
"wow bakalan ada perang dunia nih,mending ngilang aja deh"gumam Frans lalu ia menghilang.
"Ara, Rio"teriak Nadia.
Ara dan Rio menoleh dan terkejut melihat Nadia dan juga Leo menghampiri mereka. Rio segera membantu Ara berdiri dan melepaskan pelukan nya.
"sayang, kamu beneran nyusul aku ke sini"ucap Rio.
"enak ya bisa berduaan peluk-pelukan kayak tadi"ucap Leo.
"Nadia, Leo dengerin kita dulu. Ini gak seperti yang kalian liat kok"jelas Ara .
"iya bener kata Ara,masak kalian gak percaya sih sama kita. Aku cuma nolongin Ara tadi dia mau jatuh"jelas Rio pula.
"sayang, yang Rio bilang itu bener. Kamu percaya kan sama aku"ucap Ara dan memegang tangan Leo.
Leo mengangguk tersenyum lalu membelai rambut Ara.
"sayang, kamu juga kan percaya sama aku...?"tanya Rio kepada Nadia.
"iya aku percaya"jawab Nadia.
"ya udah karena Nadia udah datang ke sini sekarang kita cari tempat untuk bahas masalah kalian"ajak Ara.
"iya Ara makasih ya berkat kamu juga nih Nadia jadi mau ketemu aku lagi"ucap Rio.
"sama-sama ini juga udah tugas aku kan sebagai sahabat"jawab Ara.
"sayang kamu kesini naik taxi kan tadi, jadi kamu bareng aku ya"ajak Rio.
"ya iya lah naik taxi, sejak kapan aku punya mobil"jawab Nadia.
"iya maaf, sensitif banget sih"ejek Rio.
"kamu naik apa tadi...?"Ara bertanya pula kepada Leo.
"naik taxi dong, sengaja biar pulang nya bisa bareng kamu"jawab Leo tersenyum.
"good ,ya udah kamu yang nyetir, yuk jalan"ajak Ara dan membalas senyuman Leo.
...
"Cinta kamu ada apa ajak aku ketemu di sini...?"tanya Beni.
"Ben kamu beneran sayang sama aku...?"tanya Cinta.
__ADS_1
"iya lah beneran, bukti nya aku rela kehilangan sahabat asal aku gak kehilangan kamu"jawab Beni.
"Ben aku udah pikirin ini matang-matang,aku udah putusin buat mencoba nerima kamu dan kasih hati aku sepenuh nya buat kamu"ungkap Cinta.
"apa, kamu serius...? kamu gak lagi bohongin aku kan...? tanya Beni.
"enggak Ben, tapi aku punya 1 permintaan dulu"jawab Cinta.
"permintaan apa...?"tanya Beni.
"kamu tau kan aku sakit hati banget sama Arka, sama perempuan itu juga calon tunangan Arka, aku mau kamu lakuin sesuatu buat aku agar pertunangan mereka hancur, bila perlu selama nya gak akan pernah terjadi"jawab Cinta.
"hah kamu serius, tapi buat apa Cinta, bukan karena kamu berharap sama Arka kan...?"tanya Beni lagi.
"ya gak lah, aku cuma mau mereka menderita. Terutama Arka, setelah kamu berhasil kita akan resmi pacaran, dan kita akan bahagia di atas penderitaan mereka"jawab Cinta meyakinkan.
"tapi caranya gimana Cinta...?"tanya Beni.
"itu urusan kamu lah, kamu yang cari ide sendiri, ingat hari pertunangan mereka tinggal 2 hari lagi"ucap Cinta.
Meskipun agak ragu dan berfikir dahulu, Beni. terpaksa menuruti permintaan Cinta.
"oke aku setuju"ucap Beni.
"iya bener"jawab Beni.
"makasih ya, aku tau kamu pasti akan lakukan apa pun itu buat aku dan aku yakin kamu gak akan kecewain aku"ucap Cinta lalu memeluk Beni.
"iya sama-sama, aku akan lakuin apa pun itu asal kamu bahagia Cinta"ucap Beni.
Cinta tersenyum sinis mendengar ucapan Beni.
...
"akhirnya beres juga ya Mar segala sesuatu nya untuk pertunangan anak kita"ucap Bu Amara.
"iya Ra, anak-anak kita tuh memang lah ya. Bisa-bisa nya mereka masih sibuk kerja dan malah melimpahkan ini semua ke kita"ucap Bu Maria.
"iya sama saja mereka berdua gila sama kerjaan nya, tapi jujur sih aku senang bisa terlibat dalam ini semua"ungkap Bu Amara.
"sejujurnya aku juga senang Ra, aku sudah tidak sabar melihat Dika memasangkan cincin ke jari nya Ara"ungkap Bu Maria.
"iya Mar aku juga, impian kita sebentar lagi akan jadi kenyataan,kita akan jadi orang tua paling bahagia di dunia ini"ucap Bu Amara.
"akan sangat bahagia, aku juga sudah tidak sabar rasa nya mau melihat mereka menikah, punya anak dan itu berarti kita punya cucu yang sama Ra"ucap Bu Maria lagi.
__ADS_1
"iya dong Mar ,pokok nya doa yang terbaik buat anak-anak kita"ucap Bu Amara.
"iya pasti nya dong, ya sudah Ra kalau begitu aku pulang dulu ya, takut Ara nyariin, hp aku lowbet pula"ucap Bu Maria.
"iya Mar ,makasih ya sudah mampir, hati-hati di jalan"ucap Bu Amara pula.
"iya Ra, salam ya buat Dika"ucap Bu Maria lalu pulang ke rumahnya.
...
"Nadia, Rio kalian harus pikirin dong cara nya. Pertunangan ini gak boleh terjadi"ucap Ara.
"tapi aku harus buat apa Ra, untuk apa juga berjuang sendiri kalau pasangan kita gak menginginkan nya"ucap Nadia.
"Nadia sayang, bukan aku gak mau. Tapi kamu tau sendiri kan gimana orang tua kamu ke aku, apa pun yang aku lakuin juga gak akan merubah keputusan orang tua kamu, yang bisa batalin pertunangan ini cuma kamu"terang Rio.
"tapi harus nya kamu bantu aku dong, aku juga gak tau harus ngapain"ucap Nadia.
"aduh udah-udah, kok malah berantem sih kalian, kita di sini itu buat cari solusi bukan malah dengerin kalian berantem"ucap Ara.
"solusi apa Ra...?"tanya Nadia dan Rio bersamaan.
"ya udah sabar dulu dan kita pikirin cara nya"jawab Ara.
"gak ada yang bisa kita lakuin karena waktu nya tinggal 2 hari lagi"terang Nadia.
"Yo kenapa sih loe gak lamar Nadia aja seperti yang Nadia mau, jadi Nadia juga punya alasan buat nolak"ucap Leo.
"loe enak ngomong ,loe pikir bisa semudah itu orang tua Nadia menyetujui dan nerima gue"ucap Rio.
"tapi loe belum pernah coba kan, itu karena loe pengecut"ucap Leo.
"eh diam loe, loe gak pernah ya ada di posisi gue, loe gak tau gimana rasa nya jadi gue sekarang"bentak Rio.
"iya loe bener,tapi kalau gue jadi loe gue juga gak akan diam aja"teriak Leo.
Ara dan Nadia terkejut mendengar pertengkaran Leo dan Rio, terlebih lagi semua orang di sekeliling cafe memandang mereka.
"Leo, Rio udah. Kenapa jadi kalian yang berantem sih, malu dong di liatin orang-orang. Bukan cari solusi malah bikin tambah runyam tau gak"ucap Ara.
Leo dan Rio hanya diam dengan perasaan kesal.
"kalian tenang aja pertunangan ini pasti batal kok"ucap Arka yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
***
__ADS_1