Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_71


__ADS_3

Pagi hari ketika bangun, Leo mendapati Ara yang tidur di kursi dengan menyandarkan kepala nya di kasur Leo serta memegang tangan nya. Sementara itu ia juga melihat teman-teman nya yang lain seperti Rio,Bryan,Sarah dan juga Nadia yang yang tertidur bersandar di sofa dan juga di lantai beralas tikar.


"siapa sebenar nya mereka semua..?apa lagi cewek ini, kenapa keliatan nya dia sayang banget sama aku"ucap Leo dalam hati dan tersenyum sambil memandang wajah polos Ara.


Ara menggerakkan tangannya dan perlahan membuka mata lalu melihat ke arah Leo, Leo yang sadar bahwa Ara sudah bangun langsung mengalihkan pandangan nya ke atas.


"Leo udah bangun...?"tanya Ara.


"udah, tolong lepasin tangan nya"pinta Leo.


"eh iya maaf"ucap Ara dan melepaskan tangan nya.


"kenapa kalian semua tidur di sini..?"tanya Leo.


"semua....???"tanya Ara balik.


"iya kalian semua"jawab Leo dan menunjuk teman-teman yang lain-lain.


"ya ampun... "ucap Ara terkejut.


Ara menghampiri teman-teman nya dan membangunkan mereka.


"bangun..... woy... bangun... "teriak Ara.


"apaan sih Ra, ngantuk tau"ungkap Nadia.


"tau ni Ara, aku baru aja tidur 2 jam dan sekarang baru jam setengah 6 Ara"jelas Rio.


"ini yang mau aku tanyain, cepetan bangun... "teriak Ara dan menarik tangan teman-teman nya agar bangun.


"duhh apaan sih Ra...? "tanya Bryan dengan mata terpejam.


"iya Ara, ini udah bangun"ungkap Sarah.


"jelasin"pinta Ara.


"jelasin apa..? "tanya Sarah pula.


"kenapa kalian semua ada di sini, bukan nya tadi malam kalian pulang...? "tanya Ara.


"ohh itu.... "ucapan Sarah terpotong karena Bu Amara masuk ke dalam ruangan Leo.


"pagi anak-anak makasih banyak ya udah nemenin Dika tadi malam"ucap Bu Amara.


"pagi Tante, sama-sama Tante jawab Ara dan teman-teman nya.


"sayang, maaf ya Tante udah repotin kamu dan teman-teman kamu"ucap Bu Amara yang menghampiri Ara.

__ADS_1


"gak kok Tante, kalau gitu kita semua pulang dulu ya Tante, kita harus kerja"pamit Ara.


Setelah berpamitan, Ara dan teman-teman nya pulang ke rumah masing-masing dan pergi bekerja.


...


"Sayang mendingan kamu gak usah kerja aja deh, kan baru tidur 2 jam. Kamu aja bawa mobil nya sampai gak konsen gitu tadi, untung aja kita gak papa"ucap Nadia saat ia dan Rio baru sampai ke Kantor.


"gak papa sayang, kamu cukup buatin aku kopi aja dan sering muncul di depan aku pasti mata aku seger terus" ungkap Rio.


"kita kan hari ini mau bahas proyek bareng pasti dong aku di depan mata kamu terus"jelas Nadia tersenyum.


"oh iya ya"ucap Rio.


"ya udah kamu tunggu di meja kerja kamu ,aku buatin kopi kamu dulu ya"ucap Nadia dan bergegas membuatkan kopi untuk Rio.


"makasih sayang,love you"ucap Rio.


"sama-sama, love yoo too"balas Nadia.


Doni teman sekantor mereka dan juga pria yang sudah lama naksir Nadia menghampiri Nadia yg sedang membuat kopi untuk Rio.


"hebat ya Rio"ucap Doni .


"maksud kamu..?"tanya Nadia.


"iya, padahal dia udah nyakitin kamu, tapi dengan mudah dia dapatin hati kamu lagi. Hebat dong " ungkap Doni.


Doni yang kesal hanya tersenyum mencibir.


"heh liat aja nanti"gumam Doni.


"ini kopi spesial buat orang spesial"ucap Nadia mengantarkan kopi buat Rio.


"wahh makasih ya orang spesial,pacar aku memang terbaik"ucap Rio.


"hmm...sama-sama, ya udah aku mau siapin file dulu ya. entar lagi kita ketemu di meja rapat"ucap Nadia dan meninggalkan Rio ke ruangan nya.


...


"Mi yang tadi itu temen-temen aku...?"tanya Leo.


"Mami gak tau ya kamu dulu pernah kenal gak sama mereka ,antara kamu lupa atau memang kamu gak kenal, karena setengah memori ingatan kamu 3 tahun belakangan ini belum kembali sayang, tapi untung nya kamu masih ingat sama Mami"jawab Bu Amara.


"terus cewek itu...?"tanya Leo lagi.


"cewek yang mana... ?"tanya Mami Leo tersenyum.

__ADS_1


"yang tadi terakhir ngobrol sama Mami"ucap Leo.


"ohh...yang paling cantik itu nama nya Ara, dia anak sahabat Mami dari sekolah. Mami udah pernah cerita sama kamu soal sahabat Mami tapi mungkin kamu lupa"jelas Bu Amara.


"oh yang itu aku ingat kok Mami pernah cerita, tapi kenapa kayak nya dia deket banget sama aku Mi, dia yang jagain aku dan di dekat aku tadi malam"ungkap Leo.


"sayang, kamu koma udah 3 tahun. Banyak sekali yang Mami mau ceritain sama kamu. Tapi Dokter bilang kamu belum terlalu pulih sayang, jadi jangan terlalu banyak tau dulu ya. Nanti ada saat nya, bertahap Mami akan cerita semua sama kamu"ucap Bu Amara.


"iya Mi, Papi mana...? "tanya Leo lagi.


"Papi ada meeting penting sayang, abis meeting Papi langsung kesini kok"jawab Bu Amara.


"iya Mi"jawab Leo.


"Selamat pagi Bu Amara,Andika Leo gimana kabar kamu..? "sapa Dokter yang masuk ke ruang rawat inap Leo bersama suster dan bertanya.


"Pagi kembali Dok"jawab Bu Amara.


"udah mendingan Dok"jawab Leo.


"Alhamdulilah perkembangan pemulihan kamu benar-benar luar biasa ,saya periksa dulu ya"ucap Dokter .


"iya Dok, jawab Leo.


"gimana kondisi anak saya Dok..? kapan boleh pulang..? "tanya Bu Amara.


"karena perkembangan pemulihan nya cukup baik, 2 atau 3 hari lagi anak Ibu sudah boleh pulang dan di rawat di rumah. Asalkan harus tetap rajin kontrol, sekarang istirahat dulu yang cukup ya, jangan banyak pikiran"jelas Dokter.


"terima kasih Dok"ucap Leo.


"terima kasih banyak Dok"ucap Bu Amara pula.


"sama-sama, saya permisi dulu ya Andika, Buk"pamit Dokter.


...


Sore hari setelah bekerja Nadia dan Sarah mampir ke rumah Ara sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing.


"Ra kenapa sih gak langsung ngomong ke Leo aja siapa kamu...? "tanya Sarah.


"iya Ra, kayak gini terus bakalan buat kamu tersiksa"sambung Nadia.


"ya gak bisa sekarang lah Sar, Nad, kalian tau sendiri kan gimana kondisi Leo. Jangankan mau mendengar yang aneh-aneh dengan aku cerita ke dia kalau kita berdua kenal sewaktu dia lagi koma, sama masa lalu nya aja dia gak ingat semua,setengah memori ingatan nya ilang"jelas Ara.


"iya sih sama aku aja Leo lupa, padahal kita udah pernah ketemu"ungkap Nadia.


"jadi rencana kamu sekarang apa Ra...?"tanya Sarah.

__ADS_1


"aku gak tau apa yang harus aku lakuin sekarang"jawab Ara geleng-geleng kepala.


***


__ADS_2