
"udah dong Ra jangan sedih terus"ucap Sarah saat mereka dalam perjalanan pulang dari rumah Leo.
"iya Ra, kita jadi ikutan sedih tau"sambung Nadia.
"mana Ara yang kita kenal, yang selalu kuat dan pantang menyerah, sabar dikit lagi lah"sambung Bryan pula.
"iya Ra bener tu"ucap Rio.
"hust... nyamber aja loe kayak burung beo, fokus nyetir"ucap Bryan.
"apaan sih Loe"bantah Rio.
"hust... udah-udah apaan sih kalian malah ribut sendiri, Ara ni lagi sedih"ucap Sarah.
"udah guys aku gak papa kok,tapi bener kan semua dugaan aku"ucap Ara.
"cup.. cup.. cup..sabar ya"ucap Nadia.
Nadia dan Sarah mengelus pundak Ara dan memeluk nya sehingga hati Ara merasa tenang.
...
Keesokan hari saat Ara selesai bekerja, Ara langsung menjemput Leo untuk mengajak nya ke sesuatu tempat yang sudah Ara janjikan.
"Ara karena kamu yang ajak jadi Tante izinin, tapi ingat ya pulang nya jangan larut malam karena Dika masih dalam masa pemulihan"ucap Bu Amara.
"siap Tante, Ara janji gak akan lama kok, makasih ya Tante"ucap Ara.
"apaan sih Mi udah kayak ngajak anak perawan jalan aja"gerutu Leo.
"sayang kamu lebih dari anak perawan karena kamu belum sembuh total"ungkap Bu Amara.
"iya deh iya, bosen juga Mi di dalam rumah terus"ungkap Leo.
"iya sayang, ya sudah kalian hati-hati ya"ucap Bu Amara.
"Iya Tante"jawab Ara.
"oke Mam"jawab Leo.
Setelah berpamitan Ara dan Leo menuju dan memasuki mobil Ara. Ara mengemudi, sementara Leo duduk di belakang .
"ngapain...? "tanya Ara.
"ya duduk lah"jawab Leo.
"duduk di depan, aku bukan supir kamu"ucap Ara.
__ADS_1
"gak mau"bantah Leo.
"oke, kalau gitu kita gak jadi pergi dan menghirup udara segar"ancam Ara.
"ih ngancem, iya deh pindah ni"ucap Leo.
Setelah itu Leo pindah duduk di samping Ara dan Ara segera mengemudikan mobil nya.
Saat Ara dan Leo keluar dari pagar rumah Leo, mereka berpapasan dengan sebuah mobil yang tidak asing bagi Ara.
"siapa tu...?"tanya Ara.
"tauk, temen nya Mami kali"jawab Leo.
"kayak kenal sama tu mobil, tapi siapa ya..?"gumam Ara dalam hati dan berfikir.
...
tok.. tok... tok... suara ketukan pintu rumah Bu Amara.
"iya tunggu sebentar"teriak Bu Amara dan bergegas untuk membukakan pintu.
"kamu.."ucap Bu Amara dan menutup pintu kembali.
"Tante tunggu"pinta Irene mendorong pintu nya.
"pergi kamu dari sini"usir Bu Amara.
Bu Amara yang tidak tega pun membukakan pintu kembali untuk Irene.
"5 menit, dan kita bicara di sini saja"ucap Bu Amara tegas.
"baik Tante"jawab Irene mengangguk.
"silahkan sekalian kamu jelaskan bagaimana kamu bisa tahu ini rumah baru saya"ucap Bu Amara.
"maaf Tante semalam saya liat Tante dari Rs dan saya menyuruh seseorang untuk membuntuti Tante sampai sini"ungkap Irene.
"lancang sekali ya kamu,itu sama saja kamu melanggar privasi saya. Buat saya makin benci sama kamu"ucap Bu Amara penuh amarah.
"maaf Tante, saya janji gak akan lakuin ini lagi. Sebelum saya balik lagi ke luar Negeri, saya mohon Tante mau maafkan saya atas kesalahan masa lalu, saya gak tau akan terjadi kecelakaan itu dan membuat kita kehilangan Leo, saya juga syok Tante"ucap Irene sedih.
"stop..... kamu gak usah sok sedih ya, kamu kira saya tidak tahu bahkan sekarang kamu sudah menikah"teriak Bu Amara.
"Tante ,bahkan butuh waktu lama untuk saya move on"jelas Irene.
"jadi sekarang kamu sudah move on kan,ya bagus lah, saya tidak mau tahu apa pun tentang kamu lagi. Sekarang kamu pergi dari rumah saya dan jangan pernah datang kembali,pergi...."usir Bu Amara.
__ADS_1
"tapi Tante kita belum selesai bicara"ucap Irene.
"waktu kamu sudah lewat 5 menit, saya tidak mau lihat muka kamu lagi muncul di depan saya. Sebaik nya kamu kembali ke luar Negeri kalau kamu mau semua baik-baik saja"ucap Bu Amara lalu menutup dan mengunci pintu.
Dengan sedih dan pasrah Irene pergi meninggalkan rumah Bu Amara.
...
"kenapa beli cemilan sebanyak ini, udah kayak mau kemping aja"tanya Leo.
"udah deh gak usah banyak protes, ini semua nanti nya akan berguna, lagian kamu memang bener kok"jawab Ara.
"bener apa nya...? "tanya Leo penasaran.
"ya bener kita mau kemping"ungkap Ara.
"hah seriusan...? kita mau kemana sih Ra, bentar lagi gelap kenapa kita harus kemping malam-malam"gerutu Leo.
"Leo, bawel banget sih ngalahin Mak-Mak komplek tau gak. Kamu tenang aja di bagasi semua udah lengkap. Lagian kita gak sampai nginap kok, tenang aja"jelas Ara.
"oh ya udah, lanjut jalan"ucap Leo.
Ara mengemudikan mobil nya dengan sangat hati-hati dan mereka sampai di tempat tujuan.
"tara...... "teriak Ara membentangkan tangan nya setelah mereka sampai di atas bukit .
Ara dan Leo duduk di atas bukit sambil menikmati pemandangan Indah nya sunset di sore hari.
"kenapa kamu bisa tau tempat ini...? "tanya Leo.
"ya dari kamu lah, waktu kamu koma kamu yang sering ajak aku kesini, bahkan kita berdua nginap di sini"jawab Ara.
"tu kan ngarang lagi, gak mungkin lah bahkan cewek yang lama aku taksir aja gak pernah aku ajak kesini , Mami juga gak tau. Ini tempat aku buat menyendiri"ucap Leo.
"kamu bilang itu kok sama aku, dan kamu bilang akan ajak seseorang yang spesial kesini, dan akhir nya kamu ajak aku karena menurut kamu aku spesial dan kamu mau aku yang terakhir di hati kamu"jelas Ara.
"Ini semua masih gak masuk akal, aku belum bisa ingat apa-apa Ra"ucap Leo.
"pelan-pelan aja, yang penting sekarang nikmatin aja dulu udara segar di sini"
"iya kamu bener"jawab Leo.
"Leo memang nya kamu benar-benar gak ingat apa-apa tentang aku..? "tanya Ara.
"gak Ra,pernah sih kayak teringat sesuatu tapi gak jelas"jawab Leo.
"sekarang kamu coba liat wajah aku dan tatap mata aku"pinta Ara memegang wajah Leo.
__ADS_1
Leo mengikuti permintaan Ara, Leo menatap Mata Ara, Ara juga menatap mata Leo. Perlahan wajah Ara mendekati wajah Leo, dengan berani Ara mengecup bibir Leo ,Leo terkejut akan tetapi Leo juga membalas kecupan Ara sehingga mereka terhanyut dalam buaian asmara itu.Samar-samar dalam pikiran Leo terbayang bahwa ia juga pernah melakukan ini sebelum nya dengan Ara.
***