Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_42


__ADS_3

Bryan merasa tubuh nya tiba-tiba lemah dan akan tumbang, Nadia yang melihat akan hal itu merasa sangat khawatir dan ingin segera menolong nya.


"Mas ayo saya bawa ke rumah sakit ya sekarang" ajak Nadia.


"gak perlu Mbak,saya baik -baik aja kok" jawab Bryan.


"baik-baik gimana Mas jelas-jelas Mas babak belur gitu dan mau tumbang tadi" ucap Nadia.


Bryan hanya diam saja, ia merasa kepala nya pusing dan hampir terjatuh, dengan sigap Nadia menyambut Bryan dan memapah nya masuk ke dalam mobil.


"sekarang kita ke rumah sakit Mas" ucap Nadia.


Bryan yang sudah tidak berdaya hanya mengikuti keinginan Nadia.


Setiba nya di RS...


"Mas buruan tolong saya ada pasien sekarat" Nadia memanggil salah satu perawat.


Bryan di bawa ke IGD dan langsung di tangani oleh Dokter.


Ponsel Nadia berdering dan ada panggilan masuk dari Sarah.


Percakapan di telpon...


N : Hallo Sarah


S : Hallo Nad, kamu dimana...? kok gak sampai-sampai..?


N : aku lagi di Rs Sar


S : hah ,kamu kenapa..?


N : aku gak kenapa-kenapa,panjang cerita nya mending kamu ke sini aja ya ,entar aku ceritain langsung sama kamu


S : kamu di Rs mana ?


N : Rs Harapan Bunda


S : oke aku langsung ke Rs sekarang


N : iya aku tunggu.


Telepon terputus.


"Nadia, ada apa ...?" tanya Sarah yang baru saja tiba di Rs dan menghampiri Nadia.


"begini sarah...." Nadia menceritakan semua kejadian nya dari awal hingga akhir kepada Sarah.


"terus orang itu gimana sekarang ?" tanya Sarah.


"aku gak tau, Dokter belum ada keluar dan masih menangani orang itu Sar" jawab Nadia panik.


"tenang ya jangan panik" ucap Sarah.

__ADS_1


"gimana gak panik, aku ngerasa bersalah banget sama cowok itu" ungkap Nadia.


"tenang ya, cowok itu pasti gak kenapa-napa kok,dia akan baik-baik aja" ucap Sarah lagi dan memeluk Nadia.


...


"sayang, kamu gak jadi ikut Mami kamu jenguk anak nya tante Amara..?" tanya Leo kepada Ara.


"bukan gak jadi ikut, tapi Mami gak jadi pergi siang. Mendadak ada hal penting di butik Mami, terus Mami sekalian mau jemput Papi.Kata nya sih malam mau jenguk nya sekalian bareng Papi" jawab Ara.


"owh Papi kamu pulang ya hari ini..? "tanya Leo lagi.


"iya sayang" jawab Ara.


"berarti sekarang kita bisa berduaan lagi dong" ucap Leo menggoda Ara.


"ya bisa dong" jawab Ara tersenyum.


"tapi kita ngapain ya enak nya? "tanya Leo.


"nonton film horor aja yuk" ajak Ara


"boleh" jawab Leo.


Ara dan Leo menghabiskan waktu bersama menonton film horor dan bercanda ria.


tok.. tok.. tok..Mami Ara mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar Ara.


"ya ampun sayang, kebiasaan deh nonton sampai ketiduran gini" ucap Mami Ara lalu mematikan film yang sedang Ara tonton.


"kenapa ya aku gak ingat sama sekali dengan kedua orang tua aku" gumam Leo.


"ayo Mi,Ara nya udah siap belum..? " tanya Papi Ara.


"hust...... " Mami Ara menutup mulut nya dengan jari .


"Ara nya udah tidur ya ? " tanya Papi Ara berbisik.


"iya, kita pergi berdua aja ya. Ara lain kali aja baru Mami ajak lagi" ucap Mami.


"ya udah yuk Mi " ajak Papi.


Mami dan Papi Ara meninggalkan Ara pergi ke rumah Bu Amara.


Sesampainya di rumah Bu Amara...


"Ara nya gak jadi ikut.. ?" tanya Bu Amara.


"dia ketiduran Ra, next time deh aku ajak dia kesini" jawab Mami Ara.


"ohh gitu, ya udah kita liat anak aku yuk" ajak bu Amara.


"Mi, Papi angkat telpon dulu ya. Mami duluan aja sama Bu Amara" ucap Pak Jackson.

__ADS_1


"iya Pi "jawab Bu Maria.


"beginilah kondisi anak aku Mar, hidup nya hanya tergantung dengan alat-alat medis dan infus " jelas Bu Amara menceritakan kondisi anak nya.


"kasian banget aku liat nya Ra ,aku gak tega rasa nya. Apa selama dia koma sama sekali gak pernah ada tanda-tanda untuk bangun...? " tanya Bu Maria.


"pernah sekali, tangan nya bergerak. Dia juga sering banget ngeluarin air mata nya Mar .Karena kenyataan nya anak aku memang masih hidup.Pendarahan di otak nya yang membuat ia seperti ini dan semua ini gara-gara wanita itu " jawab Bu Amara menangis.


"aku paham perasaan kamu gimana, kamu yang sabar ya. Anak kamu hanya lagi tidur panjang. Aku bantu doain ya semoga anak kamu cepet bangun"ucap Bu Maria .


"makasih ya Mar" ucap Bu Amara dan mereka berpelukan.


"tadi kamu bilang gara-gara wanita, wanita siapa ? " tanya Bu Maria.


"wanita yang dulu nya sangat di cintai oleh anak aku, dia tau nya anak aku udah mati jadi sekarang dia udah nikah sama orang lain" ungkap Bu Amara dan menceritakan semua nya kepada Bu Maria.


"sabar ya Ra" ucap Bu Maria.


...


"Dok gimana keadaan pasien.. ?" tanya Nadia yang melihat Dokter keluar dari IGD.


"apa kalian keluarga pasien... ?" tanya Dokter pula kepada Nadia dan Sarah.


"bukan, tapi saya teman nya Dok" jawab Nadia.


"oh begitu, pasien akan segera kami pindahkan ke ruang rawat inap, luka nya sudah kami bersihkan dan akan segera membaik" jelas Dokter.


"baik Dok, jadi apa kami boleh melihat nya...? " tanya Nadia lagi.


"boleh silahkan saja, kebetulan pasien juga sudah sadar" jawab Dokter.


"terima kasih Dok"ucap Nadia.


"sama-sama Mbak, saya permisi dulu"jawab Dokter dan berlalu dari pandangan Nadia juga Sarah.


"ayo Sar masuk" ajak Nadia .


Saat mereka akan masuk ke dalam ruang IGD, ponsel Sarah berdering dan ada panggilan telepon dari Baby Sister nya di rumah. Suster memberi tahu bahwa anak Sarah menangis terus menerus dan tidak mau di pujuk sama sekali.


"kenapa Sar.. ?kok panik banget abis angkat telpon ?"tanya Nadia .


"Suster di rumah ngabarin kalau Sasa nangis terus dan susah di pujuk, meskipun tadi nya dia baik-baik aja tapi aku khawatir terjadi sesuatu sama Sasa" jelas Sarah.


"ya udah kamu pulang aja Sar, tapi hati-hati ya dan harus tetap fokus" perintah Nadia.


"iya Nad, maaf ya belum bisa temenin kamu sekarang,kabarin aku aja kalau kamu butuh bantuan. Aku pulang duluan" pamit Sarah.


"iya kamu juga ya kabarin aku kalau ada apa-apa" kata Nadia.


"iya bye... " ucap Sarah dan berjalan meninggalkan Nadia.


"bye..hati-hati"ucap Nadia.

__ADS_1


"iya" jawab Sarah.


***


__ADS_2