Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_80


__ADS_3

"jadi mau sampai kapan Ra gak bilang ini semua ke Leo.. ?"tanya Sarah.


"iya Ra, Leo gak mungkin tau dengan sendiri nya. Apa lagi ini bukan dari bagian ingatan dia waktu sadar lho, ini waktu dia koma. Jujur sampai sekarang aja aku belum ingat yang aku koma terus ketemu Leo dalam koma itu, kayak nya mustahil aja gitu. Tapi aku coba buat percaya"ucap Nadia.


"nah itu dia yang aku takutin, gimana kalau Leo mengira aku halu atau mengada-ngada, terus dia gak percaya sama aku dan nganggap aku gila sangking tergila-gila nya sama dia dan aku malah ngarang cerita yang enggak-enggak"ungkap Ara.


"Hei mana Ara yang kita kenal, masak belum apa-apa udah negatif thinking dulu sih. Coba dulu Ra dekatin Leo terus cerita secara perlahan, kita yakin kok meskipun gak langsung percaya tapi seenggak nya Leo akan penasaran dan mencoba membuktikan nya"ucap Sarah.


"dan kalau Leo udah dekat sama kamu pasti dia percaya, sama kayak kita. Lagian kan ada saksi lain juga yang bisa liat Leo waktu itu, my baby Rio"sambung Nadia.


"hu... bisa banget, tapi ada bener nya yang Nadia bilang Ra"ucap Sarah.


"hm.. kayak nya aku butuh bantuan Rio, gak papa kan Nad...?"tanya Ara.


"ya gak papa dong, kita juga pasti bantu kok"jawab Nadia.


"kita harus sama-sama datang buat jenguk Leo"usul Sarah.


"setuju"jawab Ara dan Nadia.


...


"Irene kenapa sejak semalam pulang dari rumah sakit Bunda lihat kamu selalu diam, ada apa sayang...? cerita dong sama Bunda "tanya Bu Risa.


"baik nya aku ngomong atau gak ya ke Bunda, tapi kalau aku ngomong takut nya Bunda malah gak izinin aku keluar rumah lagi"gumam Irene dalam hati.


"sayang....."panggil Bunda Irene.


"Iya Bun"jawab Irene.


"kok malah bengong, jawab dong pertanyaan Bunda"pinta Bunda Irene.


"Irene gak papa kok Bun. Irene cuma agak rindu aja sama Mas Bram"jawab irene beralasan.


"oh ya sudah kalau begitu kamu cepat pulang temuin suami kamu"ucap Bunda Irene .


"Bunda, gak suka ya anak nya lama-lama di sini"ucap Irene cemberut.


"eh kata siapa, sembarangan saja kalau bicara.Bunda senang lah kamu di sini, Bunda senang sekali,tapi kamu sendiri kan yang bilang merindukan suami kamu Mas Bram, Bunda cuma kasih solusi terbaik saja"jelas Bunda.

__ADS_1


"tapi kan bisa vc Bun"ucap Irene.


"nah itu kamu tahu, buruan gih vc suami kamu. Bunda mau masak dulu, ayang nya Bunda mau pulang sebentar lagi"ucap Bunda Irene.


"iya deh yang ayang nya mau pulang"ledek Irene tersenyum.


"iya dong, emangnya kamu doang yang punya ayang"ucap Bunda Irene sambil mencolek hidung irene lalu berjalan ke dapur.


"Bunda tahu sayang kamu lagi bohong sama Bunda"gumam Bu Risa dalam hati.


"maafin Irene yan Bun belum bisa ngomong yang sebenar nya sama Bunda, Irene cuma takut Bun. Irene mau cari Tante Amara dan meminta maaf, Bunda tenang aja Irene gak mungkin mengharap Leo lagi karena Leo udah gak ada dan Irene udah punya Mas Bram.Irene cuma mau Tante Amara gak benci sama Irene Bun"gumam Irene pula dalam hati.


...


Tiba saat nya Ara dan teman-teman nya datang ke rumah Bu Amara untuk menjenguk Leo.


"Sore Tante.... "ucap Ara dan yang lain nya menegur Bu Amara yang sedang menyiram bunga di halaman depan rumah.


"sore,eh ada tamu ramai banget mau jenguk Dika ya...?"balas Bu Amara dan bertanya.


"iya nih Tante,boleh kan...?"jawab Rio dan bertanya pula.


Ara dan teman-teman nya mengikuti Bu Amara masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar Leo.


tok..tok..tok..Bu Amara mengetuk pintu kamar Leo.


"sayang.. ada Ara sama teman-teman nya mau jenguk kamu, boleh masuk kan..?"tanya Bu Amara memberi tahu.


"boleh Mi masuk aja"jawab Leo.


Ara dan teman-teman nya masuk ke dalam kamar Leo.


"Ara dan yang lain nya duduk saja ya di sini, ajak Dika ngobrol biar gak bosan.Tante mau lanjut siram bunga dulu, nanti bibik antarin minuman dan cemilan buat kalian"ucap Bu Amara.


"iya Tante lanjut aja"jawab Nadia.


"gak usah repot-repot Tante"ucap Ara.


"gak repot kok"jawab Bu Amara lalu keluar dari kamar Leo.

__ADS_1


"apa kabar loe bro...?"tanya Rio.


"gak usah sok akrab"ucap Leo.


"Leo, kamu gak boleh kayak gitu sama pacar aku"ucap Nadia.


"ini pacar kamu,kok bisa sih"gerutu Leo.


"yeh... emang kenapa...? "tanya Nadia.


"tunggu.....kamu juga tau nama aku Leo, jangan-jangan kalian semua tau aku Leo, kalian sebenarnya siapa sih...? "tanya leo heran.


"jadi gini kita kesini selain mau jenguk kamu kita juga mau jelasin sesuatu"ucap Sarah.


"apa....? "tanya Leo.


"Ara kamu aja yang jelasin"perintah Bryan.


"oke aku yang akan jelasin"jawab Ara.


Ara mulai menceritakan semua nya,dari pertama kali Ara dan Leo bertemu hingga sampai Leo sadarkan diri.


"ha..ha..ha... lucu banget karangan cerita nya,koma,pacaran,gak masuk akal tau gak"ucap Leo tertawa.


Ara sedih mendengar Leo tertawa pertanda sama sekali tidak mempercayai nya.Akan tetapi teman-teman nya menghibur dan membela Ara.


"Loe jangan keterlaluan dong bro, Ara itu gak bohong. walaupun yang lain gak bisa liat loe tapi gue bisa.Ara sampai di kira gak waras waktu itu karena dia sering di anggap ngomong sendiri padahal ngomong sama loe"ungkap Rio.


"iya nih ,kita kesini buat ceritain yang sesungguh nya, kita tau kok kamu juga pasti penasaran kan dengan apa yang terjadi dengan 4 tahun belakangan ini"sambung Nadia.


"iya dan yang tau tentang hidup kamu 4 tahun belakangan ini ya cuma kita, terutama Ara. Karena Ara yang selalu melewati hari-hari bareng kamu, dia yakin suatu saat bisa ketemu kamu langsung di dunia nyata bukan dunia lain"sambung Sarah pula.


"oh ya terus gue harus percaya gitu, kalian udah sekongkol buat cerita bohong ini kan, bukti nya gak ada efek apa-apa saat gue denger cerita dari Ara mau pun loe semua, gue gak ingat apa-apa"ungkap Leo.


"oke ini yang terakhir, besok aku akan ajak kamu ke suatu tempat,kamu pernah ajakin aku kesana,kali aja kamu bisa ingat sesuatu di sana,kalau gak aku janji gak akan ganggu kamu lagi"ucap Ara.


"oke"jawab Leo mengangguk setuju.


***

__ADS_1


__ADS_2