
Suasana malam dalam perjalanan terasa sangat sunyi, karena waktu saat ini sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Amira tampak terdiam memikirkan sesuatu, Seno yang melihat Amira tak berbicara sedikitpun memberanikan diri untuk menegurnya.
"Mir, kamu kenapa diam aja?" Tanya Seno.
"Aku nggak apa-apa kok Sen, cuma sedikit ngantuk aja," jawab Amira.
"Beneran cuma ngantuk?" Tanya seno lagi, karena ia merasa ada sesuatu yang Amira sembunyikan.
"Iya beneran," jawab Amira.
"Oh … maaf ya aku udah bikin kamu kecapean hari ini, kamu jadi belum ada istirahat sama sekali. Terus besok kamu juga harus lembur kan terakhir kerja, karena lusa kita bakal hadir di acara pernikahannya dan Kak Ara dan Kak Leo," kata Seno.
"Nggak papa kok Sen, ini semua bukan salah kamu. Lagian memang aku dari kemarin pengen jenguk Kak Leo, kebetulan kamu ajak ya baguslah. Justru aku makasih banget sama kamu karena udah ngajakin aku naik mobil jenguknya, jadi aku nggak capek deh bawa motor," kata Amira.
"Beneran nih nggak papa? Yang penting pulang ini kamu langsung istirahat ya," kata Seno.
"Iya Sen. Oh ya, tapi ini beneran yang ngerepotin kan kamu antar aku ke rumah?" Tanya Amira. "Atau aku ambil motor aja ke perusahaan."
"Nggak ngerepotin sama sekali Mir, lagian kita juga udah dalam perjalanan mau ke rumah kamu," jawab Seno.
"Iya juga sih, kalau gitu besok kamu nggak usah jemput aku ya, biar aku naik ojek online aja," kata Amira.
"No … no … no … aku udah niat mau jemput kamu, jadi kamu tunggu aja ya di rumah," kata Seno.
"Ya udah deh, tapi beneran nggak ngerepotin kamu kan?" Tanya Amira yang sebenarnya tak enak pada Seno.
"Nggak Mir, aku udah bilang kan dari tadi," jawab Seno.
"Syukurlah kalau gitu," ucap Amira.
__ADS_1
"Oh ya Mir, di acara pernikahan Kak Leo dan Kak Ara nanti kan diwajibkan membawa pasangan tuh, meskipun jomblo harus bawa. Apalagi nanti bakalan ada pesta topeng, kamu mau nggak pergi bareng aku? Jadi pasangan groomsmen aku?" Tanya Seno to the point.
"Iya aku mau kok jadi bridesmaid kamu Sen, lagian aku juga nggak punya pasangan. Terus aku juga nggak punya teman pria yang dekat sama aku selain kamu," kata Amira.
Lagi-lagi Seno merasakan senang yang tak dapat terlukiskan, ia sangat bahagia mendengar Amira tidak menolaknya. Begitupun dengan Amira, ia juga merasakan senang karena Seno mengajaknya untuk pergi bersama ke pesta pernikahan. Ada rasa bahagia tersendiri yang menyelimuti hati mereka berdua. Apa mungkin Amira dan Seno sama-sama telah jatuh cinta?
Karena asik mengobrol, tidak terasa ternyata mereka telah tiba di rumah Amira. Amira segera keluar dari mobil, sedangkan Seno langsung saja melajukan mobil melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.
...
Keadaan Leo kini telah membaik dan dia sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Terlebih lagi esok adalah hari pernikahannya dengan Ara, Leo tidak mau jika terus berada di rumah sakit yang pasti akan menunda hari pentingnya. Untungnya segala persiapan telah selesai, jadi dia hanya perlu mempersiapkan diri saja untuk mempersunting wanita yang dicintainya.
"Sayang, aku seneng banget deh akhirnya kamu boleh pulang," kata Ara.
"Ya Sayang, aku juga bersyukur. Ya meskipun acara pingit-pingitannya nggak jadi, yang penting acara pernikahan kita akan tetap berlangsung," kata Leo.
"Iya Sayang, tapi yang lebih penting itu kesembuhan kamu," kata Ara.
"Iya bener, itu juga yang Ara harapin Tante, kata Ara.
"Iya Sayang, ya udah yuk kalau gitu sekarang kita bawa Leo pulang," ajak bu Amara.
"Iya Tante, oh iya Tan maaf ya Mami nggak bisa ikut anterin Leo pulang, soalnya Mami hari ini harus cek dekorasi gedung untuk besok, jangan sampai ada yang salah ataupun kurang kata Mami," ucap Ara.
"Tante tau kok Sayang, Tante mengerti. Justru Tante malah nggak enak karena nggak bisa temenin Mami kamu hari ini, tapi setelah nanti Tante antar Leo ke rumah, Tante rencananya mau nyusul Mami kamu," kata bu Amara.
"Nggak usah Tan, mendingan Tante temenin Leo di rumah, biar Ara aja yang susulin Mami," kata Ara.
"Eh jangan dong Sayang, kamu itu calon pengantin. Kamu harusnya langsung pulang. Ingat loh kamu belum ada istirahat bahkan kamu nggak pulang sama sekali kan hampir seminggu, kamu juga perlu istirahat, jangan sampai kondisi kamu besok drop," kata bu Amara.
__ADS_1
"Benar kata Mami Sayang, abis anterin aku pulang, sebaiknya kamu pulang aja ya ke rumah, istirahat. Aku kan di rumah ada Bibi nanti yang jagain," kata Leo.
"Iya Ara, kamu harus mempersiapkan diri untuk besok," kata bu Amara.
"Iya Tante," jawab Ara.
Setelah memastikan semua barang-barang Leo telah tersimpan di dalam tas dan ruangan tersebut tampak kosong, langsung saja Bu Amara dan Ara membawa Leo pulang ke rumah. Setibanya di rumah Leo, Ara pun langsung berpamitan untuk pulang ke rumahnya.
Ara merasa sangat lega dan bahagia karena pernikahannya dan Leo besok akan terlaksana, dia juga sangat berharap semuanya akan berjalan dengan lancar sesuai rencana.
...
"Pulang! Kamu harus pulang sekarang juga!" Kata Pak Hernandes.
"Tapi Ma, aku mau di sini. Aku mau jagain cucu kita," kata bu Tania.
Pak Hernandes saat ini sedang berada di rumah Cinta dan Beni, ia menjemput istrinya untuk pulang karena tidak setuju jika bu Tania tinggal di rumah orang lain, apalagi saat ini ia sedang berada di Indonesia.
"Kamu itu punya suami, lagian ini bukan rumah kamu, itu juga bukan cucu kamu, kenapa kamu bela-belain tinggal di sini buat menjaganya?" Bentak pak Hernandes.
Di saat itu, tanpa sengaja Cinta pun mendengarnya dan langsung saja keluar rumah menghampiri mereka.
"Maaf Om gak usah kasar gitu dong sama Tante Tania," kata Cinta.
"Memangnya kamu siapa mau ngatur-ngatur saya? Ini istri saya. Lagian ini semua juga salah kamu, kamu seharusnya nggak mengizinkan istri saya tinggal di sini. Pakai bilang itu cucunya istri saya lagi, itu anak kamu dan Beni kan?" kata Pak Hernandes ketus.
"Udah, udah Cinta, kamu nggak usah jelasin apa-apa sama Om Hernandes. Tante pamit pulang dulu ya. Tante pasti akan kembali lagi," kata bu Tania.
"Iya Tante, Tante hati-hati ya," jawab cinta lalu ia pun hanya dapat melihat mobil yang membawa Bu Tania itu pergi mulai menjauh.
__ADS_1
...****************...