
"Kami benar-benar tidak tau Pak, kami hanya memanggilnya Bos," kata preman 2.
"Mungkin kalau dari nama kalian tidak tau, tapi kalau dari foto ini pasti kalian mengenalnya kan?" Tanya Arka yang tiba-tiba masuk ke ruangan interogasi sembari menunjukkan foto yang ada di ponselnya.
Arka meminta izin kepada Polisi untuk menemui para preman, karena ada hal yang sangat penting yang ingin disampaikannya yaitu untuk memperlihatkan foto orang yang mereka curigai. Polisi pun mendukung apa yang akan dilakukan oleh Arka tersebut.
"Sekarang jawab, apa kamu kenal sama orang yang ada di foto ini?" Tanya pak Polisi.
"Iya Pak benar, dia Bos kami. Tapi tidak hanya dia sendiri melainkan dengan seorang perempuan," jawab preman 1.
"Perempuan? Siapa?" Tanya Pak Ardi.
"Kami juga tidak tahu namanya," jawab preman 1.
Arka pun menggeser foto di ponselnya dan menunjukkan salah satu foto lainnya yaitu foto seorang wanita, "Apa ini?" Tanyanya sembari menunjukkan foto tersebut kepada para preman.
"Iya Pak, iya benar dia ini perempuannya," jawab preman 1 diiringi anggukan kepalanya.
"Sudah ku duga, ternyata benar memang mereka berdua ini dalang di balik ini semuanya," kata Arka. Lalu ia pun segera melangkahkan kakinya hendak keluar dari ruangan interogasi.
"Arka, kamu mau kemana?" tanya Pak Ardi.
"Arka ada urusan, Om tenang aja ya Arka akan cari tau dimana keberadaan mereka berdua supaya Polisi juga lebih mudah," kata Arka.
"Iya Arka, tapi ingat kamu jangan gegabah," kata pak Ardi.
"Iya Om," jawab Arka.
Saat itu Polisi juga langsung mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Tama dan Karina yang saat ini dinyatakan kabur. Karina sudah dua hari tidak memunculkan batang hidungnya di perusahaan milik pak Ardi itu.
...
"Sayang ayo dong, kamu udah janji kan mau memuaskan aku dari kemarin, tapi apa nyatanya? Kamu mengingkarinya terus, padahal aku udah melakukan apa yang kamu inginkan, aku udah nggak sabar banget nih," kata Tama.
__ADS_1
"Tama, kamu udah gila ya? Kita ini sekarang lagi jadi buronan Polisi, kamu sempat-sempatnya ya minta itu sama aku," kata Karina.
"Ya terus kita mau ngapain lagi coba, kita juga udah dikepung kan? Mau keluar juga udah nggak bisa. Lagian kamu tenang aja lah, tempat ini tuh udah tempat yang paling aman buat kita sembunyi sekaligus kita bisa bermadu kasih," kata Tama sembari mengerlingkan kedua matanya menggoda Karina.
"Apaan sih kamu, sempat-sempatnya dalam keadaan tegang kayak gini kamu malah Godain aku," hardik Karina.
"Udahlah Karina, nggak usah dipikirin. Aku yakin kita nggak bakalan ketangkap kok," kata Tama.
"Seyakin itu ya kamu, gimana coba kalau kita ketangkap? Kamu mau tanggung jawab?" Tanya Karina.
"Aku gak peduli, yang penting kita senang-senang aja dulu sekarang," kata Tama.
"Enggak, aku nggak mau," tolak Karina, lalu ia pun keluar dari kamar dan pergi ke ruangan lain.
"Karina, Karina, kamu mau kabur kemana? Kamu juga nggak akan bisa keluar Kok dari tempat ini, ingat Polisi di luar sana berkeliaran mencari kita," gumam Tama.
"Dasar orang gila, bisa-bisanya dia santai dalam keadaan kayak gini. Duh … gimana coba nasib aku sekarang, aku udah jadi buronan dan aku enggak bisa ke mana-mana lagi sekarang. Aku harus cari cara supaya bisa keluar dari tempat ini. Aku nggak mau terus-terusan bersembunyi di sini bersama Tama pria mesum itu," gumam Karina.
...
"Hai Leo, akhirnya kita ketemu lagi," sapa Frans.
"Maksud kamu apa Frans?" Tanya Leo.
"Ya ampun Leo, memangnya kamu nggak tau, nggak ingat kalau kamu itu sudah kembali ke dunia nyata, tapi kenapa sekarang kamu kembali lagi ke sini?" kata Frans.
"Aku udah kembali ke dunia nyata?" Tanya Leo kebingungan.
"Iya saat ini kamu sudah bersama dengan Ara di dunia nyata," jawab Frans.
"Oh ya? Tapi kenapa ya di saat aku sedang berada di sini, aku sama sekali nggak ingat tentang dunia nyata," kata Leo.
"Begitupun saat di dunia nyata, kamu juga sama sekali nggak ingat kalau kamu pernah ada di dunia lain," kata Frans.
__ADS_1
"Entahlah, yang jelas kalau memang aku udah kembali ke dunia nyata, aku ingin segera kembali lagi. Aku tidak mau berada di sini, apalagi bersama dengan kamu," kata Leo.
"Sombong banget, tapi kamu enak ya udah bisa kembali ke dunia nyata, nggak kayak aku yang sama sekali belum bisa kembali. Statusku masih menggantung, entah sudah berapa lama aku tersesat dan tidak tau arah pulang. Bahkan aku sudah pernah minta tolong Ara dan sahabat-sahabatnya, kamu juga bantuin untuk mencari siapa keluarga aku, tetapi sama sekali belum bertemu dengan mereka," kata Frans.
"Hahaha, mungkin kamu memang udah nggak dianggap kali Frans, udah nggak diharapin lagi sama mereka," ledek Leo. Meskipun sebenarnya Leo merasa iba, akan tetapi ia sengaja mengajak Frans untuk bercanda agar Frans bisa melupakan kesedihannya.
"Sialan! Mentang-mentang udah balik ke dunia nyata, malah ngejek aku. Aku doain ya kamu nggak bakalan balik lagi ke dunia nyata," ucap Frans.
"Doa kamu itu nggak bakalan terkabul, aku pasti bakalan berusaha untuk kembali lagi ke dunia nyata, karena aku yakin Ara dan keluarga aku pasti selalu berdoa dan mengharap aku untuk kembali, berbeda sama kamu," kata Leo.
"Terserah apa kata kamu aja lah, lagian aku juga udah nyaman kok ada di dunia ini. Mau balik lagi atau enggak terserah atau aku pergi aja di tempat seharusnya aku berada, meskipun aku belum diterima," kata Frans.
"Kamu yang sabar ya, kalau memang harus kembali, kamu pasti akan kembali. Dan kalau memang harus pergi ke dunia kamu yang sesungguhnya, kamu juga pasti akan pergi," kata Leo.
"Tumben kamu baik sama aku," kata Frans.
"Aku memang selalu baik kali sama kamu, kamu aja yang jahat sama aku," kata Leo.
"Ah nggak juga," bantah Frans.
"Ya udahlah selamat merenungi nasib, aku pergi dulu, mau berjuang untuk kembali ke dunia nyata," kata Leo.
Kembali ke dunia nyata...
Perlahan Leo menggerakkan tangannya dan perlahan mencoba membuka matanya, setelah matanya itu terbuka, ia sangat tidak asing melihat tempat dimana sekarang dia berada, karena ini adalah rumah sakit yang sama sewaktu dia dulu pertama kali koma. Saat ini, Leo juga melihat Ara yang sedang tertidur di sampingnya dengan memegang erat tangannya.
"Sayang," panggil Leo.
Sontak saja Ara langsung terbangun, ia merasa sedang bermimpi karena mendengar suara Leo memanggilnya.
"Sayang," panggil Leo sekali lagi.
Sementara Ara masih tercengang karena merasa tidak percaya.
__ADS_1
...****************...