
Ingin rasanya Ara membangunkan Leo saat ini, akan tetapi ia kasihan karena melihat sang suami yang begitu sangat lelah. Ia menjadi bingung sendiri, apakah harus membiarkan Leo tidur di meja tapi dalam keadaan tidak nyaman seperti itu? Atau membangunkannya untuk pindah tapi takut suaminya itu malah tidak dapat tidur kembali. Akhirnya setelah memikir-mikir ia pun memutuskan untuk membangunkan Leo.
"Sayang … ," panggil Ara sembari mengelus lembut pipi sang suami.
Leo belum juga berkutik, ia tetap nyaman dengan posisi tidurnya saat ini.
"Sayang … ," panggil Ara sekali lagi dan kali ini sembari menepuk pelan pundak sang suami, hingga Leo pun terusik dan membuka matanya.
"Sayang, ada apa? Kamu mau sesuatu atau perut kamu keram?" Tanya Leo dengan paniknya. Tetapi Ara malah menanggapi hal itu dengan senyuman.
"Sayang, aku nggak papa kok. Aku baik-baik aja. Tapi aku tadi nggak sengaja aja kebangun dan melihat kamu ada di sini. Kerjaan kamu udah selesai?" Jawab Ara dan bertanya.
"Oh … udah kok sayang, cuma maaf ya tadi aku ngantuk banget jadi ketiduran di sini," jawab Leo.
"Iya Sayang, aku sekarang bangunin kamu karena mau ajak kamu pindah. Yuk kita tidur di kasur aja," ajak Ara.
"Ya udah yuk Sayang," jawab Leo.
Lalu Leo dan Ara pun kembali ke tempat tidur dan kembali memejamkan matanya.
...
"Hari ini aku akan ke agen Baby Sister, aku mau cari satu Baby Sister yang akan membantu kamu menjaga baby kita," kata Bryan.
"Aku kan udah bilang nggak perlu Mas. Untuk apa juga sih? Dari kemarin udah ada Ibu yang bantu jaga Kayla, sekarang walaupun ada adiknya Kayla aku bisa jaga kok sendiri, nggak perlu sampai ada Baby Sister segala," tolak Sarah.
__ADS_1
"Nggak papa Sayang, aku nggak mau kamu dan Ibu kecapean. Lagian Ibu juga setuju kok," kata Bryan.
"Kata siapa Ibu setuju? Ibu kan cuma bilang setuju kalau Sarah juga setuju. Kalau Sarah nggak setuju ya Ibu juga nggak lah," kata bu Sinta yang tiba-tiba saja berdiri di depan kamar Sarah dan Bryan.
"Ibu, masuk aja," ucap Sarah.
Memang ibu mertuanya itu selalu saja segan untuk masuk ke kamar anak dan menantunya, meskipun tujuannya adalah untuk melihat baby Kiandra anak kedua dari Bryan dan Sarah. Jika tidak dipersilahkan masuk oleh Sarah maupun Beni, maka Bu Sinta akan tetap berada di pintu kamar kecuali dalam hal yang emergency.
"Loh kok Ibu jadi gitu sih, bukannya Ibu sendiri bilang ya kalau Baby Sister itu penting," protes Brian.
"Iya memang, tapi sekarang tergantung Sarah-nya juga. Kalau menurut Ibu sih ya Ibu nggak masalah kok jaga Kayla dan ngebantu Sarah buat jaga Kiandra. Kalau Sarah sendiri juga merasa sanggup, kenapa harus ada Baby Sister? Lagian kita itu nggak bisa sembarangan percaya sama orang lain untuk memegang keluarga kita, terutama anak bayi Sayang. Lebih nyaman dan aman kita sendiri yang menjaganya," kata bu Sinta.
"Iya Mas Ibu Benar. Lagian anak kita itu baru dua, terus ada ibu lagi yang bantuin aku. Gimana coba sama ibu-ibu di luar sana yang anaknya tiga atau empat? Mereka hanya jaga berdua dengan suaminya, di saat Suaminya kerja, mereka juga sendirian. Bisa kan? mereka tetap aman tuh," kata Sarah.
Bryan tampak terdiam. Dia tidak akan menang jika membantah kedua wanita yang sangat dicintai dan ada di depan matanya saat ini.
"Mas, kamu tenang aja ya. Aku sama Ibu bakalan baik-baik aja kok. Nggak mungkin lah aku bakalan kenapa-napa hanya karena menjaga anak aku sendiri," kata Sarah.
"Nah benar itu kata Sarah. Dulu waktu kamu kecil juga Ibu yang jaga sendiri kok. Nggak ada tuh yang namanya Baby Sister," kata Bryan.
"Ya kan Bryan doang Bu anak Ibu, sedangkan anak kami ada dua," protes Bryan.
"Iya, tapi ada Ibu yang bantuin jaga," sahut Sarah.
"Iya deh iya, pokoknya aku nggak akan pernah menang kalau berdebat sama kalian berdua," kata Bryan dan ditanggapi senyuman oleh bu Sinta dan juga Sarah.
__ADS_1
"Sudah, sudah, sekarang kamu sarapan sana, ntar kamu telat loh ke kantornya," kata Bu Sinta.
"Iya Bu, Bryan sarapan dulu," jawab Bryan, lalu ia pun menuju ke ruang makan untuk menyantap sarapan yang telah disiapkan oleh bibi pembantu di rumahnya itu.
Sedangkan Sarah saat ini sedang sibuk memberi asi kepada baby-nya yang baru saja lahir dua minggu yang lalu. Kayla sangat senang mempunyai seorang adik yang sangat lucu, ia juga setiap hari akan mengajak Oma-nya untuk melihat adiknya itu yang ada di kamar orang tuanya. Sedangkan Kayla sudah terbiasa tidur di kamarnya sendiri bersama sang Nenek.
...
Di usia kandungan Ara yang sudah memasuki tujuh bulan. Ara saat ini sedang mengadakan acara tujuh bulanan atau yang biasa disebut dengan mitoni. Ara dan Leo mengundang seluruh kerabat, sahabat dan juga teman-teman terdekatnya. Acara itu sendiri pun dilakukan di hari libur sehingga tampak semua tamu yang diundang hadir berbondong-bondong ke acaranya itu. Para sahabatnya tampak telah berkumpul bersama pasangan dan keluarganya masing-masing.
"Hai Tante Ara, selamat ya sebentar lagi dede bayinya bakalan launching di dunia," Ucap Cinta seolah menjadi Clarissa.
"Makasih ya Clarissa, Makasih Mama dan Papa Clarissa. Doain aja ya semuanya lancar, bentar lagi Clarissa bakalan punya dede," kata Ara tersenyum.
"Aamiin," ucap Cinta dan Beni.
"Selamat ya Sayangku, mudah-mudahan lancar sampai lahiran nanti dan sehat semuanya," ucap Sarah pula yang hadir bersama Bryan, ibu mertua dan kedua anaknya.
"Makasih Sayang. Aamiin … ," ucap Ara kepada sahabatnya beserta keluarga sahabatnya itu.
Ucapan selamat juga berdatangan dari para sahabat yang lainnya seperti Seno, Amira, Rio, Aria, Arka, Sherin dan lainnya. Mereka ikut merasakan kebahagiaan yang saat ini sedang dirasakan oleh Ara dan Leo. Pasangan ini benar-benar sangat serasi dan sempurna, ditambah lagi sebentar lagi mereka akan mempunyai seorang anak sudah pasti lengkaplah kebahagiaan yang akan mereka rasakan.
"Oh ya, mumpung semuanya pada ngumpul, aku sekalian mau kasih undangan ini buat kalian," kata Arka lalu ia pun membagikan undangan kepada para sahabatnya itu. Yaitu undangan pernikahannya dengan Sherin.
"Wah … Selamat ya Arka dan sherin, mudah-mudahan semua berjalan lancar sampai hari H-nya nanti," ucap Ara dan di susul juga oleh yang lainnya.
__ADS_1
"Aamiin, makasih ya atas doa dari kalian semua," ucap Arka dan sherin.
...****************...