
"Ara..ngapain...? "tanya Irene.
"ini kak, tadi malam Ara nginap di sini ada temen yang sakit"jawab Ara gugup.
"oh jadi yang kamu bilang ada urusan ini ya...? "tanya Irene lagi.
"iya Kak, maaf ya tadi malam gak bisa ikutan"ucap Ara.
"ya gak papa dong Ra"jawab Irene.
"terus kakak ngapain...? "tanya Ara pula.
"jenguk temen di ruangan ini"jawab Irene menunjuk.
"oh ya udah lanjut kak,Ara mau ke toilet dulu"ucap Ara.
"iya Kakak masuk dulu ya Ra,entar kakak jenguk temen kamu deh"ucap Irene.
"i.. iya kak"jawab Ara.
Ara berlari ke toilet saat Irene sudah masuk ke dalam kamar pasien.
"duh gawat, harus cepat-cepat bawa Leo pulang"gumam Ara dalam hati.
"Ara tadi Tante dengar kamu berbicara dengan seseorang, tapi pas tante cek keluar sudah gak ada siapa-siapa"ungkap Bu Amara saat Ara kembali dari toilet.
"duh... untung aja"gerutu Ara.
"Ara ,kenapa...? "tanya Bu Amara yang melihat Ara gugup.
"itu Tante tadi ada orang tanya kamar pasien"jawab Ara berbohong.
"maaf tante Ara terpaksa bohong"gumam Ara dalam hati.
"oh.. kalau gitu sekarang kita pulang ya"ajak Bu Amara.
"sini Tante biar Ara yang bawa tas nya"tawar Ara.
"makasih ya Ara"ucap Bu Amara sambil menyerahkan tas berisi perlengkapan Leo selama di rumah sakit.
"sama-sama Tante"jawab Ara.
Bu Amara memapah Leo berjalan menuju ke depan ,sementara Ara berjalan ke arah parkiran mengambil mobil nya, dalam hati nya selalu merasa khawatir tiba-tiba Leo dan Mami nya bertemu dengan Irene.
Leo dan Bu Amara bertemu Ara di depan rumah sakit, Leo langsung masuk ke dalam mobil Ara lalu teringat sesuatu.
"Mi charger Dika ketinggalan di bawah tempat tidur, jatuh tadi Mi"ucap Dika.
"ya ampun sayang, ya sudah Mami ambil dulu ya"ucap Mami Leo.
"Tante biar Ara aja ya yang ambil"pinta Ara.
__ADS_1
"biar Tante saja, kamu tolong temenin Dika ya sayang"ucap Bu Amara lalu pergi.
Ara yang tadi nya sudah merasa lega, kini kembali merasa gelisah. Dan benar saja kegelisahan Ara terjadi tepat di depan mata nya.
"Tante Amara"panggil Irene.
"kamu"ucap Bu Amara lalu berbalik arah dan masuk ke dalam mobil Ara.
"Ara tolong kita langsung jalan ya"pinta Bu Amara.
"loh charger Dika Mi"ucap Dika.
"nanti saja"jawab Bu Amara singkat.
"baik Tante"Jawab Ara lalu melajukan mobil.
"Tante tunggu... "panggil Irene.
...
"Pa kenapa sih Arka harus di jodohin sama cewek yang udah punya pacar, Arka juga punya pacar kok Pa"keluh Arka.
"kamu itu jangan banyak mengeluh ya, dulu Papa dan Mama Nadia itu pernah berhubungan, tapi hubungan kami hancur karena orang ketiga yaitu Papa nya Nadia"ucap Pak Boby.
"tapi Papa nya Nadia udah gak ada Pa"ucap Arka.
"ya Bagus dong, jadi rencana Papa untuk membuat Jasmine sengsara melalui anak nya itu akan mudah"ungkap Pak Boby.
"bukan begitu Arka, kamu ikut saja apa yang sudah Papa atur buat kamu"perintah Papa Arka.
"Pa, Mama udah gak ada, Papa Nadia juga single, sekarang saat nya Papa mengejar Cinta lama Papa lagi, Arka dukung kok Pa.Tapi kenapa malah Arka yang di jodohin sama Nadia...? "ucap Arka.
"Arka asal kamu tahu ya sebelum kamu ajarin Papa, Papa sudah duluan mendekati dan melamar Jasmine. Tapi jawaban nya buat Papa sakit hati untuk yang kedua kali nya. Papa di tolak dengan alasan belum bisa melupakan Papa nya Nadia"jelas Papa Arka.
"terus menjodohkan Arka dan Nadia itu ide siapa...?"tanya Arka.
"awal nya itu ide Jasmine, dia bilang masih menganggap Papa sahabat baik nya dan memberi ide untuk menjodohkan kalian. Apa lagi Jasmine sangat tidak menyukai pasangan Nadia sekarang. Menurut Papa ini juga kesempatan Papa untuk membalas dendam lewat kamu.Maka dari itu Papa menyetujui nya"ungkap Papa Arka.
"Papa sama Tante Jasmine sama aja memanfaatkan Arka"ucap Arka murka.
"Arka kamu harus bisa tolong Papa"bentak Papa Arka.
"ah terserah"ucap Arka lalu masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu .
"Arka kamu harus ke kantor"teriak Pak Boby.
Arka sama sekali tidak menggubris teriakan dari Papa nya.
...
"Mi kenapa sih tadi gak jadi di ambil charger Dika...? "tanya Leo.
__ADS_1
"gak apa-apa sayang, Mami hanya mau kamu cepat sampai ke rumah dan istirahat. Lagian Mami bisa kok minta pihak rs simpan charger kamu dulu, nanti bisa di ambil. Sementara kamu pakai charger Mami saja dulu ya"ucap Bu Amara beralasan.
"iya deh Mi"jawab Leo.
"ternyata Tante Amara gak mau Kak Irene ketemu lagi sama Leo, apa lagi sampai Kak Irene tau kalau Leo masih hidup, huftt.... jadi lega"gumam Ara pelan.
"Ara kamu bicara apa...?maaf ya Tante kurang dengar tadi lagi bicara sama anak Tante"tanya Bu Amara.
"eh gak papa kok Tante ,tadi Ara.... nyanyi, iya Ara nyanyi Tante"jawab Ara berbohong.
"oh gitu,ya sudah"ucap Bu Amara.
"yang fokus nyetir nya ,hati-hati bawa kita"ucap Leo jutek.
"Leo, kamu tidak boleh seperti itu dong sama Ara"ucap Mami Leo.
"Gak papa Tante"ucap Ara dan tidak menggubris Leo.
Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Bu Amara.
"Ara kamu masuk dulu ya"ajak Mami Leo.
"gak usah Mi, kan Ara mau kerja"bantah Leo.
"Leo...... "ucap bu Amara Melirik Leo.
"gak usah Tante bener kok kata Dika,Ara harus buru-buru pulang mandi, ganti baju terus ke kantor. Ara pamit ya Tante"ucap Ara menyalami dan mencium tangan Bu Amara.
"hati-hati ya sayang,jangan ngebut-ngebut dan salam buat Mami kamu,terima kasih banyak ya"ucap Bu Amara.
"iya Tante"jawab Ara.
"hati-hati"ucap Leo pula.
Ara menatap Leo dengan sinis tanpa menjawab apa pun lalu bergegas masuk ke dalam mobil dan berlalu.
Bu Amara hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Leo dan Ara.
"kamu sih, ngambek kan Ara nya"ucap Mami Leo.
"biarin aja, masak gitu aja ngambek .Entar juga baikan"jawab Leo.
"terserah kalian aja deh, yuk masuk"ajak mami Leo.
Lalu Leo dan Mami masuk ke dalam rumah nya.
"Leo........... "teriak Ara emosi saat ia sedang menyetir mobil.
"awas aja ya, aku akan balas perbuatan kamu. Aku pastiin kali ini kamu gak bisa jutek lagi sama aku dan kamu yang akan cari aku, mulai sekarang"gerutu Ara sambil tersenyum licik.
***
__ADS_1