
Ara terdiam dan tersadar bahwa pertanyaannya itu telah menyinggung Bu Jasmine.
"ehm Tante maaf bukan itu kok maksud Ara"ucap Ara.
"Ara Tante juga minta maaf ya, Tante tidak bermaksud membentak kamu. Oh ya Tante lupa masih ada urusan sama Dokter, Tante titip ini ya"ucap Mama Nadia lalu memberikan termos berisi air panas kepada Ara.
Bu Jasmine keluar dari ruang rawat inap, lalu tidak tahan lagi menjatuhkan air mata nya.
Flasback..
"Ma, Arka tolong ya jangan bilang siapa-siapa soal penyakit Nadia. Mau itu Ara atau siapa pun, Nadia mohon, Nadia gak mau mereka semua khawatir dan kasihan dengan Nadia"ucap Nadia.
Permintaan Nadia selalu terngiang-ngiang di pikiran Bu Jasmine.
"sampai kapan Mama harus menghindar dari pertanyaan-pertanyaan teman kamu Nad, Mama tidak sanggup rasa nya"gumam Mama Nadia sambil menangis.
...
"sayang kamu ngerasa ada yang aneh gak sih...?"tanya Ara kepada Leo saat dalam perjalanan pulang.
"maksud kamu aneh apa nya sayang...?"tanya Leo.
"aku ngerasa ada yang di sembunyiin sama Nadia dan Mama nya soal penyakit Nadia, liat kan tadi pas di tanyain Nadia jawabnya gugup, sedangkan Tante Jasmine malah marah"ucap Ara.
"jadi kamu ngelamun sepanjang jalan mikirin itu, sayang jangan mikir macam-macam lah. Bagus dong kalau Nadia gak kenapa-kenapa, soal Tante Jasmine tadi mungkin dia ngerasa lagi panik dan tertekan jadi emosinya gak stabil.Udah ya berpikir positif aja,justru itu kan yang kita harapkan,Nadia baik-baik aja"ucap Leo.
"iya sih, semoga aja Nadia emang gak kenapa-kenapa"ucap Ara.
"iya sayang, bahkan Rio aja gak tau kalau Nadia emang ada penyakit serius"ucap Leo.
"iya sayang, aku aja yang terlalu mikir enggak-enggak"ucap Ara.
"hm... mau makan malam dulu gak sebelum pulang..?"tanya Leo.
"boleh"jawab Ara.
"tumben gak nolak"gumam Leo.
"nolak juga di paksa, kamu sadar gak sih sayang perasaan hari ini kita makan sama-sama terus deh, dari sarapan,makan siang bahkan mau makan malam"terang Ara.
"ya gak apa dong ,aku malah maunya bisa secepatnya tiap hari bisa kayak gini terus sama kamu"ungkap Leo.
"hm... mulai deh, sabar ya sayang"ucap Ara.
"iya aku sabar kok sayang"jawab Leo.
"lagian aku mau tanya deh kenapa kamu pengen cepat-cepat nikah sih...?"tanya Ara.
"hm gak perlu alasan basa basi lah ya, yang jelas karena akau cinta sama kamu dan mau menjaga kamu selama nya"jawab Leo.
"ehm... so sweat"gumam Ara tersenyum malu.
Leo membalas senyuman manis dari Ara.
"sayang kita makan di sini aja ya"ajak Leo menunjuk sebuah restaurant.
__ADS_1
"oke boleh sayang"jawab Ara menyetujui.
Setelah selesai makan malam, Leo mengantar Ara pulang ke rumah nya.
...
"Rio ini benar tidak apa-apa kalau kamu yang jaga Nadia...?"tanya Mama Nadia.
"gak apa Tante, Tante pulang aja ya udah malam.Tante pasti udah capek banget seharian ini, jadi harus tidur nyenyak malam ini"jawab Rio.
"tapi besok kan kamu harus kerja pagi"ucap Mama Nadia.
"nah bener tu apa yang Mama bilang besok kan kamu harus kerja, aku gak mau kerjaan kamu besok jadi terganggu gara-gara ngantuk kurang tidur jagain aku"sambung Nadia.
"Tante dan kamu sayang tenang aja,aku bisa kok tidur sambil jaga kamu,yang penting saat kamu butuh sesuatu ada aku"ucap Rio.
"ya sudah kalau begitu,Tante percaya sama kamu,Tante pulang dulu ya Rio dan Tante titip Nadia ke kamu"ucap Mama Nadia.
"iya Tante,hati-hati ya"ucap Rio.
"iya Rio, sayang, Mama pulang dulu ya"jawab Bu Jasmine lalu berpamitan kepada Nadia.
"iya Ma hati-hati ya"ucap Nadia.
"iya sayang"jawab Mama Nadia.
Lalu Bu Jasmine pulang dengan menggunakan Taxi online langganan nya.
"sayang, kamu langsung tidur aja ya"pinta Rio.
"aku, enggak lah.Kamu gak boleh tidur larut malam biar cepat sembuh"ucap Rio.
"tapi aku belum ngantuk"ucap Nadia.
"ya udah jadi mau ngapain dulu nih biar kamu ngantuk, mau aku nyanyiin atau baca dongeng...?"tanya Rio.
"nyanyi gak usah deh suara kamu jelek"ungkap Nadia.
"wah sayang memang kamu gak bisa ya bohong dikit buat senangin hati aku"ucap Rio.
"ha.. ha.. ha.. "jujur itu lebih baik sayang"ucap Nadia tertawa.
"maaf ya sayang, sebenarnya ada kebohongan besar yang udah aku lakuin ke kamu"gumam Nadia dalam hati.
"ya udah aku dongengin aja ya"ucap Rio.
Nadia mengangguk, lalu Rio mulai membacakan dongeng hingga tidak lama kemudian Nadia pun terlelap.
"selamat malam dan selamat tidur ya sayang, cepat sembuh"ucap Rio lalu mencium kening Nadia.
Rio tidur di samping Nadia dengan keadaan duduk hingga keesokan hari nya.
...
Siang hari setelah selesai istirahat makan, Ara tampak sibuk dengan pekerjaan di depan lap top nya.
__ADS_1
"Ara... "panggil seseorang.
Ara menoleh ke arah sumber suara.
"Tante Risa"gumam Ara.
Bu Risa mendekati Ara dengan membawa sebuah bingkisan. Mereka saling berpelukan dan melepas rindu.
"Ara.. Tante kangen sekali sama kamu"ungkap Bu Risa.
"Ara juga Tante"ungkap Ara pula.
"kamu sehat kan sayang.. ?"tanya Bu Risa.
"iya Tante, Ara sehat kok.Tante Ara gak enak ini di kantor"ucap Ara.
"oh iya ya kamu itu masih saja, kalau begitu ayo kita ke ruangan Om Haris"ajak Bu Risa.
"Tante duluan entar Ara nyusul"ucap Ara.
Kini Ara dan Bu Risa sudah ada di ruang Direktur.
"hm yang lagi kangen-kangenan sampai lupa ya ada orang disini"ucap Pak Haris.
"sudah Ayah kerja saja"ucap Bu Risa.
Pak Haris hanya geleng-geleng kepala.
"jadi tadi malam Tante sampai, kok gak ngabarin Ara sih"ucap Ara.
"supraise dong"terang Bu Risa.
"Tante,Ara mau minta maaf ya soal waktu itu"ucap Ara.
"hust...sudah ya ,Tante juga salah.Ini ada bingkisan kado pertunangan kamu,Tante minta maaf karena tidak bisa hadir"ucap Bu Risa.
"gak usah repot-repot Tante,Bisa ketemu Tante lagi aja udah buat Ara seneng banget"ungkap Ara.
"ayo ambil"pinta Bu Risa.
Lalu Ara mengambil bingkisan tersebut dari tangan Bu Risa.
"makasih ya Tan"ucap Ara tersenyum.
"sama-sama sayang"jawab Bu Risa dan juga tersenyum.
...
Sore hari Bu Jasmine baru saja keluar dari rumah sakit dan hendak pulang ke rumah nya setelah ada yang menggantikan untuk menjaga Nadia.
"Jasmine"panggil seorang Dokter pria.
Bu Jasmine menoleh ke belakang dan merasa tidak asing dengan suara yang memanggilnya. Lalu Bu Jasmine sangat syok melihat seseorang yang tidak asing di depan mata nya.
***
__ADS_1