
"Beni kamu apa-apaan sih, kita itu salah dan harus minta maaf sama Arka"ucap Cinta.
"minta maaf, minta maaf untuk apa..? harus nya dia sadar kenapa pacar nya bisa selingkuh sama sahabat nya sendiri, karena ke egoisan dia sendiri"ungkap Beni.
"ngomong apa loe, ngomong apa hah"teriak Arka menarik kerah baju Beni.
"apa hah, loe mau bantai gue ,bantai. Itukan yang selalu loe lakuin sama gue berkali-kali di saat loe emosi tanpa mandang gue siapa loe"ucap Arka.
"stop Beni..."teriak Cinta.
"biar aja Cinta, biar dia tau siapa diri dia. Gue juga udah muak sama semua kelakuan loe yang sok bos dan ngelakuin semena-mena semau loe, seenak loe ke gue, sebenar nya selama ini loe anggap gue ini sahabat loe atau kacung loe hah, mentang-mentang loe orang kaya dengan enak nya aja loe perlakuin gue sebagai babu loe"ucap Arka.
Arka dan Beni bertatapan dengan penuh amarah. Lalu tiba-tiba Beni memukul wajah Arka hingga Arka terjatuh.
"Beni stop Beni"pinta Cinta.
Cinta menghampiri Arka dan ingin menolongnya untuk bangun.
"lepasin, gue gak butuh loe berdua. Pergi kalian dari sini"usir Arka.
"tanpa loe usir, gue juga gak akan lama-lama ada di sini,jijik gue liat muka loe"ungkap Beni.
"gue lebih jijik liat kalian berdua, pergi"teriak Arka.
"ayo Cinta kita pergi"ajak Beni.
"tapi Ben"rengek Cinta.
"udah lah Cinta, Arka gak pantas buat kamu"ucap Beni.
Lalu Beni dan Cinta pergi meninggalkan rumah Arka.
...
"ada-ada aja masalah, gak di saat Leo koma gak di saat Leo sadar, kirain pas Leo udah sadar semua akan baik-baik aja tau gak,setelah ini apa lagi coba"ucap Ara.
"Ara yang sabar dong, sekarang Irene nya udah gak ada di sini kok. Dia udah balik dan gak akan ada yang ganggu hubungan kalian lagi"ucap Sarah.
"iya Ra, atas nama sepupu aku, aku minta maaf ya"ucap Nadia.
"kenapa jadi kamu yang minta maaf sih, ini sama sekali bukan salah kamu Nad"terang Ara.
"iya tapi paling gak aku mewakili Mbak Irene"ungkap Nadia.
"Nad aku udah maafin Kak Irene, yang penting dia sadar dan setia sama suami nya, dan gak akan ganggu hubungan aku lagi sama Leo"ucap Ara.
"makasih ya Ra, aku tau kamu yang terbaik"ucap Nadia lalu memeluk Ara.
"aku mau juga dong"pinta Sarah.
"sini.. sini.. "ajak Nadia dan Ara tersenyum.
Lalu Sarah pun memeluk kedua sahabat nya tersebut.
"pengantin baru gak kena marah nih keluar lama-lama...?"tanya Nadia.
"ya gak lah,kan suami tau aku keluar nya sama kalian"jawab Sarah.
__ADS_1
"cieh.. suami"ledek Nadia.
"lah kan emang bener suami"ucap Sarah.
"iya iya bener yang udah punya suami"ucap Ara.
"terus suami nya jaga anak di rumah atau lagi keluar juga tu...?"tanya Nadia.
"tadi sih abis antar aku dia ke rumah Ibu nya, Kayla sama suster di rumah"jawab Sarah.
"oh.... gitu"gumam Nadia.
"iya, kenapa sih...?"tanya Sarah.
"gak papa Sar"jawab Nadia.
"hey udah dong, yuk pulang udah malam"ajak Ara.
"yuk ah"jawab Nadia.
"kamu Sar mau aku anterin sekalian bareng Nadia atau gimana..?"tanya Ara.
"aku sama Bryan aja, dia udah di jalan juga kok"jawab Sarah.
"oh ya udah kalau gitu kita nunggu Bryan sampai dulu ya"ucap Ara.
"iya bener"sambung Nadia.
"gak usah,beneran Bryan nya udah dekat, kita keluar juga dia udah sampai kok"ucap Sarah.
"nah kan bener"ungkap Sarah.
"oh iya itu Bryan udah sampai, kalau gitu kita duluan ya Sar, bye... "ucap Ara dan di sambung Nadia.
"bye hati-hati"balas Sarah.
...
"kamu udah sampai rumah...?"tanya Leo lewat telfon.
"baru aja sampai, kenapa..?"jawab Ara dan bertanya balik.
"hm.. besok pergi kerja gak usah bawa mobil ya, biar aku jemput pulang nya, sekalian ada yang mau aku tanyain"ucap Leo.
"mau nanya apaan,gak bisa lewat telpon..?"tanya Ara.
"gak bisa sayang, ya udah kamu tidur sekarang udah malam.. good night sayang, love you"ucap Leo.
"oke deh, good night too sayang, love you more"balas Ara.
Dan panggilan telfon terputus.
Keesokan hari...
"hai sayang"sapa Leo yang menunggu Ara di depan Kantor.
"hai, on time banget ya kamu sayang"ucap Ara.
__ADS_1
"iya dong"jawab Leo.
"terus kita mau kemana dulu...?"tanya Ara.
"ke cafe gimana...?"tanya Leo.
"oke"jawab Ara dan segera masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di cafe Ara melihat Rio, Nadia, Sarah dan juga Bryan yang sudah menunggu kehadiran mereka.
"ini dia romeo and juliet nya, lama banget"ucap Rio.
"loh kok ada mereka..?"tanya Ara kepada Leo.
"iya kan mereka sahabat kita gak papa dong sayang"jawab Leo.
"iya tapi kenapa kamu gak bilang sama aku dan ini ada apa...?"tanya Ara lagi.
"Ra, kalian duduk aja dulu"ucap Bryan.
Ara dan Leo duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk mereka.
"Ara aku sama Nadia aja gak tau awal nya kalau kita semua bakalan ngumpul kayak gini"ungkap Sarah.
"iya Ra, bahkan kita gak tau ini ada apa. Kaget aja Rio tiba-tiba ngajak aku ke sini, setelah itu Sarah dan Bryan datang eh gak lama kemudian kalian"ungkap Nadia pula.
"terus ini sebenar nya ada apa..?"tanya Ara.
"santai aja lah Ra, kayak gak biasa aja kita ngumpul kayak gini"ucap Bryan.
"tapi ini ada yang gak biasa"ucap Ara.
"sayang, jadi kita ngumpul di sini karena mau ngumpul aja dan mau mastiin sesuatu"ungkap Leo.
"kata kamu ada yang mau di tanyain, kenapa sekarang ganti jadi mau mastiin"ucap Ara.
"iya tanya dan mastiin"terang Leo .
"kalian ini cowok-cowok pada kenapa sih bikin bingung aja"ucap Nadia.
"tau nih"sambung Sarah.
"kalian bentar lagi juga akan tau kok maksud kita, minum-minum aja dulu"ucap Rio.
Ara hanya geleng-geleng kepala tidak mengerti.
Tiba-tiba datang seseorang yang yang berjalan mendekati mereka.
"Arka"gumam Ara.
"Arka"gumam Nadia pula.
Leo, Bryan dan Rio saling menatap lalu menatap Ara dan juga Nadia.
Sarah juga menatap suami dan sahabat-sahabat nya dengan penuh kebingungan.
***
__ADS_1