Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_102


__ADS_3

Ponsel Ara berdering ada panggilan telfon masuk dari Mami nya. Ara melepaskan pelukan Arka dan bergegas mengangkat telfon tersebut.


"Halo Mami"ucap Ara.


"sayang, kamu lagi dimana..? Mami kira kamu ketemu Dika dan bareng Dika ke Rs jenguk Tante Amara"tanya Mami Ara.


"gak kok Mi, Ara lagi di rumah temen"jawab Ara.


"oh.. Dika ada di sini dan wajah nya tampak lagi kesal, kalian berantem ya...?"terang Mami Ara dan bertanya.


"gak kok Mi, Mami nelpon Ara gak dekat-dekat Dika kan...?"tanya Ara.


"tidak sayang, Mami ada di luar ruangan,Dika ada di dalam"jawab Mami Ara.


"oh...Mami jangan tanya macam-macam ya ke Dika.Udah dulu ya Mi Ara lagi ada urusan, salam buat Tante Amara Mi"ucap Ara.


"ya sudah kamu hati-hati ya sayang"ucap Mami Ara.


"iya Mi, love u... bye... "ucap Ara.


"love u too sayang, bye... "balas Mami Ara.


Lalu panggilan telfon terputus.


"Tante Maria..?"tanya Arka.


"ya Ka, oh ya Ka makasih ya buat hari ini, maaf udah ngerepotin kamu. Aku harus pulang"ucap Ara.


"sama-sama Ra, gak ada yang repot .Kalau pun iya aku senang kok di repotin kan, ha.. ha.. ha.. "ungkap Arka tertawa.


"Arka bisa aja kamu"ucap Ara tersenyum.


"gitu dong senyum, jangan sedih-sedih lagi ya, kalau ada apa-apa bilang sama aku"ucap Arka.


"siap bos, ya udah aku pulang dulu ya"pamit Ara.


"hati-hati ya Ra"ucap Arka.


"oke"jawab Ara.


Ara masuk dalam mobil dan melajukan mobil nya.


...


"maaf ya Ra dari toilet tadi aku nelpon Ara dulu"terang Bu Maria.


"iya tidak apa-apa ok Mar, terus Ara nya dimana..?"tanya Bu Amara.


"lagi di rumah teman nya"jawab Bu Maria.

__ADS_1


"bukan teman, tapi selingkuhan nya"gumam Leo dalam hati.


"Dika kamu tidak ketemu Ara hari ini..?"tanya Bu Amara.


"gak Mi"jawab Leo singkat.


"kalian baik-baik saja kan..?"tanya Bu Amara lagi.


"baik kok Mi"jawab Leo.


"Dika maaf ya bukan Tante mau ikut campur, tapi kalau ada masalah kalian jangan diam-diam saja ya. Harus di selesaikan secara baik-baik, kalian kan sama-sama sudah dewasa. Apalagi Tante tahu bagaimana Ara ,dia paling tidak bisa punya masalah dengan orang yang dia sayang,selalu di pikirkan sampai dia tidak bisa tidur"ungkap Bu Maria.


Leo terdiam mendengar ucapan Bu Maria.


"iya sayang, apa lagi kamu itu kan laki-laki ya kamu harus mengerti bagaimana sensitifnya hati wanita yang mudah menangis walau kadang dia sembunyikan rasa sedih itu di depan orang yang dia sayang, mudah marah, emosi, tapi Mami tahu Ara orang nya baik dan begitu sabar "ungkap Mami Leo pula.


"tapi meski demikian, Ara itu paling jago memperlihatkan ke orang-orang bahwa dia baik-baik saya padahal hati nya rapuh, Tante paling tahu kalau Ara lagi bohong dan menyembunyikan masalahnya dari Tante"ungkap Bu Maria lagi.


"iya Tante, Mami"jawab Leo tertunduk.


"Tante kira Ara mau ketemu Dika pagi ini, padahal Dika tahu kan Ara itu lagi kurang sehat ,semalam seharian di rumah saja, tapi pagi ini maksa minta Tante izinin keluar kata nya ada hal yang sangat penting.


"Ara sakit Tante...? Dika gak tau"ucap Leo


"oh.. mungkin Ara tidak mau Dika khawatir"ucap Bu Maria.


"iya Ra, Dika juga kuat sama seperti kamu ,bukti nya dia bisa sembuh seperti saat ini, dan sekarang kamu yang harus berjuang untuk sembuh"ucap Bu Maria .


"iya Mar"jawab Bu Amara.


"Leo begok banget sih kamu, Tante Maria dan Mami benar, harus nya aku memikirkan perasaan Ara juga, gak hanya mikir keegoisan aku sendiri,sampai Ara sakit aja aku gak tau. Dan hari ini apa yang udah aku lakuin, Aku harusnya bisa percaya Ara"gumam Leo dalam hati.


...


"kamu kenapa gelisah seperti itu sih...?"tanya Ibu Bryan.


"Buk emang nya harus ya di pingit kayak gini,bukan nya cukup cewek aja?"tanya Bryan balik.


"ya harus dong, 3 hari lagi kamu akan menikah sama Sarah, itu tidak lama lagi sayang, sabar dong sedikit saja, jangan ketemu dulu sama Sarah"jawab Ibu Bryan.


"Buk Bryan gak mau ketemu sama Sarah kok, Sarah di rumah aja gak kemana-mana"ucap Bryan.


"jadi kamu mau ketemu siapa..?"tanya Ibu Bryan.


"mau ketemu Leo Buk"jawab Bryan.


"Leo siapa.....?"tanya Ibu Bryan lagi.


"temen Bryan lah Buk, bentar aja boleh ya"pinta Bryan.

__ADS_1


"ya sudah tapi jangan lama-lama ya"ucap Ibu Bryan.


"oke Buk, makasih ya Buk. Bryan jalan sekarang"ucap Bryan


Bryan menghubungi Leo dan menuju lokasi yang ia janjikan dengan Leo di cafe dekat rumah sakit.


Sesampainya di sana,Leo dan Rio sudah menunggu kedatangan Bryan.


"hai bro"sapa Bryan.


"hai bro"balas Leo dan Rio.


"loe di di sini juga...?"tanya Bryan kepada Rio.


"yah seperti yang loe lihat lah"jawab Rio.


"oh, jadi ini ada apa loe ngumpulin kita di sini..?"tanya Bryan kepada Leo.


"gue lagi ada masalah dengan Ara, loe berdua kan sahabat Ara bahkan mantan nya, gimana cara nya supaya Ara bisa maafin gue, karena kesalahan gue kali ini udah keterlaluan banget"ungkap Leo.


"tau aja loe kita mantan Ara"ucap Bryan.


"loe cerita dulu ke kita apa masalah nya"pinta Rio.


Leo menceritakan masalah nya kepada Rio dan Bryan, juga tentang Arka sahabat Ara yang baru kembali dari luar Negeri.


"Arka, kenapa nama nya sama dengan cowok yang kelahi sama gue waktu itu ya, cowok yang di jodohin sama Nadia"ucap Rio.


"tapi loe kemaren gak sebutin nama nya begok, bahkan gue aja gak tau Ara punya sahabat nama nya Arka, padahal gue pacaran cukup lama sama Ara"ucap Bryan.


"berarti loe kekasih gak di anggap sama Ara"ledek Rio.


"sialan, emang nya Ara cerita sama loe...?"tanya Bryan.


"ya enggak juga sih"jawab Rio.


"nah tu kan"ucap Bryan.


"woy, sekarang itu gak penting. Yang penting sekarang gimana cara nya minta maaf sama Ara.Kasih saran dong"pinta Leo.


"loe udah coba telpon..?"tanya Bryan.


"nomor Ara gak aktif"jawab Leo.


"langsung ke rumah nya aja, bawa bunga atau coklat"saran Rio.


"loe pikir Ara mempan pakai begituan"ucap Bryan.


***

__ADS_1


__ADS_2