
Agar istri tercintanya itu menjadi tenang. Leo pun segera saja mengajak Ara untuk pergi melihat keadaan Rio saat ini. Akan tetapi karena kondisi Ara yang saat ini sedang hamil besar, Leo pun memutuskan untuk pergi sebentar saja.
Setibanya di rumah sakit, terlihat para sahabatnya juga sudah berkumpul untuk melihat keadaan Rio, termasuk juga Aria. Aria saat ini terlihat begitu sedih melihat keadaan Rio. Tetapi ia juga tidak dapat mengucap kata apapun karena kondisi yang sangat ramai. Ara yang mengerti dengan kondisi saat itu, segera mengajak para sahabatnya untuk pulang dan membiarkan Aria yang menjaga Rio, agar Aria dapat leluasa juga untuk berbicara berdua dengan Rio.
"Teman-teman, lebih baik kita pulang aja sekarang, kan udah malam juga. Kita biarin aja Aria yang jaga Rio malam ini. Kamu juga pasti udah capek banget kan Ka," kata Ara kepada Arka dan sahabat yang lainnya yaitu Bryan, Sarah, Sherin dan Beni. Sedangkan Cinta tidak ikut ke rumah sakit karena tidak ada yang menjaga anaknya di rumah.
Para sahabatnya itu pun langsung mengerti akan maksud Ara dan menyetujuinya. Mereka langsung saja pergi meninggalkan rumah sakit. Sedangkan Aria saat ini masih berada di rumah sakit untuk menemani Rio.
"Ar, kamu nggak perlu kok nemenin aku. Nggak papa aku di sini sendiri, kan ada Suster dan Dokter juga," kata Rio.
"Enggak Kak, aku mau di sini, aku mau temenin Kakak," kata Aria.
"Tapi kenapa? Bukannya kamu nggak peduli sama aku?" Tanya Rio.
"Kenapa Kakak ngomongnya kayak gitu? Kenapa Kakak bisa bilang aku nggak peduli sama Kakak? Kalau aku nggak peduli sama Kakak, aku nggak mungkin ada di sini Kak," kata Aria.
"Jadi kamu beneran peduli sama aku?" Tanya Rio.
"Iyalah Kak, makanya aku ada di sini sekarang," jawab Aria dengan matanya yang berkaca-kaca.
Rio mencoba menggerakkan tangannya untuk meraih tangan Aria, Aria yang tahu saat itu Rio hendak memegang tangannya, dengan sangat senang hati memberikan tangannya itu. Lalu Rio pun menggenggam erat tangan Aria, begitu juga dengan Aria yang menggenggam erat tangan Rio.
"Makasih ya Ar, karena kamu udah ada di sini. Jujur aku senang banget," kata Rio.
"Kak, Kakak nggak perlu ngucapin makasih sama aku. Kak, aku mau minta maaf sama Kakak ya. Karena aku Kakak udah jadi kayak gini," ucap Aria dengan air matanya yang tak dapat terbendung lagi.
__ADS_1
"Ar, kamu jangan nangis dong. Kamu itu sama sekali nggak salah. Aku aja yang nggak bener bawa mobilnya, nggak hati-hati, jadi kecelakaan. Maaf ya aku udah bikin kamu khawatir," ucap Rio pula.
Aria menggelengkan kepalanya, "Enggak Kak, ini semua salah aku. Aku yang terlalu egois, aku yang terlalu bodoh, padahal udah jelas-jelas aku masih sayang dan cinta sama Kakak, tapi aku malah pura-pura menolak Kakak, malah sok jual mahal sama Kakak," ucap Aria.
Rio yang tadinya merasa sedih melihat Aria yang saat ini sedang menangis, malah kini dibuat tertawa olehnya karena lucu melihat wajah Aria yang menurutnya itu sangat menggemaskan.
"Kakak kenapa ketawa sih? Aku ini lagi sedih Kak," kata Arya.
"Kamu sih pakai bilang sok jual mahal segala. Jadi sebenarnya kamu itu masih sayang dan cinta kan sama aku? Kamu sendiri yang tadi mengakuinya, kamu nggak bisa ngelak lagi," kata Rio.
Aria menundukkan wajahnya lalu mengangguk pelan. Rio sangat senang mendengar akan hal itu lalu ia pun memberi gestur kepada Aria untuk memeluknya, dengan sangat pelan dan hati-hati Aria pun memeluk Rio, Rio juga membalas pelukan itu dengan hasrat yang menggebu-gebu.
...
Hari-hari telah berlalu, kini telah tiba saatnya hari pernikahan Arka dan Sherin.
Beberapa saat kemudian, acara akad nikah pun berjalan dengan sangat lancar. Tampak para tamu undangan memberikan selamat dan menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah.
Arka dan Sherin tampak begitu serasi duduk di pelaminan, para sahabat juga berdatangan untuk mengucapkan selamat dan melakukan sesi foto bersama kedua mempelai.
Hingga acara pun selesai dan para sahabatnya kembali ke kediaman masing-masing. kini di rumah Sherin hanya tinggal Arka, Pak Boby, Aria dan juga Rio. Rio yang sudah menjalin hubungan dengan Aria, selalu menemani Aria di saat acara pernikahan Kakak dari kekasihnya itu berlangsung. Bukan hanya hari ini saja, bahkan Rio sudah ikut andil dalam mempersiapkan acara pernikahan Arka dan Sherin satu minggu sebelum hari H-nya.
"Selamat ya Kak Arka, Kak Sherin, akhirnya kalian berdua udah sah juga. Aku senang deh karena nanti di rumah bakalan ada anggota baru, aku jadi punya Kakak cewek deh, punya temen cewek di rumah," ucap Aria.
"Makasih ya Ar," ucap Sherin. "Aku juga senang karena sekarang aku udah punya adik perempuan."
__ADS_1
"Makasih ya Dek. Tapi enak aja kamu, Kak sherin itu istri Kakak, gak bisa jadi temen kamu. Dia akan selalu menemani Kakak di rumah, bila perlu selama 24 jam," kata Arka.
"Ye … gitu banget sih Kak. Mentang-mentang istrinya," hardik Aria.
"Iya dong, kalau kamu mau punya teman di rumah selama 24 jam, buruan tuh minta pacar kamu buat halalin kamu," kata Arka yang membuat Rio tersentak.
"Kalau aku sih tergantung Aria aja Ka, kalau Aria udah siap aku udah siap kok," kata Rio yang membuat Pak Boby tersenyum mendengarnya.
"Om," sapa Rio yang menjadi salah tingkah sendiri karena melihat orang tua dari kekasihnya itu tersenyum mendengar ucapannya.
Pak Boby begitu sangat senang melihat kebahagiaan yang saat ini terjadi pada anak-anaknya. Sebagai orang tua, tidak ada hal yang ia inginkan selain kebahagiaan anak-anaknya itu.
"Aku sampai lupa, selamat ya buat Arka dan Sherin, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan cepat mempunyai momongan," ucap Rio, lalu diaminkan oleh Aria, Pak Boby serta kedua mempelai.
"Makasih ya Yo," ucap Arka dan Sherin.
"Sayang, malam ini kita langsung pulang ke rumah aku aja ya," ajak Arka.
"Langsung pindah?" Tanya Sherin.
"Iya dong, lagian kamar pengantin kita kan juga ada di sana," jawab Arka.
"Sherin tertunduk dan tampak sedih, karena bagaimanapun juga rumah yang sederhana ini adalah rumah peninggalan dari almarhum orang tuanya. Tentu saja banyak meninggalkan kenangan bersama kedua orang tua dan juga neneknya yang sudah meninggal dunia. Arka yang melihatnya pun mengerti akan kesedihan dari wanita yang baru saja dipersuntingnya itu.
"Sayang, kamu tenang aja ya. Aku janji kita bakalan sering-sering nginap di sini. Lagian kalau kita nginap di sini kan lebih tenang tuh berdua, nggak digangguin sama Aria," kata Arka.
__ADS_1
"Bisa banget ya Kakak berpikiran aku akan mengganggu kalian berdua, ya nggak lah Kak. Kayak kurang kerjaan aja," gerutu Aria yang membuat semua yang ada di situ pun tertawa bahagia.
...****************...