Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_222


__ADS_3

"Sayang ini di rumah aku loh, kalau di liat sama mami atau ART aku gimana coba," protes Ara.


"Tapi nyatanya gak ada yang liat kan, abisnya bibir kamu itu udah buat aku candu tau gak," kata Leo.


Ara tersenyum malu mendengar perkataan Leo, "Iya sih sekarang gak ada yang liat, tapi lain kali liat kondisinya juga, kamu tuh kebiasaan main nyosor aja."


"Hehehe, maaf ya Sayang," ucap Leo.


"Iya gak papa kok, sekarang gimana, perasaan kamu udah sedikit tenang kan?" Tanya Ara.


"Bukan sedikit lagi, tapi sangat tenang. Makasih ya Sayang, kamu itu selalu aja buat hati aku damai, memang gak salah setiap ada masalah aku cerita ke kamu," ucap Leo lalu memeluk Ara.


"Sama-sama Sayang, aku seneng kalau kamu selalu berbagi keluh kesah sama aku, membuat aku ngerasa penting dalam hidup kamu," kata Ara sembari mengusap lembut punggung Leo. Leo semakin memeluk erat dan menenggelamkan kepalanya di antara leher dan bahu Ara.


...


Ting.. Tung.. Ting.. Tung.. Suara bel rumah Rio terdengar beberapa kali.


"Aduh.. Siapa sih pagi-pagi gini, ganggu weekend orang aja deh," gerutu Rio.


Dengan matanya yang masih terasa sangat lengket, bergegas Rio membukakan pintu untuk tamunya. Akan tetapi kekesalan semakin ia rasakan karena pada saat pintu terbuka, ia tidak melihat siapapun di depan rumahnya.


"Cih, iseng banget sih pagi-pagi ganggu orang tidur," gerutu Rio dan hendak menutup pintu kembali.


Namun tiba-tiba ada seseorang yang menahan pintu tersebut, Rio yang sedang menunduk itu melihat sepasang high heels yang diyakini adalah milik seorang wanita yang sangat dikenalinya. Perlahan Rio mengangkat wajahnya untuk melihat wajah wanita yang ada di hadapannya saat itu.


Deg, jantung Rio berdetak kencang. Ia merasa sedang bermimpi karena melihat sosok yang sangat ia rindukan saat ini ada di depan matanya dan sedang tersenyum manis untuknya.


"Enggak mungkin, ini pasti cuma halusinasi aku aja atau kebawa mimpi indah tadi malam," gumam Rio sembari mengucek matanya untuk memastikan apa yang dilihatnya itu bukan kenyataan. Mana mungkin Nadia yang sedang berada di Amerika tiba-tiba bisa ada di depan rumahnya, pagi-pagi sekali pula, pikirnya.


Karena tidak ingin berlarut dalam khayalan, Rio pun masuk kembali ke dalam rumahnya dan hendak menutup pintu, tapi lagi-lagi Nadia menahannya.


"Sayang, kamu gak suka ya aku datang. Kenapa malah cuekin aku kayak gini sih," rengek Nadia.

__ADS_1


"Sayang ini beneran kamu...?" Tanya Rio yang spontan mendekati Nadia, ia sangat terkejut mendengar suara Nadia.


"Ya iyalah aku Nadia, kamu pikir aku hantu apa...?" jawab Nadia sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sayang, maaf," ucap Rio lalu menarik tubuh mungil Nadia ke dalam pelukannya.


Nadia yang juga sangat merindukan tunangannya itu membalas pelukannya dengan sangat erat.


"Maafin aku ya, aku kira tadi aku cuma mimpi atau berhalusinasi, kamu juga sih kenapa diam aja," ucap Rio.


"Aku itu diam ya karena bingung aja liat tingkah kamu yang seakan gak ngeliat aku, ternyata kamu mikirnya aku hantu," kata Nadia kesal.


"Gak gitu Sayang," kata Rio lalu menarik tangan Nadia masuk ke dalam rumahnya.


Tanpa basa basi langsung saja Rio me****t bibir sang pujaan hati yang sangat di rindukannya itu, Nadia melingkarkan tangannya di leher Rio dan membalas ciuman mesra yang Rio berikan hingga semakin dalam dan panas untuk melepas kerinduan mereka karena sudah lama tidak bertemu.


Terdengar nafas memburu dan de**han dari mulut mereka, entah sudah berapa lama mereka melakukan ciuman itu, terkadang lembut terkadang juga sedikit kasar yang membuat bibir keduanya terasa kebas dan menyudahinya.


"Maaf ya Sayang, aku kangen banget sama kamu jadi lupa diri, bibir kamu gak sakit kan?" ucap Rio dan bertanya.


...


"Kamu ngapain ke sini...?" Tanya Ara kepada Rolan.


"Maaf Ra kalau aku ganggu weekend kamu, aku cuma mau ketemu aja sama kamu," jawab Rolan.


"Untuk apa lagi? Bukannya aku udah bilang sama kamu untuk menjauh dari aku, Leo juga gak suka kalau aku dekat-dekat sama kamu," kata Ara.


"Tapi Ra...." ucapan Rolan terputus.


"Di tambah lagi setelah aku tahu bahwa selama ini kamu berusaha untuk memisahkan aku sama Leo, itu membuat aku semakin yakin untuk menjauh dari kamu, aku gak mau kamu dekat-dekat lagi sama aku," kata Ara menyela ucapan Rolan begitu saja.


"Ra, maafin aku, aku tau apa yang aku lakukan itu salah," ucap Rolan.

__ADS_1


"Kalau udah tau salah buat apa lagi kamu ke sini, gak punya malu atau gimana sih," kata Ara.


"Sayang, kamu kenapa pagi-pagi kok sudah marah-marah gitu?" Tanya bu Maria yang tiba-tiba menghampiri mereka.


"Tante, maaf Tante, ini semua salah Rolan. Wajar aja kok kalau Ara marah sama Rolan," ucap Rolan.


Ara yang merasa muak dengan sandiwara Rolan itupun segera pergi meninggalkan Rolan dan Maminya.


"Ara, kamu mau kemana Sayang...?" Tanya bu Maria.


"Mau ke kamar Mi lanjutin tidur, ngantuk," jawab Ara.


"Ara, tidak sopan dong. Kan ini ada Rolan," kata bu Maria.


Tante, biarin aja Ara mau istirahat," kata Rolan, lalu bu Maria pun membiarkan Ara pergi.


"Rolan, ini sebenarnya ada apa sih...?" Tanya bu Maria yang tidak mengerti.


"Rolan yang salah Tante udah mengganggu hubungan Ara dan Leo," jawab Rolan.


"Hm... Rolan, Tante tahu kok kalau kamu suka sama Ara, tapi kamu juga tahu kan kalau Ara dan Leo sudah bertunangan dan akan menikah. Tante harap kamu tidak melakukan hal-hal yang akan merugikan Orang lain. Rolan, kamu bisa kan berhenti berharap dari Ara, Tante yakin kok kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari Ara," kata bu Maria.


"Iya Tante, meskipun sulit tapi Rolan akan berusaha untuk melupakan Ara," kata Rolan.


"Maaf ya Rolan, seandainya Ara belum punya pasangan, pasti Tante akan mendukung untuk kalian menjalin hubungan, apa lagi kamu juga anak dari sahabat Tante," kata bu Maria.


"Gak papa Tante, Rolan yang salah karena pernah menyia-nyiakan Ara dulu. Ara Pantas kok Tante dapat yang lebih baik dari Rolan," kata Rolan.


"Belum balik juga kamu...?" Tanya Ara yang tiba-tiba kembali lagi di hadapan mereka, tapi kali ini Ara mengenakan dress selutut dan membawa tas tenteng kecil.


"Ara..." gumam Rolan.


"Sayang, kamu mau kemana...?" Tanya bu Maria.

__ADS_1


"Mau ke rumah Leo Mam," jawab Ara.


...****************...


__ADS_2