
"Beneran ya? Mami tungguin loh, awas aja kalau sampai kalian nggak datang ke rumah ini lagi, Mami susulin kalian di rumah," kata bu Amara.
"Mami, kalaupun Mami susulin, belum tentu Leo dan Ara ada di rumah. Kami berdua kan bukan pengangguran Mi, kami itu kerja. Mami lupa ya," kata Leo.
"Hm … iya, iya. Ya Mami lupa kalau anak dan menantu Mami ini adalah seorang pebisnis yang sangat sibuk. Yah gitulah pada nurunin papinya semua," kata bu Amara.
"Mami, Mami tenang aja ya. Walaupun kami kerja, kami bakalan menyempatkan waktu kok buat menjenguk orang tua," kata Ara.
"Iya Mami percaya kok. Ya udah kalau gitu Mami mau ke dapur dulu ya, mau siapin makan malam buat kita nanti," kata bu Amara.
"Loh kok Mami yang siapin? Memangnya Bi Ina ke mana Mi?" Tanya Leo.
"Bi Ina ada, tapi kan Mami pengen aja nyiapin makan malam khusus buat keluarga, apalagi ada menantu Mami," jawab bu Amara.
"Kalau gitu Ara bantuin ya Mi," kata Ara.
"Boleh," jawab bu Amara yang langsung saja menyetujuinya.
"Sayang aku bantuin Mami dulu ya, kamu istirahat aja dulu di kamar," kata Ara.
"Tapi kan aku mau istirahatnya ditemenin kamu Sayang," kata Leo.
Bu Amara tersenyum mendengar ucapan anaknya yang sangat manja kepada istrinya itu.
"Sayang, kamu nih aku cuma ke dapur aja loh bantuin Mami, kalau kamu mau aku temenin terus, aku nggak bisa ngapa-ngapain dong," kata Ara.
"Ya namanya juga pengantin baru, kan maunya nempel terus sama istri," kata Leo.
"Leo, leo, kamu nih ada-ada aja ya," kata bu Amara.
"Mami … Mami harusnya dukung Leo dong," rengek Leo.
__ADS_1
"Itu sih semua terserah Ara, sekarang Ara-nya mau temenin kamu atau mau bantuin Mami di dapur. Kan bukan Mami yang suruh Ara, tapi Mami senang kalau bisa masak bareng menantu Mami," kata bu Amara yang sebenarnya sangat berharap.
"Ara mau bantuin Mami," ucap Ara. Lalu ia pun beranjak dari tempat tidur dan mengikuti ibu mertuanya itu ke dapur.
Ibu mertua dan menantunya itu tampak sangat kompak sekali di dapur, Ara dibantu dengan bi Ina menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dimasak oleh bu Amara. Sedangkan bu Amara sendiri langsung saja memulai memasak karena bahan-bahannya itu telah disiapkan. Menu untuk makan malam hari ini ada udang saus tiram, ayam bakar madu, kepiting lada hitam, stik daging, dan ada juga salad. Memang menu-menu seafood itu selalu menjadi andalan mereka jika berkumpul bersama, karena baik dari keluarga Ara maupun keluarga Leo sama-sama menyukai makanan laut.
Saat itu tiba-tiba Leo datang menghampiri istrinya dan memanggilnya.
"Kenapa Sayang?" Tanya Ara.
"Ini orang toko furniture itu nelpon, katanya dia mau antar sekitar 1 jam lagi," kata Leo.
"Oh gitu, berarti kita harus siap-siap terus ke sana," kata Ara.
"Iya dong Sayang, kasian lah kalau mereka antar barang terus kita nggak ada di rumah," ujar Leo.
"Ya udah Ara, kamu tinggalin aja dulu gih! Ini semua biar Mami Dan Bi Ina yang siapin. Kalian siap-siap terus langsung aja ke ke rumah kalian, tapi setelah itu kalian harus balik lagi ya. Karena Mami udah masak sebanyak ini, masa iya kalian enggak makan di rumah," kata bu Amara.
"Iya Mi, nggak apa-apa kan Ara tinggal?" Tanya Ara yang merasa tidak enak. Karena ini juga merupakan momen pertamanya masak bersama dengan mertuanya itu.
"Iya Mami, kami bakalan makan malam di sini Kok, kami cuma mau masukin barang-barang aja ke rumah baru kita. Nanti waktunya makan malam kita pasti bakalan ke sini lagi," kata Leo.
"Ya udah sana kalian siap-siap," kata bu Amara.
Leo dan Ara bergegas bersiap-siap, setelah mereka rapi langsung saja mereka berdua pergi ke rumah baru yang akan mereka tempati nanti.
...
"Yes, yes, yes," kata Aria saat itu sembari melompat-lompat kegirangan.
Arka yang melihat adiknya itu merasa sangat aneh, langsung saja ia mendekatinya.
__ADS_1
"Kenapa nih, seneng banget kayaknya," kata Arka.
"Ya iyalah seneng. Aku diterima kerja di perusahaan tempat Kak Rio kerja," jawab Aria.
"Hah? Seriusan kamu ngelamar di perusahaan itu?" Tanya Arka.
"Iya Kak, aku memang sengaja ngelamar di situ biar aku bisa selalu dekat sama Kak Rio," jawab Aria.
"Ya ampun Dek, kamu tuh bener-bener ya nekat banget. Kalau nanti cinta kamu itu bertepuk sebelah tangan gimana?" Kata Arka.
"Ya nggak masalah sih Kak, aku udah berniat untuk tetap berjuang meskipun nanti akhirnya nggak sesuai sama yang aku harapkan. Yah daripada aku gak ngelakuin apa-apa terus mengharapkan hasilnya, itu kan nggak akan mungkin," kata Aria.
"Terserah kamu, kamu tuh memang bandel banget ya kalau dibilangin sama Kakak," hardik Arka.
"Udah, Kakak tenang aja ya. Kayak nggak kenal aja sama adiknya. Bawa enjoy aja kali Kak," kata Aria sembari menaik turunkan kedua alis matanya. Ia tidak ingin jika kakak satu-satunya yang ia sayangi itu merasa khawatir terhadap dirinya.
"Iya, Kakak percaya sama kamu. Tapi Kakak nggak mau kalau kamu nanti bakalan sakit hati Dek. Kakak gak yakin kamu bisa buat Rio ngelupain Nadia, kamu tau sendiri kan gimana kisah cinta mereka sampai maut menjemput Nadia.
"Tau Kak, tapi kan nggak mungkin juga Kak kalau Kak Rio itu bakalan terus-terusan terpuruk karena meratapi kepergian Kak Nadia yang gak akan mungkin bisa kembali lagi. Sedangkan Kak Rio harus melanjutkan hidupnya, ya siapa tau aku beneran bisa buat gantiin posisinya Kak Nadia di hati kak Rio nanti," kata Aria penuh harap.
"Kakak selalu ngedoain yang terbaik buat kamu Dek, mudah-mudahan Rio bisa membuka hatinya buat kamu. Cuma itu yang kakak harapin, untuk kebaikan kamu," kata Arka.
"Aamiin … makasih ya Kak doanya. Yang penting sekarang ini, bisa deket sama Kak Rio aja udah bikin aku senang kok Kak, meskipun aku nggak pacaran sama Kak Rio," kata Aria.
"Terserah kamu aja lah, kamu juga udah dewasa. Kakak juga kan nggak bisa ngatur-ngatur kamu terus," kata Arka.
"Nah itu tau, makanya Kakak tenang aja, Kakak nggak perlu terlalu khawatir sama aku. Aku bisa jaga diri aku sendiri Kak," kata Aria.
"Oke, Ya udah Kakak mau liat Papa dulu," kata Arka.
"Iya Kak, Papa lagi ada di ruangan kerjanya," kata Aria.
__ADS_1
Memang semenjak pak Boby jarang lagi ke perusahaan, ia saat ini lebih memilih mengawasi perusahaannya lewat pantauan CCTV dan juga mengerjakan pekerjaannya di rumah. Karena belum semua pekerjaannya diserahkan kepada Arka, pak Boby masih sedikit-sedikit mengurusi sesuatu yang menyangkut perusahaannya itu. dari rumah.
...****************...