
"Cinta tunggu"panggil Beni mengejar Cinta.
"ini semua gara-gara kamu ya Ben, ngapain sih kamu ngomong kayak gitu tadi, coba dong kamu tahan emosi kamu sedikit aja"ucap Cinta.
"apa kamu bilang tahan sedikit, aku udah nahan lama, aku udah muak Cinta. Kamu sendiri juga bilang kan udah gak nyaman sama dia, kalian juga udah putus, aku yang sekarang ada buat kamu dan selalu jaga kamu. Maka nya aku gak suka Arka bentak-bentak kamu kayak tadi"ungkap Beni dan memegang tangan Cinta.
"entah lah, sekarang kamu jangan ganggu aku dulu, aku mau sendiri"ucap Cinta melepaskan tangan Beni lalu pergi.
"Cinta terus aku pulang sama siapa... ?"tanya Beni.
"terserah kamu"jawab Cinta.
"akh... sial"keluh Beni.
...
Leo turun dari taxi tepat di depan rumah Irene, ia melihat ponsel nya dan tidak menyadari ada panggilan tak terjawab 9 kali dari Ara. Leo juga membuka pesan watshap dari Ara.
"Pak tunggu sebentar ya"pinta Leo kepada supir taxi.
Leo segera menghubungi Ara kembali.
"kak,Leo nelpon"terang Ara.
"ya udah angkat langsung"pinta Irene.
"halo sayang"ucap Ara mengangkat telpon.
"halo sayang kamu dimana sekarang, maaf hp aku di silent, aku baru baca wa kamu"ucap Leo.
"iya gak papa kok, aku sama kak Irene udah mau sampai tujuan yang aku wa kamu tadi"jawab Ara.
"kamu beneran sama Irene..? "tanya Leo.
"iya beneran"jawab Ara.
"ya udah aku kesana sekarang"ungkap Leo.
"tunggu, kamu dimana sekarang dan gak bawa mobil sendiri kan...? "tanya Ara.
"gak lah sayang, Mami mana izinin. Udah ya tunggu aku di sana entar lagi aku sampai.
"ya udah hati - hati"ucap Ara.
"iya sayang"jawab Leo dan memutuskan panggilan.
"romantis banget ya kalian, saling khawatir,jadi ingat masa lalu aku sama Leo"ucap Irene.
__ADS_1
"Kak udah ya, Kakak juga udah punya suami kan sekarang"ucap Ara.
"Iya Ra, terus Leo otw juga kan sekarang...?"tanya Irene.
"iya kak"jawab Ara.
Sesampainya di Cafe...
Irene dan Ara duduk menunggu kedatangan Leo, tidak lama kemudian Leo pun tiba dan langsung masuk menghampiri mereka berdua.
"Leo... "ucap Irene.
"Irene"ucap Leo saat melihat lrene.
"hai Leo gimana kabar kamu..?"tanya Irene dan hendak memeluk Leo.
Ara yang melihat akan hal itu hanya bisa pasrah dan mengalihkan pandangan nya. Wajah Ara tampak murung, Leo yang melihat kekasih nya itu merasa tidak nyaman dengan sikap Irene.
"maaf Irene, aku baik-baik aja kok"jawab Leo.
Leo menolak pelukan yang akan di berikan Irene lalu segera menghampiri Ara dan duduk di samping Ara.
"sayang maaf ya aku tadi gak angkat telpon kamu"ucap Leo dan mengecup kening Ara.
"gak papa sayang, yang penting kamu gak kenapa-napa"jawab Ara.
"oh ya Irene kapan datang...? gak bareng suami...? "tanya Leo.
"udah mau 2 minggu lah aku di sini, enggak suami lagi banyak kerjaan"jawab Irene.
"jadi ketemuan di sini mau bahas apa...? "tanya Leo.
"aku udah dengar semua nya tentang kamu, tentang Ara, meskipun kamu gak ingat tapi kamu udah tau kan cerita nya. Aku mau minta maaf sama kamu, kalau bukan karena aku waktu itu yang maksa kamu buat jemput aku, pasti kamu gak akan koma, Mami kamu gak akan benci sama aku dan kita masih sama-sama sekarang"ucap Irene.
"Ren, sebenar nya sebelum aku tau kamu ajak aku ketemu, aku juga udah ke rumah kamu mau tau kebenaran nya. Dan ternyata semua itu benar. Sekarang aku mau bilang sama kamu, apa pun yang udah terjadi dan apa pun masalah nya kita lupain aja.Masalah Mami aku yakin suatu saat dia akan maafin kamu"ucap Leo pula.
"tapi Yo kalau aku tau kamu masih hidup aku gak mungkin menderita dan aku pasti akan selalu menjaga juga menunggu kamu bangun"ungkap Irene.
"ini udah jalan nya Ren, kamu udah nikah kan sekarang, gak mungkin lah kamu menderita punya suami yang begitu sayang sama kamu. Fokus aja sama keluarga kamu dan aku juga akan fokus sama Ara"ucap Leo lalu memegang tangan Ara.
"oke, aku cuma bisa doain yang terbaik buat kalian"ucap Irene bersedih.
"Kak maafin Ara ya"ucap Ara.
"sory Ara, kamu jangan ikutin aku dulu,Aku mau sendiri"ucap Irene.
"tapi kak.. "ucap Ara.
__ADS_1
Irene bangun dari tempat duduk nya. dan bergegas meninggalkan Leo juga Ara.
"Kak Irene tunggu"teriak Ara.
"udah sayang biarin aja dulu"ucap Leo.
"tapi Yo gak enak sama Kak Irene"ungkap Ara.
"Kamu dengar kan tadi Irene bilang dia mau sendiri, dia harus belajar buat terima kenyataan"ucap Leo menenangkan Ara.
...
"Sayang,memang nya gak papa kamu lama-lama di sini, gimana kalau Mama kamu nyamperin kesini terus kamu di marahin"ucap Rio.
"udah ya kamu gak perlu mikirin itu, lagian ini semua gara-gara Mama juga kan"ucap Nadia.
"ini bukan salah Mama kamu, ini masalah aku sama Arka"ucap Rio.
"aku heran deh kenapa juga Arka harus marah dan mukul kamu, jelas-jelas dia bilang gak mau di jodohin sama aku"gumam Nadia.
"mungkin buat ngeyakinin Mama kamu aja kalau dia nerima perjodohan kalian atau dia memang udah berubah pikiran dan menerima perjodohan kalian"jawab Rio.
"itu gak mungkin deh kayak nya,apa pun alasan nya aku gak suka dia buat kamu kayak gini"ungkap Nadia.
"aku gak papa kok sayang, kamu gak mau tau gimana keadaan Arka sekarang, karena yang aku tau dia lebih parah lho dari aku"terang Rio.
"aku gak peduli, sayang temen-temen pada mau kesini, Sarah dan Bryan lagi di jalan. Kalau Ara sama Leo lagi ada urusan dulu kata nya ,tapi entar kesini juga"ungkap Nadia.
"oh ya, jadi ngerepotin mereka dong"ucap Rio.
"gak lah sekalian ngumpul, lagian gak pengen tau apa kenapa Ara bisa sama Leo, kan biasa nya berantem mulu kayak anjing sama kucing, aku yakin deh pasti ada cerita dari mereka"ucap Nadia.
"iya juga ya,penasaran sama perkembangan mereka"sambung Rio.
"Hai..... "ucap Sarah yang tiba-tiba masuk ke kamar Rio bersama Bryan.
"Sarah, Bryan, ketuk pintu dulu dong"gerutu Sarah.
"hai bro"sapa Bryan kepada Rio.
"hai bro"balas Rio.
"ngapain juga ketuk pintu, lagian ngapain hayo berduaan di dalam kamar...?"ledek Sarah.
"gak ngapa-ngapain kok, kan nemenin Rio lagi sakit"jawab Nadia.
***
__ADS_1