Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Ara terdiam dan menundukkan kepala nya.


"Ara are you okay...?" tanya Bu Risa.


"Om, Tante Ara mau pulang " ucap Ara.


"Bagus dong sayang,ini keputusan yang benar, bagaimana pun juga lari dari masalah itu gak baik, Tante dan Om senang kamu ada di sini,rumah jadi gak sepi, kami udah anggap kamu seperti anak kami sendiri, pintu rumah ini selalu terbuka lebar untuk kamu,kapan pun kamu mau datang silahkan saja" ucap Bu Risa.


"Iya benar sekali apa yang di ucapkan Tante Risa, yang terpenting sekarang kamu harus pulang, selesaikan dulu masalah kamu di rumah" sambung Pak Haris.


"Tante dan Om yang akan antar kamu pulang dan bicara sama orang tua kamu" ucap Bu Risa lagi.


"Makasih ya Om dan Tante udah baik banget sama Ara ,udah nampung Ara dan jaga Ara dengan baik" ucap Ara dan memeluk Bu Risa.


"sama-sama sayang" jawab Bu Risa.


Pak Haris dan Bu Risa mengantar Ara pulang ke rumah nya.Leo juga ikut dengan mereka.


...


ting.. tung.... Ara menekan bel rumah nya karena di kunci.


"Bik Sri... Bik Ina.... " panggil Ara.


"kenapa sayang...?" tanya Bu Risa.


"ini tumben banget pintu di kunci dan lama banget pintu nya di buka" jawab Ara.


Lalu tiba-tiba seseorang datang membukakan pintu yaitu Bik Ina.


"Non Ara sudah pulang? maaf Non tadi saya lagi di belakang jadi kurang dengar" ucap Bik Ina.


"iya Bik papa,pada kemana Bik kok sepi banget... ?tanya Ara.


"iya Non Bik Sri sedang membersihkan kamar nya Nyonya, Pak supir izin cuti pulang kampung" jawab Bik Ina.


Ara yang mendengar akan hal itu berlari menuju ke kamar Mami nya dan di susul oleh Leo, sementara itu Bu Risa dan Pak Haris di persilahkan masuk oleh Bik Ina.


"Bik Sri Mami mana...?" tanya Ara kepada Bik Sri yang sedang membersihkan kamar Mami nya itu.


"Non Ara, Nyonya sudah 2 hari sakit Non, gak mau makan dan gak mau minum, cuma mau Non Ara pulang, gak mau juga di bawa untuk berobat ,hingga tadi Nyonya pingsan dan sudah di bawa ke Rumah sakit oleh Tuan" jelas Bik Sri.


"Rumah sakit mana bik...?" tanya Ara mendesak.


"Rumah sakit Awal Bross Non"jawab Bik Sri.

__ADS_1


Ara berlari keluar dan tetap di ikuti oleh Leo.


"Ara ada apa...?" tanya Bu Risa yang melihat Ara berlarian menghampiri mereka.


"Mami Ara masuk rumah sakit Tante" jawab Ara dengan panik.


"jangan panik Ara ,sekarang kita ke rumah sakit" ucap Pak Haris.


Saat dalam perjalanan ke rumah sakit, Ara terus memikirkan Mami nya dan merasa sangat khawatir hingga ia meneteskan air mata.


"sayang.. kamu tenang ya, yang sabar ya. Aku yakin Mami kamu baik-baik aja kok" ucap Leo.


Ara hanya mengangguk menatap Rio.


Setiba nya di Rumah sakit, Ara bergegas ke resepsionis untuk menanyakan keberadaan Mami nya, Bu Risa dan Pak Haris serta Leo terus mengikuti Ara.


Mereka telah tiba di Instalasi Gawat Darurat, Ara menghampiri Papi nya yang sedang terpuruk di depan ruangan tersebut.


"Papi, Mami kenapa Pi..? " tanya Ara.


Papi Ara melihat ke arah sumber suara tersebut.


"Ara.... " ucap Papi Ara dan memeluknya.


"kondisi Mami kamu lemah sayang, kata Dokter Mami ada penyakit jantung, Mami gak boleh stress dan banyak pikiran" jawab Papi.


"ini semua salah Ara yang udah pergi dari rumah buat Mami jadi sepeti ini Pi, Ara minta maaf Pi" ucap Ara.


"gak sayang, Papi yang salah. Papi yang udah buat kamu pergi dari rumah hingga akhirnya Mami jadi sakit" ucap Papi Ara pula.


Pak Haris dan Bu Risa yang mengenali Pak Jackson Papi Ara langsung menghampiri nya.


"selamat siang Pak Jackson" ucap Pak Haris.


"Pak Haris, Bu Risa, iya selamat siang Pak, Kebetulan sekali Pak " ucap Papi Ara.


"Bukan kebetulan Pak " ucap Pak Haris lagi.


"Loh Papi kenal sama Tante Risa dan Om Haris..?Tanya Ara.


"iya, Pak Haris ini rekan bisnis Papi" jawab Papi Ara.


"memang iya Om...? "tanya Ara lagi kepada Pak Haris.


"iya Ra, oh iya Pak Jackson kami yang antar Ara kesini sekalian mau melihat Mami nya Ara" jelas Pak Haris.

__ADS_1


"Iya Pak, beberapa hari ini Ara ada di rumah kami. Jadi Bu Maria yang sedang sakit...? " sambung Bu Risa dan bertanya.


"Iya buk benar, itu Mami nya Ara " jawab Papi Ara.


"oh jadi yang Ibu Maria cerita waktu itu tentang anak nya yang ngambek berarti kamu Ara, kenapa Tante bisa gak kepikiran nya " ucap Bu Risa.


Ara menceritakan kepada Papi nya tentang awal mula ia bertemu dengan Pak Haris dan Bu Risa hingga tinggal di rumah nya.


Tidak lama kemudian Dokter keluar dari ruang IGD.


"bagaimana istri saya Dok...? bagaimana mami saya Dok...? " Pak Jackson dan Ara bertanya.


"pasien sudah sadar dan ingin bertemu dengan keluarga, hanya boleh 2 orang yang masuk bergantian ya" jelas dokter.


"alhamdulillah " ucap mereka bersamaan.


"Tante mau lihat Mami dulu gak bareng aku...? " tanya Ara kepada Bu Risa.


"gini sayang, Tante sama Om masih ada urusan. Salam aja buat Mami kamu, besok Tante kesini lagi ya" jawab bu Risa.


"oh gitu makasih ya Om, Tante" ucap Ara, bersalaman dan mencium tangan mereka.


"kami pulang dulu ya Pak" pamit Pak Haris.


"iya terima kasih banyak ya Pak, sudah menjaga Ara dengan sangat baik" ucap Pak Jackson.


"itu bukan apa-apa Pak, kami senang ada Ara di rumah ,lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi Pak" ucap Pak Haris dan mereka pamit pergi.


Sementara itu Ara dan Papi nya masuk ke ruang IGD untuk melihat Mami dan Istri nya itu.


"Mami..... "panggil Ara dan berlari menghampiri Mami lalu memeluk serta mencium nya.


"Ara, kamu udah pulang sayang. Mami kangen banget sama kamu, jangan tinggalin Mami lagi ya " ucap Mami Ara menangis.


"maafin Ara ya Mi, Ara gak akan kabur-kaburan lagi kok, Ara janji" ucap Ara.


Mami Ara sangat bahagia ,ia memeluk erat serta mencium anak nya.


"maafin Papi ya Mi, Ara.Papi yang udah buat situasi jadi seperti ini. Papi janji gak akan egois lagi, Papi sadar akan kesalahan Papi, Papi gak mau kehilangan kalian berdua" ucap Papi Ara bersedih.


"Papi sini deh mendekat" panggil Ara.


Pak Jackson menghampiri anak dan istri nya itu lalu memeluk nya. Mereka tertawa, terharu bahagia.


***

__ADS_1


__ADS_2