Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-325


__ADS_3

Dan di buku itu di tertulis …


Amira sayang, jika kamu membaca tulisan ini berarti Ibu sudah tidak ada lagi di dunia. Kamu anak yang kuat, kamu juga anak yang baik, ibu yakin kamu akan hidup bahagia bersama dengan Bu Maria.


Kata-kata tersebut sudah cukup membuat Amira, Bu Maria, Ara, Leo dan Seno menjadi bingung.


Lalu Amira pun melanjutkan membaca tulisan dari buku tersebut yang isinya ditujukan untuk Bu Maria dan juga Ara.


Mar, maaf ya kalau aku udah lancang. Tapi kamu sendiri kan pernah bilang sama aku kalau kamu akan menjaga Amira dengan baik jika suatu saat nanti aku sudah tidak ada. Bahkan kamu pernah menawarkan aku dan Amira untuk tinggal di rumah kamu, karena kamu ingin selalu menjaga kami. Sekarang aku sudah tidak ada lagi Mar dan aku menagih janji kamu untuk menjaga Amira dengan baik. Aku percaya sama kamu. Kamu bukan hanya sahabat terbaik aku, tapi kamu adalah adik aku yang sudah lama tidak aku temui. Maaf kalau pertemuan kita sekarang begitu singkat, tetapi aku merasakan sangat senang karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan kamu.


Untuk Nak Ara, terima kasih banyak ya karena kamu selama ini sudah membantu dan menjaga Ibu serta Amira. Sampaikan juga terima kasih Ibu kepada Leo, Seno dan juga sahabat kalian yang lainnya. Ibu titip Amira ya sama kamu dan Mami kamu. Ibu yakin, Amira pasti akan merasa bahagia bila bersama dengan kalian.


Wassalam, Laras.


Semua tampak menangis mendengar isi surat yang ditulis oleh bu Laras. Terutama Amira, ia menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Bu Maria. Bu Maria sendiri tidak menyangka jika sahabatnya telah menulis surat tersebut untuknya. Ia juga dengan sangat senang akan menjaga amanah itu, karena bagaimanapun juga bu Maria sudah menyayangi Amira dan menganggapnya seperti anak sendiri.


"Amira, kamu mau kan tinggal sama Tante? Kamu kan juga tau kalau sekarang Ara sudah punya suami dan tinggal bersama suaminya. Om Jackson juga jarang di rumah. Tante akan sangat senang jika kamu mau tinggal sama Tante dan menemani Tante," kata bu Maria.


"Iya Mir, aku juga senang kalau kamu bisa nemenin Mami. Aku janji, aku juga bakalan sering kok main-main ke rumah Mami. Apalagi kan kita juga sekantor, jadi aku bisa deh sering-sering nanya kabar Mami ke kamu dan aku juga bakalan merasa lega karena mami ada temennya, gak kesepian lagi," kata Ara.


Tanpa memikirkannya lagi, Amira pun langsung saja menyetujuinya. Apalagi ini juga merupakan pesan dari ibunya untuk tinggal bersama bu Maria sahabatnya. Amira berusaha untuk tidak segan kepada dua orang yang sudah menganggapnya sebagai keluarga dan juga sudah dianggap keluarga olehnya. Amira sangat berharap jika ibunya akan merasa bahagia di alam sana jika melihat Amira mengikuti keinginannya.


Kini mereka bertiga pun berpelukan, Leo dan Seno juga ikut terharu melihat tiga perempuan yang ada di depan mata mereka saat ini sedang berpelukan sembari menangis.


...


Setelah mengantar bu Maria dan Amira pulang ke rumah orang tua Ara, kini Ara dan Leo pun sudah kembali ke rumah mereka sendiri. Rasanya begitu lelah hingga Ara pun duduk bersandar di sebuah sofa yang ada di dalam kamarnya sambil menjulurkan kaki yang diletakkannya di atas meja. Perutnya yang kini sudah terlihat membuncit juga dielus-elusnya karena merasakan sedikit keram.

__ADS_1


"Sayang, perut kamu sakit ya?" Tanya Leo karena melihat wajah sang istri yang sedikit meringis sambil memegangi perutnya. Leo sudah sangat mengerti karena bukan baru kali ini istrinya seperti itu.


"Iya Sayang kamu benar, perut aku keram. Ya mungkin karena akhir-akhir ini aku terlalu banyak aktivitas," jawab Ara.


"Tuh kan, aku bilang juga apa, kamu itu capek karena pulang kerja langsung bolak-balik ke rumah sakit, terus tadi kita ke makam, kamu tuh sama sekali enggak ada istirahat," kata Leo.


"Iya kamu benar Sayang, tapi mau gimana lagi dong, kan memang keadaannya lagi sepeti ini yang mengharuskan aku beraktivitas lebih. Enggak mungkin dong aku duduk diam aja di rumah istirahat," kata Ara.


"Iya-iya, ya udah sekarang kamu istirahat ya sekalian aku pijitin kaki kamu," kata Leo.


"Tapi aku mau bersih-bersih dulu deh Sayang, udah gerah banget nih. Apalagi kita tadi dari pemakaman," kata Ara.


"Oh iya juga ya, ya udah kamu atau aku dulu nih yang mandi?" Tanya Leo.


"Mendingan sama-sama aja deh. Aku mandi di kamar mandi sini, terus kamu mandi di kamar mandi luar," kata Ara.


"Apaan sih Sayang, yang ada makin lama entar mandinya. Aku udah capek banget, aku juga pengen cepat istirahat," kata Ara.


"Iya Sayang, aku kan cuma bercanda aja kok," kata Leo.


Lalu Leo dan Ara pun menuju ke kamar mandi masing-masing untuk membersihkan diri mereka.


Sebelum tidur, Leo memijat kaki sang istri agar merasa lebih rileks.


"Sayang kamu nggak lapar?" tanya Leo.


"Enggak, kan tadi sore kita udah makan. Gimana sih kamu," jawab Ara.

__ADS_1


"Ya siapa tau kamu lapar lagi karena di dalam perut kamu ada nyawa lain, anak kita. Memang anak kita nggak lapar?" Tanya Leo. "Nggak lagi pengen apa gitu."


"Kayaknya nggak deh, mungkin dia tau kalau mami sama papinya lagi capek jadi nggak mau minta yang macam-macam deh," kata Ara.


"Beneran nih? Ntar tengah-tengah malam lagi pengennya," kata Leo.


"Kayaknya nggak deh, soalnya aku sekarang benar-benar pengen istirahat," kata Ara.


"Tapi kamu istirahat dulu nggak papa kan? Biar aku temenin dulu. Karena aku masih ada kerjaan," kata Leo.


"Tapi besok kan weekend," kata Ara.


"Iya besok memang weekend, tapi ada klien yang minta aku kirimin materi tentang kerjasama kita," kata Leo.


"Oh … gitu, ya udah kalau gitu kamu lanjutin aja dulu. Kamu nggak perlu temenin aku istirahat, kalau kamu udah selesai langsung aja ya kamu istirahat, jangan kemalaman tidurnya," kata Ara.


"Oke Sayang. Ya udah kamu tidur aja, aku mau lanjutin kerjaan aku dulu," kata Leo.


"Iya Sayang," jawab Ara.


"Good night Sayang," ucap Leo lalu mencium kening sang istri.


"Good night too Sayang," balas Ara tersenyum, lalu memejamkan matanya hingga terlelap.


...


Ara terbangun pada malam hari dan menyadari jika sang suami saat ini belum berada di sampingnya. Ternyata ia melihat suaminya itu masih berada di meja kerja dan ketiduran. Ara tersenyum, ia pun segera saja mendekati Leo. Ara tahu jika saat ini pasti suaminya juga merasa sangat kelelahan, bukan hanya soal pekerjaan, tetapi karena harus menjaganya yang saat ini sedang hamil dan banyak permintaan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2