Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_47


__ADS_3

Setelah melihat Sarah yang keluar dari rumah nya, Rio segera bersiap-siap dan akan pergi.Lalu Rio bergegas masuk ke dalam mobil dan mengendarai nya. Tanpa Rio sadari Sarah yang masih berada di luar rumah Rio mengikuti nya dari belakang.


"hmm... tadi pura-pura gak peduli, ternyata khawatir juga kan" gumam Sarah yang melihat Rio datang ke rumah sakit.


Sarah tersenyum, lalu melajukan mobil dan pulang ke rumah nya.


Sementara itu Ara yang sedang menemani Nadia merasa sangat tidak tenang karena memikirkan Leo.Nadia yang memperhatikan Ara memberanikan diri untuk bertanya.


"Ara... ada apa...?"tanya Nadia.


"hm maksud nya ada apa gimana..? "Ara balik bertanya.


"jangan bohong, apa kamu ada masalah sama Leo ?" tanya Nadia lagi.


"em" jawab Ara mengangguk.


"cerita dong sama aku"pinta Nadia.


"bukan masalah serius kok, lebih baik kamu istirahat biar cepat sembuh Nad,jangan banyak pikiran dulu" ucap Ara.


"tapi Ra... "ucap Nadia.


tok.. tok.. tok... tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar rawat inap Nadia dan masuk ke dalam.


"Rio... "gumam Ara.


"Rio... "gumam Nadia pula.


"hai Ra, Nad... maaf ya aku ganggu kalian"sapa Rio.


"udah lama gak ketemu" ucap Ara.


"iya maaf ya aku baru berani nongol lagi depan kalian"ucap Rio pula.


"gak papa"jawab Ara.


"kamu apa kabar Ra....? "tanya Rio.


"seperti yang kamu lihat, aku baik-baik aja" jawab Ara.


"aku gak lihat Leo, dia kemana..? "tanya Rio lagi.


"lagi ada keperluan, kamu kesini mau jenguk Nadia kan ,aku keluar bentar ya. Kalian lanjut aja"ucap Ara.


"Ara mau kemana..? "tanya Nadia.


"cari minum, kalian ngobrol dulu ya"ucap Ara dan keluar dari kamar.

__ADS_1


"Hai Nad, gimana keadaan kamu...?"tanya Rio canggung.


"udah mulai baikan kok, kamu tau dari mana aku di sini...? "jawab Nadia dan balik bertanya.


"dari Sarah, dia tadi ke rumah aku" jawab Rio.


"apa...? bahkan Sarah tau rumah kamu sekarang"ucap Nadia.


"iya aku juga gak tau dia tau dari mana"ucap Rio pula.


...


"Leo apa yang terjadi sama kamu sebenarnya ,kenapa kamu selalu buat aku khawatir"gumam Ara dalam hati yang sedang duduk di kursi taman dekat rumah sakit.


"Ara jadi kamu di sini...? "tanya Rio.


"Rio kamu ngapain kesini, Nadia gimana.. ?"tanya Ara.


"Ada Tante Risa dan Om Haris datang.Kata nya mereka mau nginap jagain Nadia malam ini. Mereka juga suruh kamu pulang udah malam ,gak perlu pamitan karena waktu jenguk pasien juga udah abis kan" ucap Rio.


"ya udah kalau gitu aku wa Nadia aja"ucap Ara.


"iya boleh juga"jawab Rio.


"Ara kamu lagi mikirin Leo kan di sini ,dia kemana lagi sampai buat kamu khawatir seperti ini..? "tanya Rio.


"hm maaf Rio aku gak bisa cerita apa-apa sama kamu sekarang ,aku mau pulang dan aku minta kamu juga pulang "ucap Ara dan berjalan meninggalkan Rio.


Ara berhenti berjalan, akan tetapi Ara tidak bisa memberi jawaban apa-apa dan hanya bisa menangis, lalu berjalan lagi menuju ke parkiran dan melajukan mobil nya.


...


"sayang.....bangun, udah siang" panggil Mami Ara dari depan pintu.


Ara beranjak dari depan tempat tidur dan membukakan pintu untuk Mami nya.


"iya Mi" jawab Ara.


"ya ampun sayang ada apa dengan kamu, kenapa pucat begitu, kamu gak tidur ya tadi malam..? "tanya Mami khawatir.


"iya mi Ara gak bisa tidur tadi malam, Ara udah izin gak kerja hari ini. Ara mau istirahat Mi"jawab Ara.


"ya ampun sayang,ya seharus nya kamu memang istirahat. Kamu bikin khawatir Mami aja deh,tadi malam kamu pulang jam berapa memang nya? " tanya Mami lagi.


"jam 10 udah di rumah kok Mi, cuma gak bisa tidur aja" jawab Ara.


"kenapa sayang..? "tanya Mami yang penasaran.

__ADS_1


"gak kenapa-napa kok Mi, oya Mi tadi malam Ara lihat tante Amara di RS itu juga.Karena lagi fokus jenguk Nadia ,jadi Ara lupa mau jenguk Tante Amara Mi" jelas Ara.


"iya barusan Mami di kabarin, rencana nya entar Mami mau jenguk. Kabar Nadia gimana...?"tanya Mami Ara.


"udah mulai membaik Mi. Udah ya Mi, Ara mau istirahat. Bye... "ucap Ara dan menutup pintu kamar nya.


mami geleng-geleng kepala .


"selamat istirahat sayang, jangan lupa sarapan ya sayang"teriak Mami.


"iya Mi"jawab Ara.


Ara kembali berbaring ke atas kasur dan mencoba memejamkan mata nya kembali. Akan tetapi dua mata bola indah nya sama sekali tidak mau di ajak kompromi. Ara tidak hanya memikirkan Leo, tetapi ia juga memikirkan perkataan Rio tadi malam.


" Leo kalau kamu ada di sini pasti beban pikiran aku berkurang"gumam Ara .


"sayang, aku minta maaf ya" ucap Leo yang tiba-tiba muncul.


"Leo, kamu bilang kamu gak akan tinggalin aku. Kamu kemana ?" tanya Ara.


"maaf ya, semalam tiba-tiba kepala aku sakit. Aku gak tau kenapa seperti mengenal seseorang sewaktu melihat nya. Semakin mencoba ingat kepala aku semakin sakit. Aku pergi karena gak mau nambahin beban kamu sayang, kamu lagi sedih karena Nadia sakit"jelas Leo.


"apa mungkin kamu amnesia, tapi sekarang kamu baik-baik aja kan sayang..?"tanya Ara cemas.


"iya aku baik-baik aja, bisa jadi aku memang amnesia"jawab Leo.


"Leo kita harus mulai selidiki lagi, aku yakin kok dari Tante Risa aku bisa dapetin alamat orang tua kamu"ucap Ara.


"tapi Ra, bukan nya dulu kita udah coba dan gak ada yang tau kan dimana orang tua aku. Yang mereka tau hanya Orang tua aku pergi ke luar Negeri" ucap Leo.


"yang penting kita fokus lagi ya, dan kamu jangan halangin aku"pinta Ara.


"iya ,makasih ya sayang"ucap Leo.


"Sama-sama"jawab Ara mengangguk dan tersenyum.


"sayang ,aku boleh coba sentuh kamu..?"tanya Leo.


"em" jawab Ara mengangguk.


Ara memejamkan mata nya, dalam hati ia berdoa dan sangat ingin memeluk Leo.Begitu juga dengan yang Leo inginkan. Pelan-pelan Leo mendekatkan wajah nya ke wajah Ara.


Cup, sebuah ciuman dari bibir Leo mendarat di bibir Ara. Ara dan Leo sangat bahagia dan melanjutkan ciuman mereka.


"sayang, makasih ya. Aku kangen banget sama kamu"ucap Leo.


Ara hanya mengangguk, Lalu Ara mencium bibir Leo dan mereka lanjut berciuman melepaskan rasa rindu mereka.

__ADS_1


Setelah itu Leo mencium kening Ara serta memeluknya dengan sangat erat.


***


__ADS_2