
"sayang, kamu belum bilang kan sama Ibu...?"tanya Sarah.
"belum, emang kenapa...?"jawab Bryan dan bertanya balik.
"jangan dulu ya, aku mau kasih tau kabar ini sebagai kejutan pas di hari ultah Ibu nanti"ucap Sarah.
"emang kamu masih ingat ultah Ibu...?"tanya Bryan.
"ya masih lah, kamu ini ngeremehin aku banget"jawab sarah manyun.
"aku bercanda sayang, aku tau kok kamu selalu ingat sama ultah Ibu, bahkan saat kita berpisah pun kamu gak pernah lupa ucapin dan kasih kado ke Ibu"ucap Bryan.
"nah itu tau, aku itu udah anggap Ibu kayak Ibu kandung aku sendiri"ungkap Sarah.
"iya sayang, jangan ngambek dong, aku kan cuma bercanda"ucap Bryan.
"pujuk dong biar gak ngambek"ucap Sarah.
"hm.. aku beliin tas limited edition yang kamu simpan fotonya di galery hp kamu mau...?"tanya Bryan.
"ih kamu intip-intip galery aku ya"gerutu Sarah.
"gak papa lah hp istri sendiri, mau gak nih...?"tanya Bryan.
"mau tapi kan 50 juta sayang harga nya"jawab Sarah.
"aku ada kok, apa sih yang enggak buat istri aku tersayang"ucap Bryan.
"mau.... "ucap Sarah.
"ya udah kita langsung pesan ya"ucap Bryan.
"yey... makasih sayang"ucap Sarah.
"sama-sama sayang, gak ngambek lagi kan...?"tanya Bryan.
"gak dong"jawab Sarah lalu mencium pipi Suami nya.
...
"Jasmine boleh saya tanya sesuatu sama kamu...?"tanya Dokter Herman.
"asalkan itu bukan masalah pribadi boleh dan saya akan jawab"ucap Bu Jasmine.
"hm... (Dokter Herman tampak memikirkan sesuatu) oh ya saya lupa ada janji sama pasien di Rumah sakit, lain kali saja saya tanya sama kamu"ucap Dokter Herman.
"oh ya sudah"ucap Bu Jasmine.
__ADS_1
"saya Pamit dulu ya, jaga kondisi Nadia agar slalu stabil agar tidak menunda untuk cuci darah"ucap Dokter Herman.
"iya terima kasih, kamu tenang saja.Oh ya saya mau minta tolong sama kamu jangan pernah bilang ke Nadia kalau saya dan kamu pernah punya hubungan di masa lalu"pinta Bu Jasmine.
"kenapa...?"tanya Dokter Herman.
"saya tidak mau kalau Nadia jadi kepikiran, Nadia di tinggal sama ayahnya saat dia bayi,Nadia juga tidak pernah tahu kalau saya pernah menikah dengan orang lain selain ayah nya"terang Bu Jasmine.
"bagaimana kalau saya tidak sengaja bicara ini sama Nadia"ucap Dokter Herman.
"untuk apa, jangan pernah ungkit apa pun tentang masa lalu kita di depan Nadia. Buat saya kamu itu hanya masa lalu yang menyakitkan, saya tidak mau Nadia merasakan sakit hati yang saya rasakan, bagaimana kalau Nadia marah terus dia tidak mau kamu rawat, bukannya ini akan menghambat proses menyembuhan Nadia, tolong lah kamu ngerti maksud saya,Nadia itu lagi sakit, yang saya mau sekarang hanya Nadia bisa cepat sembuh"ucap Bu Jasmine.
Dokter Herman terdiam mendengar ucapan Bu Jasmine.
"Dokter Herman yang terhormat,kamu bisa kan janji sama saya...?"tanya Bu Jasmine.
"masuk akal apa yang kamu bilang, iya saya janji sama kamu tidak akan bilang apa-apa soal masa lalu saya dan kamu ke Nadia.Salam buat Nadia ya, saya kembali ke rumah sakit dulu"pamit Dokter Herman.
"terima kasih,hati-hati"ucap Bu Jasmine.
lalu Dokter Herman pergi meninggalkan rumah Bu Jasmine.
...
"sayang kamu udah bangun, nyenyak banget tidur siang nya"ucap Leo.
"oh Mereka pulang semua sayang, Arka sama adiknya juga Rio pulang barengan tadi gak lama setelah kamu tidur, kalau Mami 1 jam yang lalu lah, mau mandi dulu dan ambil perlengkapan kamu"jawab Leo.
"oh... kamu gak ikut pulang...?"tanya Ara.
"ya gak mungkin lah aku tinggalin kamu sendirian, walaupun Tante Maria nanti udah balik lagi ke Rs, aku gak akan pulang"ucap Leo.
"berarti kamu gak mandi dong, jorok"ledek Ara.
"siapa bilang aku gak mandi,aku udah minta Supir aku antar perlengkapan buat mandi di sini, ini kan kamar VIP, jadi kamar mandinya bersih dan aman"terang Leo.
"tetap aja umum sayang, udah di pakai sama orang lain"ucap Ara.
"iya sih, tapi kan udah di sterilkan sebelum pasien lain masuk. Udah ah itu gak penting sayang. Yang penting aku bisa selalu jaga kamu"ucap Leo.
"iya deh, makasih ya sayang. Tapi aku memang harus nginap ya di sini, gak boleh pulang aja...?"ucap Ara dan bertanya.
"iya sayang sama-sama, no.. no.. no... malam ini kamu harus nginap dulu di sini"jawab Leo.
"hm... iya deh, tapi besok boleh pulang kan..?"tanya Ara.
"asalkan sekarang kamu makan biar cepat sembuh, besok boleh deh pulang"ucap Leo.
__ADS_1
"iya udah aku mau makan sekarang"jawab Ara.
"good, aku suapin ya bubur nya"tawar Leo.
"bubur...?"tanya Ara.
"iya,buka mulutnya, akh.... "ucap Leo.
Dengan muka manyun dan terpaksa Ara membuka mulutnya menerima suapan demi suapan bubur dari tangan Leo.
"anak pintar"ucap Leo tersenyum.
...
Malam hari setelah mendapat telfon dari Bu Jasmine, Arka bersiap-siap akan pergi ke rumah Bu Jasmine.
"Kak mau kemana...?"tanya Aria.
"Kakak ada urusan bentar, kamu temenin Papa ya"jawab Arka.
"oke Kak, hati-hati ya"ucap Aria.
"oke Dek siap"jawab Arka lalu bergegas pergi.
Sesampainya di rumah Nadia, Arka langsung di persilahkan masuk ke dalam kamar Nadia bersama dengan Bu Jasmine.
"ada apa Nad, gimana kondisi kamu...?"tanya Arka khawatir.
"Arka duduk dulu,ada yang mau Nadia sampaikan ke kita berdua"ucap Bu Jasmine.
"iya Tante"jawab Arka.
"Arka, maaf ya ganggu kamu malam-malam dan makasih udah mau datang ke sini"ucap Nadia.
"iya Nad gak papa kok, ini ada apa...?"tanya Arka.
"Ma, Arka kalian kan tau kondisi Nadia sekarang gimana, jangankan buat sembuh, buat bangun aja Nadia gak kuat, padahal Nadia ngerasa kondisi Nadia udah membaik, bahkan Dokter juga bilang gitu, tapi kenapa rasa nya suka sakit secara tiba-tiba"ungkap Nadia menangis.
"sayang kamu tidak boleh berfikir yang macam-macam, kamu pasti sembuh"ucap Mama Nadia.
"iya Nad, lusa kamu bakalan cuci darah, kondisi kamu akan segera membaik"sambung Arka.
"Nadia gak yakin bisa sembuh, bisa gak kalian bantu Nadia untuk bersandiwara meneruskan perjodohan Nadia dan Arka, karena cuma Mama dan Arka yang tau soal penyakit Nadia"ucap Nadia.
Arka dan Bu Jasmine menatap Nadia dengan sangat terkejut kerena mendengar ucapannya itu.
***
__ADS_1