Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_151


__ADS_3

Leo dan Ara berulang kali mencoba menghubungi Arka tetapi tidak ada jawaban,sementara Rio mencoba menghubungi Nadia akan tetapi ponselnya tidak aktif.


"duh.. Nad kamu kenapa sih,kamu buat aku khawatir sayang"gumam Rio.


"sabar Yo"ucap Ara.


"gimana dengan Arka...?"tanya Rio.


"gak di angkat"jawab Leo.


"lagi sibuk kali"ucap Bryan.


"gak mungkin, pasti mereka sengaja menghindar. Ini jelas ada apa-apa dan Arka tau semuanya"ucap Rio.


Rio mengambil jaketnya di kursi dan akan segera pergi.


"Rio mau kemana..?"tanya Ara.


"mau ke rumah Arka lah, gak mungkin aku bisa tenang diam aja kayak gini"jawab Rio.


"santai aja dong loe ngomongnya"ucap Leo.


"ya udah aku sama Leo ikut"ucap Ara.


"kalian hati-hati ya Ra"ucap Sarah.


"iya Sar"jawab Ara.


Lalu Rio,Leo dan Ara bergegas melajukan mobil menuju ke rumah Arka.


"sayang buruan dong"pinta Ara.


"pelan-pelan aja sayang, yang penting selamat"bantah Leo.


"tapi kita gak boleh ketinggalan sama Rio, aku takut Rio macem-macem"terang Ara.


"ya udah siap bos"ucap Leo lalu melaju menyusul Rio.


"siapa Ka, Ara dan Leo lagi yang nelpon...?"tanya Nadia.


"iya,kayak nya mereka udah mulai curiga deh"jawab Arka.


"mungkin mereka bingung karena hp aku gak aktif dan kamu juga gak bisa mereka hubungi,kalau kamu terus-terusan gak jawab telpon kayak gitu, pasti mereka makin curiga"ucap Nadia.


"hm... entar aja aku telpon Ara dan cari alasan, kamu sendiri gimana...?"ucap Arka dan bertanya.


"tinggal aku bilang aja hp di dalam tas gak liat kalau lowbet"jawab Nadia.


"emangnya bisa semudah itu Rio percaya..?"tanya Arka.


"hmm...gak tau sih, karena sebelumnya aku gak pernah kayak gini. Yang penting aku mau tenang dulu buat jalanin operasi besok"ucap Nadia.

__ADS_1


Arka tersenyum dan memegang tangan Nadia.


"kamu yang sabar ya Nad, yang kuat, aku yakin operasi besok akan berjalan dengan lancar"ucap Arka memberi semangat.


"makasih ya Ka atas semangat dari kamu dan kamu selalu ada di saat masa tersulit aku seperti sekarang ini"ucap Nadia tersenyum.


"sama-sama Nad"jawab Arka sambil menatap Nadia.


...


Ting.. tung.. tok.. tok.. tok.. tok.. (suara bel dan ketukan pintu rumah Arka).


Aria yang sedang menonton Tv di ruang tengah bergegas membukakan pintu.


"siapa sih yang datang jam 10 malam begini"gerutu Aria.


Aria terkejut saat melihat siapa yang ada di depan matanya.


"Kak Rio"gumam Aria.


"Rio, loe yang sabar dong"ucap Leo.


"Kak Ara, Kak Leo, kalian ada apa ke sini malam-malam...?"tanya Aria.


"Aria, Arka ada...?"tanya Rio.


"tadi siang Kak Beni, sekarang kalian, ada apa sih Kak. Kak Arka itu udah dua hari ini cuma pulang bentar terus pergi lagi"terang Aria.


"emangnya Arka gak ada bilang apa-apa, kemana gitu...?"tanya Ara.


"wah benar-benar gak beres,adiknya aja bisa gak tau apa-apa"ucap Rio.


"ya loe yang sabar dulu dong,kita kan masih cari tau ada apa sebenarnya"ucap Leo.


"gimana gue bisa tenang,ini udah jelas ada hubungannya sama Nadia"teriak Rio.


"Rio tenang dong,kamu mau di gebukin warga malam-malam teriak-teriak di rumah orang"ucap Ara.


"maksud Kak Rio apa,emang kenapa sih dengan Kak Arka,kenapa semua cari Kak Arka..?"tanya Aria penasaran.


"Aria, maaf ya kita gak bisa jelasin ke kamu sekarang. Tapi boleh gak Kak Rio minta tolong, kalau Arka pulang, kamu kasih tau ke Kakak langsung"ucap Rio sembari memegang kedua pundak Aria.


Aria sangat senang karena Rio memperlakukannya seperti itu, sehingga tanpa di sadari Aria tersenyum.


"Aria bisa kan...?"tanya Rio.


"bisa Kak, Kak Rio kasih aja nomor WA ke aku, entar kalau Kak Arka pulang langsung aku kabarin"jawab Aria.


"oke"ucap Rio lalu memberikan nomor ponselnya kepada Aria.


"makasih banyak ya Ar, kita pulang dulu"ucap Rio.

__ADS_1


"Kakak pulang ya"pamit Ara.


"iya Kak kalian hati-hati ya"ucap Aria.


Aria masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya.


"yes, dapat nomor WA Kak Rio.Tapi ada apa ya muka mereka pada tegang gitu cariin Kak Arka,terus katanya ada hubungan nya sama Kak Nadia.Ah bodo amat deh,yang penting Kak Rio"gumam Aria tersenyum.


...


Keesokan hari, Nadia bersiap akan menjalankan operasi transplantasi ginjal, Bu Jasmine dan Arka selalu menemani Nadia dan memberikan semangat.


"Nadia deg-degan banget Ma"ucap Nadia.


"sayang kamu harus janji ya sama Mama kalau kamu harus kuat, demi mama, demi orang-orang yang sayang sama kamu"pinta Mama Nadia.


"iya Nad, ingat selain nyokap kamu ada aku, Rio, Ara dan yang lainnya yang sayang sama kamu, semuanya pasti kangen ngumpul sama kamu Nad"sambung Arka.


"iya Ka, aku pasti akan berusaha kuat. Aku titip Mama ya kalau misalnya terjadi sesuatu sama aku"ucap Nadia.


"Nadia, kamu tidak boleh ngomong seperti itu"ucap Mama Nadia.


"hanya berjaga-jaga Ma"ungkap Nadia.


"ada-ada saja kamu ini,operasi kamu akan berjalan lancar, kamu pasti sembuh"ucap Mama Nadia.


"iya Nad, aku gak suka kamu ngomong gitu, tanpa kamu minta pun aku akan jaga kamu dan Mama kamu"ucap Arka tersenyum.


"makasih ya Ma, Ka"ucap Nadia.


"sama-sama sayang"jawab Mama Nadia.


"sama-sama Nad"jawab Arka pula.


...


"sayang kamu bisa tidak tolong ambil obat Mami sama Dokter Santi, Mami kayaknya lagi malas mau ke rumah sakit, lagian tidak ada jadwal kontrol hanya ambil obat saja"tanya Mami Leo dan menjelaskan.


"bisa dong Mi, di rumah sakit biasa kan..?"jawab Leo dan bertanya pula.


"iya sayang, tapi bukannya kamu mau jalan ya sama Ara..?"tanya Mami Leo lagi.


"iya sih, tapi agak siangan kok Mi. Abis ambil obat Mami bisa langsung jalan"jawab Leo.


"ya sudah terima kasih ya sayang"ucap Mami Leo.


"sama-sama Mi"jawab Leo lalu bergegas ke rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit Leo langsung menemui Dokter Santi untuk mengambil obat Bu Amara, setelah itu tidak sengaja ia melihat Arka yang sedang duduk menunggu di depan ruang operasi. Leo yang penasaran berjalan menghampiri Arka.


"Arka, loe ngapain....?"tanya Leo.

__ADS_1


"Le.. Leo... "gumam Arka terkejut.


***


__ADS_2