadaan Nadia akan semakin memburuk kalau tidak segera bertindak, apa lagi kita belum menemukan donor ginjal,Ibu harapan kita satu-satunya tidak cocok ginjalnya dengan Nadia, sementara ayah Nadia sudah tidak ada"terang Dokter Herman.
__ADS_1
"iya Dok lakukan saja apa yang terbaik"ucap Bu Jasmine.
***