
"masak sih, kok bisa Irene gak pernah kamu boncengin naik motor ini...?"tanya Ara tidak percaya.
"kamu beneran mau tau...?"tanya Leo pula.
"iya bener lah"jawab Ara.
"Irene gak suka naik motor, katanya bikin rambut dan penampilannya berantakan,jadi setelah aku dekat sama Irene aku putuskan untuk menyimpan motor ini"terang Leo.
"oh ya, terus kenapa sekarang di keluarin lagi...?"tanya Ara penasaran.
"hm...sejujurnya aku udah kangen banget naik motor, tapi aku takut kamu juga gak suka naik motor sama kayak cewek-cewek yang lain, apa lagi kamu kan selalu kemana-mana naik mobil,mana mungkin pernah naik motor. Tapi setelah kemaren aku dengar kamu pengen naik motor, aku jadi semangat lagi pengen bawa Marco"jawab Leo.
"hm.. sok tau, aku suka kok naik motor. Dulu waktu sekolah aku suka ikut pulang temen aku naik motor,kalau guru ada rapat kan suka pulang cepet tuh,aku sengaja gak kasih tau ke supir biar bisa nebeng temen aku itu"ungkap Ara.
"kamu punya teman yang suka bawa motor...?"tanya Leo.
"ehem"jawab Ara mengangguk.
"cewek apa cowok..?"tanya Leo.
"cewek, orangnya sederhana,pinter,bahkan dia bisa sekolah di sekolah elite karena beasiswa,hm... jadi kangen sama dia"ucap Ara.
"aku gak nyangka ternyata selain kamu gak gengsi naik motor, kamu juga mau berteman sama siapa aja tanpa memandang status sosial, aku jadi makin salut dan cinta sama kamu Ra"gumam Leo dalam hati sambil tersenyum memandang wajah cantik Ara.
"sayang kamu kenapa...? kok senyum-senyum sendiri gitu liat aku...?"tanya Ara.
"gak papa, aku salut sama kesederhanaan kamu, padahal kamu anak orang kaya dan punya segalanya, aku makin cinta sama kamu"ucap Leo.
"apaan sih malah ngegombal"ucap Ara, wajahnya memerah karena malu, untung saja lampu di taman tempat mereka duduk tidak terlalu terang sehingga Leo tidak tahu jika wanita yang ia cintai itu sedang malu.
"aku gak gombal sayang"terang Leo.
"udah ah, oh ya kenapa kamu kasih nama motor kamu itu Marco...?"tanya Ara.
"hm... gak papa suka aja"jawab Leo.
"ha.. ha.. ha.. "tawa Ara dan Leo bahagia.
...
__ADS_1
"makasih ya Ka udah anterin aku pulang"ucap Sherin.
"santai aja Sher, aku yang jemput kamu dan sudah seharusnya juga kan aku yang antar kamu pulang"ucap Arka.
"ih.. Arka gak bisa apa kasih jawaban yang lain, atau ucapin kata-kata lain misalnya sama-sama aku senang bisa jalan sama kamu, padahal udah jelas-jelas tadi dia terpesona sama kecantikan aku, atau aku nya aja yang terlalu menganggap berlebihan, sadar Sherin Arka jemput kamu juga karena permintaan Beni dan Cinta"gumam Sherin dalam hati.
"Sher..... "panggil Arka menyadarkan Sherin dari lamunannya.
"iya Ka kenapa...?"tanya Sherin.
"aku pulang dulu ya"pamit Arka.
"iya, sekali lagi thank's dan hati-hati di jalan"ucap Sherin.
"iya sama-sama, bye.... "Arka melambaikan tangan.
"bye..." balas Sherin juga melambaikan tangan.
Arka berlalu hingga tidak terlihat lagi dari pandangan mata Sherin.
Sherin hanya tinggal di sebuah rumah petak sederhana berukuran 3x6 ,ia berjuang mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, dari kecil ia sudah terbiasa bekerja membantu Neneknya berjualan kue keliling, hingga tamat sekolah Sherin bekerja sebagai kasir di swalayan pada siang hari,malam hari setelah selesai kuliah Sherin mengambil kerja part time sebagai pelayan cafe,semua itu ia lakukan demi membantu Neneknya yang sudah tua dan membayar kuliahnya.
...
Di sebuah salon spa ...
"sudah lama sekali ya kita tidak Quality time bersama di saat weekend seperti ini"ucap Bu Amara.
"iya Ra, kadang aku ajak Ara dia selalu tidak bisa karena kesibukannya sendiri"ucap Bu Maria.
"masih mending kamu ada anak gadis yang bisa di ajak spa ,kalau aku mau ajak siapa coba"keluh Bu Amara.
"ya sudah nanti kita atur waktu ya biar selalu bisa seperti ini"ucap Bu Maria.
"benar ya Mar"pinta Bu Amara bersemangat.
"iya Ra.Hm....aku jadi ingat dulu kita bertiga sering menghabiskan waktu bersama,aku jadi kangen sama Tania"ucap Bu Maria.
"iya hanya karena kesalahpahaman waktu itu Tania jadi pergi dan lost contact begitu saja sama kita"sambung Bu Amara.
__ADS_1
"iya Ra, apa selama ini kamu sama sekali tidak pernah mendengar kabar soal Tania...?"tanya Bu Maria.
"kabar terakhir yang aku tahu, Tania menikah dan menetap di Perancis"jawab Bu Amara.
"nikah sama warga Perancis...?"tanya Bu Maria lagi.
"setahuku sih tidak, masih sama-sama orang Indonesia, Pengusaha yang punya cabang Perusahaan di sana"jawab Bu Amara.
"syukurlah, mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi dengan Tania dan menjelaskan kesalahpahaman antara kita"ucap Bu Maria.
"iya Mar, selesai ini kita makan dulu ya"ajak Bu Amara.
"iya Ra"jawab Bu Maria.
...
"Papa jangan belain ini anak terus dong"ucap Bu Lily.
"Papa tidak membela Cinta Ly, tapi itu hak Cinta untuk memilih dengan siapa dia akan menikah, Papa akan dukung apapun yang terbaik untuk cucu Papa, Papa juga sudah mengenal calon suami Cinta"ucap Kakek Broto.
"tapi Pa ini terlalu mendadak, aku saja belum ketemu sama Beni itu"protes Bu Lily.
"Ya itu kesalahan kamu sendiri, kamu terlalu sibuk dengan suami baru kamu itu sehingga tidak memperdulikan anak kamu"ucap Kakek Broto.
"Kek, Ma udah jangan berantem terus"Cinta yang dari tadi diam akhirnya membuka suara.
"kamu juga Cinta kenapa sih kamu ambil keputusan begitu saja, kamu tahu tidak Mama itu mau menjodohkan kamu sama anak teman bisnis Papa kamu"ucap Bu Lily.
"maksud Mama Ok Fredick,dia bukan Papa aku Ma"ucap Cinta ketus.
"tapi Om Fredick itu suami Mama"terang Bu Lily.
"aku akan anggap Om Fredick itu Papa aku kalau Mama merestui aku menikah sama Beni"ucap Cinta.
"tapi tidak bisa mendadak seperti itu dong Cinta,Mama harus kenal dulu bibit bobot bebet keluarganya"ucap Mama Cinta.
"jadi mau kapan Ma...?apa tunggu sampai anak dalam perut aku lahir...?"tanya Cinta.
Sontak saja Bu Lily dan Kakek Broto terkejut serta menatap Cinta dengan sorotan mata yang tajam.
__ADS_1
...****************...