Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_224


__ADS_3

Rio menunjuk ke suatu arah, dimana ada seorang wanita cantik yang sedang tersenyum dan berjalan ke arah mereka. Semua mata memandang tidak percaya melihat apa yang ada di depan mata mereka saat ini.


"Nadia," gumam mereka secara bersamaan.


"Itu beneran Nadia kan...?" Tanya Ara.


"Ya Sayang, itu memang Nadia," jawab Leo.


"Hai guys, kenapa pada bengong gitu sih," sapa Nadia, ia tersenyum melihat para sahabatnya yang sedang tercengang itu.


"Nadia, kita gak lagi mimpi kan...?" Tanya Ara yang masih tidak percaya.


"Ra, aku juga ngerasa ini mimpi," kata Sarah.


Lalu Leo mencubit pipi Ara dan Bryan mencubit lengan Sarah.


"Aw sakit," rintih Ara.


"Maaf Sayang terlalu kuat ya," ucap Leo sembari mengusap lembut pipi Ara bekas cubitannya.


"Bryan, sakit tau," rengek Sarah.


"Kalau sakit berarti kalian gak mimpi," kata Bryan.


"Iya tapi gak pakai nyubit juga dong," protes Sarah.


"Maaf deh Sayang," ucap Bryan.


"Gimana, udah percaya belum kalau ini beneran aku...?" Tanya Nadia kepada para sahabatnya.


Ara dan Sarah tersenyum lalu secara bersamaan langsung memeluk Nadia.


"Nadia, kangen banget," ucap Sarah.


"Iya, we miss you so much," ucap Ara.


"Aku juga kangen banget sama kalian," ucap Nadia pula. "Sherin, Cinta, kalian gak kangen ya sama aku...? Gak mau peluk aku juga?" Tanya Nadia.


Sherin segera beranjak dari tempat duduknya, sedangkan Cinta tampak kesusahan karena perutnya yang membesar.


"Bumil, duduk aja ya, biar kita yang ke situ," kata Nadia, lalu mereka pun menghampiri Cinta dan kembali berpelukan berlima.


Para pria hanya tersenyum melihat para wanitanya berpelukan dan ikut bahagia.


"Hu.. Hu.. Hu.." Bryan yang terharu itu merangkul Leo.


"Apaan sih loe peluk-peluk gue," protes Leo.

__ADS_1


"Gue sedih yo," ucap Bryan.


Lalu para wanita melepas pelukan mereka dan duduk di samping pasangannya masing-masing.


"Nadia, kamu kapan balik ke Indo...?" Tanya Arka.


"Semalam sore Ar," jawab Nadia.


"Kamu udah sampai semalam sore, tapi baru kasih tau ke kita malam ini, jahat banget sih," kata Ara.


"Aku aja kaget Ra, tadi pagi tiba-tiba aja Nadia muncul di depan rumah aku. Sama kayak kalian tadi berasa lagi mimpi," ungkap Rio.


"Oh ya, jadi Rio gak kamu kasih tau juga Nad...?" Tanya Sarah.


"Enggak," jawab Nadia.


"Wah.. parah banget sih kamu Nad," kata Ara.


"Memang parah Ra," kata Rio.


"Namanya juga mau kasih kejutan buat kalian, maaf ya," ucap Nadia.


"Gak papa, yang jelas kita semua senang banget bisa ketemu sama kamu Nad," kata Ara.


"Iya bener," sambung Sarah.


"Nad, kamu udah tau belum gimana hubungan Sherin dan Arka sekarang...?" Tanya Beni.


"Tanyain langsung aja Nad sama orangnya," sahut Bryan.


"Arka, Sherin, kasih tau ke aku dong," pinta Nadia.


"Yang jelas, aku udah jaga Sherin selama ini seperti yang kamu mau," kata Arka.


"Terus....?" Tanya Nadia.


"Kita berdua udah jadian," ungkap Sherin.


"Hah, serius...? Kapan....?" Tanya Nadia yang begitu antusias.


"Serius, baru satu Minggu," jawab Sherin.


"Yey..... Congratulation, mudah-mudahan kalian selalu bahagia dan langgeng ya," ucap Nadia.


"Aamiin....." Ucap mereka secara bersamaan.


"Bumil Cinta gimana kondisi kandungannya..? Gimana sama Beni..? Baik-baik aja kan semuanya?" Tanya Nadia.

__ADS_1


"Iya kita baik-baik aja kok Nad, kandungan aku juga sehat," jawab Cinta.


"Syukurlah," ucap Nadia. "Ponaan Aunty, sini Bry aku mau gendong Kayla," kata Nadia sembari mengambil Kayla dari tangan Bryan.


"ngobrol terus kapan makannya nih," kata Bryan.


"Iya nih, udah laper tau. Keburu dingin makanannya," sambung Leo sembari menunjuk makanan mewah yang telah tersaji di atas meja, hanya tinggal mereka santap saja.


"Ya udah mendingan sekarang kita langsung makan aja ya, sambil ngobrol juga bisa. Takutnya entar kemalaman," kata Rio.


Lalu merekapun menyantap makanan di atas meja, sambil sesekali mengobrol dan bercanda.


...


"Akh...... Kenapa jadi kayak gini sih," teriak Rolan saat ia berada di club malam besama Joe. Entah sudah berapa gelas minuman beralkohol yang sudah di konsumsinya, sementara Joe yang memang tidak suka minum alkohol hanya menemani Rolan dengan memesan segelas minuman soda.


"Loe kenapa lagi sih Lan...?" Tanya Joe.


"Gue harus gimana sekarang Joe..? Apa yang harus gue lakukan? Ara sekarang udah benci banget sama gue," ucap Rolan.


"Udahlah, loe lupain aja Ara. Ara benci sama loe juga karena kesalahan loe sendiri. Loe move on lah, cari yang lain banyak Lan, jangan nyiksa diri loe sendiri kayak gini terus," kata Joe mencoba menasehati Rolan.


"Heh yang lain banyak loe bilang, loe aja jomblo," ucap Rolan terkekeh.


"Gue jomblo karena pilihan gue sendiri, yang penting gue gak nyusahin orang lain kan, gak kayak loe nih nyusahin gue terus," kata Joe.


"Ha.. Ha.. Ha.. Loe bisa kok tinggalin gue kalau memang loe merasa terbebani," kata Rolan yang kesadarannya mulai hilang karena terpengaruh minuman alkohol itu.


"Cih, udah mabuk parah gini loe suruh gue tinggalin loe di sini, yang ada entah wanita mana lagi nanti yang bakalan loe hamilin," gerutu Joe.


"Karina, ini semua gara-gara loe. Karena rencana loe yang tidak berguna itu, sekarang Ara jadi benci sama gue, pokoknya loe harus tanggung jawab Karina," oceh Rolan yang kesadarannya telah hilang delapan puluh persen.


Joe segera memapah Rolan menuju ke dalam mobil, ia akan mengantarkan Rolan pulang sebelum Rolan kehilangan seluruh kesadarannya, karena pasti akan lebih merepotkan, pikirnya.


Saat tiba di parkiran mobil, "Huwek...." Rolan ingin muntah, segera saja Joe menghindar agar Rolan tidak mengotori bajunya.


Setelah dirasa cukup dan Rolan sudah sedikit tenang, segara saja Joe mengantar Rolan pulang ke rumahnya.


"Entah dosa apa yang pernah gue lakuin sampai harus punya teman bejat kayak loe," gerutu Joe yang sedang kesal itu.


Setibanya di rumah Rolan, Joe menyerahkan sahabatnya itu kepada bu Tania. Untung saja saat ini pak Hernandes tidak ada di rumah, jika ada sudah dipastikan Rolan akan dimarahi habis-habisan.


"Hati-hati ya Joe, terimakasih sudah mengantar Rolan pulang, maaf ya ngerepotin kamu terus," ucap bu Tania.


"Sama-sama Tan, gak repot kok Tan, Rolan kan sahabat Joe," jawab Joe lalu pergi meninggalkan rumah Rolan.


"Rolan... Rolan... Heran Mami lihat kamu, padahal kamu punya sahabat yang sama sekali tidak suka minum alkohol, tapi kamu selalu saja mabuk-mabukkan seperti ini. Kamu kenapa lagi sih...?" Gumam bu Tania sambil memapah Rolan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


"Ara...... Maafin aku ya, ini semua gara-gara Karina..." Oceh Rolan.


...****************...


__ADS_2