
"bisa aja ni cewek ngelawak"gumam Arka dalam hati dan tersenyum.
Bu Jasmine menghampiri Nadia dan menyeretnya ke belakang.
"Nadia apa-apaan sih kamu, buat malu saja"ucap Mama Nadia.
"Ma, emang kenapa sih, ada yang salah sama penampilan Nadia...?"tanya Nadia.
"masih berani tanya kamu,pakai piyama, make up menor, ini apa lagi rambut di kepang 2"ucap Mama Nadia sambil menarik rambut Nadia.
"aw pelan-pelan dong Ma sakit"rintih Nadia.
"sekarang kamu ganti baju, hapus make up nya dan dandan yang benar"perintah Mama Nadia.
"gak mau, kalau Nadia ke kamar,Nadia gak akan kembali lagi"ucap Nadia.
"keterlaluan ya kamu"ucap Mama Nadia.
"Tante,Nadia"panggil Arka tiba-tiba.
"Arka ada apa..?"tanya Mama Nadia.
"mau numpang ke toilet boleh kan Tante"izin Arka.
"oh iya Arka di sebelah situ ya"tunjuk Mama Nadia.
"makasih ya Tante, oh ya Tante gak papa kok Nadia gitu aja malah keliatan lucu"ucap Arka.
"tuh kan Ma Arka nya aja gak keberatan"ucap Nadia.
"ya sudah lah kita ke depan sekarang kasian Om Boby sendiri menunggu lama karena ulah kamu"ucap Mama Nadia.
Arka tersenyum lalu berjalan menuju toilet, sementara Nadia juga tersenyum dan mengikuti Mama nya menemui orang tua Arka.
"maaf ya Pak atas kelakuan Nadia"ucap Mama Nadia.
"tidak masalah Buk, sejujurnya saya juga terkejut tapi saya paham mungkin ada maksud tersendiri buat Nadia berpenampilan seperti ini"ungkap Papa Arka.
"iya Pak"jawab Mama Nadia.
"oh ya Buk ini ada sedikit oleh-oleh, mudah-mudahan suka"ucap Papa Arka sembari memberikan bingkisan kue kepada Mama Nadia.
"repot-repot sekali Pak, terima kasih banyak ya Pak"ucap Mama Nadia dan menerima bingkisan tersebut.
"sama-sama Buk"jawab Pak Boby.
...
Keesokan hari Ara terbangun karena terkena sinar matahari pagi yang masuk melalui celah-celah ventilasi kamar nya.
"hua.... udah siang ternyata"ucap Ara saat melihat jam di ponsel nya.
__ADS_1
Lalu Ara teringat akan pesan dari Leo dan harus ia sampaikan kepada orang tua nya. Tanpa cuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu, Ara turun ke bawah dan mencari Mami nya ke sana kemari.
"Mami... Mam... Mami..... "panggil Ara.
"Mami di sini sayang"teriak Mami Ara dari arah dapur.
Ara bergegas menghampiri Mami nya itu.
"pagi Mam"sapa Ara saat melihat Mami nya.
"pagi sayang, udah bangun kamu...?"ucap Mami Ara pula.
"iya Mi baru aja"jawab Ara.
"ada apa sayang...?"tanya Mami Ara.
"Hmm.... Mami masak apa...?"tanya Ara balik.
"Mama lagi masak sop iga kesukaan kamu dan Papi, ada apa hayo...?"jawab Mami Ara dan bertanya lagi.
"Papi pulang siang...?"tanya Ara lagi.
"kamu nih ya tanya terus tapi pertanyaan Mami tidak di jawab"gerutu Mami Ara.
"he.. he.. he..ini Mi kata nya entar malam Dika mau datang ke rumah sama orang tua nya"ungkap Ara.
"oh ya, kamu serius...?"tanya Mami Ara.
"wah... pasti ada yang serius, Mami harus masak makanan enak nih nanti sore"ucap Mami Ara.
"masakan Mami setiap hari juga enak-enak Mi"ungkap Ara.
"eh sayang, tapi ini itu harus lebih spesial"terang Mami Ara.
"memang Mami tau mereka datang mau ngapain..?"tanya Ara.
"sini liat jari kamu"pinta Mami Ara.
"buat apa Mi...?"tanya Ara dan menunjukkan jari kanan nya.
"jari kiri"pinta Mami Ara.
Ara pun menunjukkan jari kiri nya dan Bu Maria melihat di jari manis Ara telah melingkar sebuah cincin yang Indah.Lalu Mami Ara tersenyum melihat Ara.
"kok senyum-senyum Mi..?"tanya Ara.
"Mami tahu kok mereka mau ke rumah kita ya bahas perayaan pertunangan kalian lah"ungkap Mami Ara.
"ih kok Mami tau sih curang"gerutu Ara.
"sudah ah,sana mandi dulu,gosok gigi terus sarapan dan setelah itu antarin mami belanja buat masak nanti sore"perintah Mami Ara.
__ADS_1
"siap bos"jawab Ara.
Mami Ara tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak semata wayang nya itu.
...
"sayang kita jadi ke rumah Ibu kan, gimana kalau malam ini kita tidur di rumah Ibu aja, kamu mau kan sayang...?"tanya Bryan kepada Sarah.
"ya mau lah sayang, suster nya kayla juga besok malam baru balik kan, Kayla juga pasti kangen banget sama Oma nya"jawab Sarah.
"iya sayang, Ibu juga lagi sibuk sama ketring nya maka nya gak sempat mau ke sini, aku kasih tau Ibu dulu ya"ucap Bryan.
"gak usah sayang, kita kasih Ibu supraise aja. Mendingan sekarang kita siap-siap aja mumpung masih siang, mampir ke supermarket dulu beliin Oma oleh-oleh"ucap Sarah.
"oh gitu, ya Udah kamu aja gih yang duluan siap-siap biar aku jaga Kayla, kamu kan lama dandan nya ribet wanita"ucap Bryan.
"hm...itu tau, oke deh"ucap Sarah dan bergegas bersiap-siap.
Setelah Sarah selesai, Bryan pula bersiap-siap dan Sarah mempersiapkan segala sesuatu tentang dan untuk anak nya dan juga apa saja yang akan di bawa ke rumah Ibu mertua nya.
"udah siap semua kan...?"tanya Bryan.
"udah dong"jawab Sarah.
"oke yuk berangkat"ajak Bryan.
"lets go"ucap Sarah.
...
"Frans"ucap Ara terkejut yang melihat Frans tiba-tiba muncul di kamar nya.
"hai Ara apa kabar...?"tanya Frans.
"Frans kamu mau ngapain lagi sih, aku pikir setelah sekian lama kamu gak muncul kamu udah kembali ke tempat seharusnya kamu berada"ucap Ara.
"Ara aku udah coba tapi aku gak di terima, aku ngerasa aku belum mati Ra sama seperti jiwa Loe yang tersesat waktu itu"ungkap Frans.
"kamu udah tau tentang Leo...?"tanya Ara.
"ya aku tau, aku udah lama memperhatikan kalian cuma aku malu mau muncul karena aku udah jahat selama ini sama kalian"jawab Frans.
"kamu yakin...?"tanya Ara.
"yakin Ra, cuma kamu yang bisa liat aku. Leo aja belum tentu ingat aku dan bisa liat aku sekarang. Tolong bantu aku Ra"pinta Frans.
"tolong apa...?"tanya Ara lagi.
"tolong cari tau siapa aku sebenar nya, dimana keluarga ku dan sebenar nya aku ini udah mati atau belum, aku gak tenang Ra"ungkap Frans.
"hah.... tapi Frans bukan nya aku gak mau nolong, cuma aku bingung harus mulai nya dari mana"ucap Ara dengan wajah kebingungan dan mengerutkan dahi nya.
__ADS_1
***