
"Sarah... "panggil Bryan yang melihat Sarah melamun.
"iya ,maaf tapi aku gak bisa kasih jawaban apa-apa sekarang, aku harus pergi "ucap Sarah.
"tapi Sar"ucap Bryan lalu Ibu nya memotong ucapan Bryan.
"Bryan ,biar saja Sarah pulang"ucap Ibu Bryan.
"Sarah pamit ya Tante"ucap Sarah berpamitan.
"iya Sarah, Tante harap kamu bisa pikirkan ini baik-baik ya. Kamu hati-hati ya "ucap Ibu Bryan pula.
Sarah hanya mengangguk lalu bersama Suster dan juga anak nya pulang terlebih dahulu.
"Ibu kenapa biarin Sarah pulang sih, Bryan belum dapat jawaban apa-apa Buk"ucap Bryan.
"Bryan, kamu harus sabar dong. Biarkan Sarah berfikir dulu, Ibu yakin kok Sarah itu sebenarnya masih ada rasa sama kamu, Sarah juga memikirkan masa depan Kayla"ucap Ibu Bryan.
"Ibu yakin...?"tanya Bryan.
"iya Ibu yakin"jawab Ibu Bryan mengangguk.
Setelah itu Bryan dan Ibu nya juga pulang ke rumah.
...
"udah lupa ya sama pacar nya...? pergi dari siang gak pulang-pulang"ucap Leo yang melihat Ara baru pulang.
"harus nya pacar nya baru pulang itu di sambut dengan senyuman, terus di tanya udah makan belum, capek gak sayang, ini malah ngomel mulu"ungkap Ara.
"kamu mau nya aku seperti itu, tapi apa yang udah kamu lakuin...? "tanya Leo.
"lakuin...? lakuin apa...?"tanya Ara bingung.
"oh mentang-mentang abis jenguk mantan"ucap Leo.
"hanya gara-gara itu, udah lah Leo aku capek dan malas banget berdebat sama kamu. Aku mau bersih-bersih "ucap Ara lalu menuju kamar mandi .
"Ara aku belum siap ngomong"teriak Leo, namun Ara tidak menggubris nya.
Selesai mandi Ara tidak menemukan Leo di kamar nya, Ara berpikir Leo hanya pergi sebentar mencari angin atau menenangkan pikiran nya karena merasa kesal dengan Ara.
Namun ke esokan hari setelah bangun tidur Ara tidak juga melihat Leo .Ara mencoba menganggap itu biasa, akan tetapi tanpa di sadari satu minggu telah berlalu dan Leo belum juga kembali sehingga membuat Ara khawatir.
"kamu yakin Ra kalau Leo pergi hanya gara-gara kesal karena kamu jenguk Rio...? "tanya Sarah saat Ara datang ke rumah nya dan bercerita.
__ADS_1
"iya Sar, padahal aku udah jelasin kalau aku nemenin Nadia"jawab Ara.
"terus kamu bilang gak kalau Nadia dan Rio udah balikan..? "tanya Sarah lagi.
"aku belum sempat bilang apa-apa Sar"jawab Ara.
"ya udah lah, aku yakin Leo baik-baik aja kok. Ingat dia itu bukan manusia seperti kita, bisa aja kan sekarang ini dia perhatiin kamu dari jauh tapi kita gak bisa liat"ucap Sarah.
"iya mudah-mudahan aja gitu. Aku khawatir banget sama Leo"ucap Ara.
"iya aku paham kok,mudah-mudahan Leo cepat kembali lagi ya"ungkap Sarah lalu memeluk Ara dan menenangkan hati nya.
Ara mengangguk dan merasa tenang berada di pelukan Sarah.
Malam hari Ara berdiri termenung sendiri di teras depan kamar nya, Ara menatap langit yang penuh dengan bintang, Ara terus memikirkan Leo dan ia juga membayangkan Leo ada di antara bintang-bintang dan tersenyum manis kepada nya.
"Leo kamu dimana... ? aku kangen sama kamu sayang, aku harap kamu baik-baik aja dan kita akan ketemu lagi"gumam Ara.
Karena malam semakin larut dan angin malam semakin terasa dingin menusuk sampai ke tulang, Ara kembali masuk ke dalam kamar nya dan mencoba untuk tidur.
"aku berharap di saat aku terbangun esok, aku bisa melihat kamu ada di depan mata aku Leo"gumam Ara lalu memejamkan mata nya.
...
"hai sayang, kamu apa kabar...? "tanya Leo.
"maaf ya aku pergi gak bilang-bilang sama kamu, aku sekarang datang buat nemuin kamu"ucap Leo.
"iya sayang, yang penting kamu jangan tinggalin aku lagi ya.
Ara dan Leo saling berdekatan dan berpelukan melepas rindu mereka.
Tiba-tiba Leo melepaskan pelukan itu dan memegang tangan Ara.
"Leo ada apa...? "tanya Ara.
"maaf Sayang aku harus pergi sekarang, jaga diri kamu baik-baik ya"ucap Leo dan perlahan melepaskan tangan Ara.
"Leo kamu mau kemana lagi, jangan tinggalin aku Leo"pinta Ara.
Leo hanya menatap Ara, Leo semakin jauh dari pandangan Ara.
"Leo...... "Ara terus berteriak.
"Leo.... "teriak Ara yang terjaga dari tidur nya.
__ADS_1
"ternyata ini hanya mimpi"gumam Ara yang bersedih.
Ara melirik jam di ponsel nya dan waktu masih menunjukkan pukul 2 dini hari. Ara mencoba memejamkan mata nya kembali, meskipun sulit tetapi akhir nya Ara dapat tertidur kembali.
Ke esokan hari Ara tetap mencoba menjalani hari biasa nya tanpa Leo.
"Pagi Mam"sapa Ara yang menghampiri Mami nya di ruang makan.
"pagi sayang, yuk sarapan"ajak Mami Ara.
"iya Mi, Papi udah berangkat Mi..? "tanya Ara.
"udah sayang, Papi buru-buru banget tadi"jawab Mami Ara.
"oh... "gumam Ara dan mengangguk.
Setelah selesai sarapan, Ara pun berpamitan kepada Mami nya untuk pergi ke kantor.
Saat di kantor Ara hanya melamun dan tidak semangat seperti biasa, sikap Ara di perhatikan oleh Pak Haris tanpa Ara ketahui.
"Ara are you okey... ?"tanya Pak Haris yang menghampiri Ara.
"Ara..... "panggil Pak Haris lagi karena Ara masih melamun dan tidak menyadari panggilan nya itu.
"Ara... "kini Pak Haris memanggil lagi sambil menepuk pundak Ara dan membuat Ara terkejut.
"maaf Om, eh Pak "ucap Ara .
"Ara kamu baik-baik saja...? "Pak Haris bertanya kembali.
"iya Om Ara baik-baik aja kok"jawab Ara.
"Ara kalau kamu gak enak badan kamu boleh pulang istirahat, atau kalau kamu lagi ada masalah kamu bisa cerita sama Om"ucap Pak Haris.
"Ara okey Om"jawab Ara meyakinkan.
"ya sudah kalau memang kamu baik-baik saja, sudah jam istirahat lebih baik kamu makan dulu ya. Om mau pulang" ucap Pak Haris lalu pergi meninggalkan Ara.
Ara beranjak dari tempat duduk nya, Ara tidak menuju ke kantin untuk makan, Akan tetapi Ara menuju balkon kantor untuk menenangkan pikiran nya.
Ara berdiri tepat di samping pagar, Ara menatap langit dengan pandangan kosong, Ara terus membayangkan Leo dan berharap akan melihat Leo. Ara memejamkan mata dan membuka mata nya berulang kali tetapi tidak melihat Leo.
"Leo kamu dimana sih, kenapa kamu gak juga kembali"ucap Ara bersedih.
"Ahk........ "teriak Ara dan menangis.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba ada yang memeluk Ara dari belakang yang membuat Ara terkejut.
***