
Arka yang terasa haus itu berniat pergi ke dapur untuk mengambil minuman. Ia melewati kamar Aria dan tidak sengaja melihat adiknya itu sedang bersiap-siap. Karena pada saat itu pintu kamar Aria dalam keadaan sedikit terbuka.
Arka melihat jam di dinding dan melihat waktu telah menunjukkan pukul 10.00 malam, karena curiga langsung saja Arka menghampiri adiknya.
"Ehem," Arka berdehem sehingga membuat Arya menoleh ke arahnya.
"Kakak? Ngapain Kakak di situ, kok belum tidur?" Tanya Aria.
"Kamu tuh yang ngapain, malam-malam gini siap-siap mau ke mana kamu?" Tanya Arka pula.
"Aku mau keluar sebentar Kak, boleh ya?" Jawab Aria sekaligus meminta izin kepada kakaknya itu.
"Nggak boleh. Kamu nggak liat ini udah jam berapa? Perempuan malam-malam keluyuran sendiri, kamu nggak ingat ya kejadian waktu kamu hampir dirampok?" Kata Arya dan melarangnya.
"Ingat Kak ingat, tapi kali ini aku nggak pergi sendirian kok," terang Aria yang membuat kakaknya itu kini menatapnya dengan tatapan curiga.
"Terus kamu pergi sama siapa?" Tanya Arka.
Bukannya menjawab, Aria malah mengedip-ngedipkan matanya sembari tersenyum manja.
"Enggak usah sok imut, jawab sama siapa?" Tanya Arka mengulanginya.
"Sama Kak Rio, boleh ya please," jawab Aria
"Dalam rangka apa kalian mau pergi berdua? Nggak tau waktu ya malam-malam begini, jam 10.00 malam ngajakin anak orang keluar," kata Arka.
"Kak Arka please! Aku minta tolong kali ini aja izinin dan Kakak jangan ikut campur ya, mendingan Kakak masuk kamar aja, bobok. Aku janji aku nggak akan keluar lama, cuma sebentar aja, aku janji," ucap Aria dan memohon kepada kakaknya itu.
Arka terdiam menatap adiknya seraya berpikir, "Ya udah, tapi kamu janji ya sebelum jam 12.00 malam harus udah ada di rumah. Kalau nggak lihat aja apa yang bakalan Kakak lakuin sama Rio," ancam Arka.
"Iya kak aku janji, makasih ya kakakku sayang," ucap Aria yang begitu bahagia, lalu memeluk kakaknya sebentar.
__ADS_1
Dan saat itu, kakak dan adik itu pun sama-sama mendengar suara mobil di depan rumah mereka.
"Nah itu pasti Kak Rio, aku pergi ya kak," ucap Aria lalu melangkahkan kakinya keluar kamar. Aria melihat Arka yang mengikutinya dari belakang.
"Kakak mau ke mana?" Tanya Arya serta langkah kaki mereka pun terhenti.
"Ya ke depan lah, mau ketemu Rio," jawab Arka.
"Mau ngapain kak? Kan aku udah bilang Kakak masuk kamar aja, bobok. Please kali ini aja Kak," pinta Aria.
Arka pun mengiyakan permintaan adiknya itu, dengan sangat senang Aria melangkahkan kakinya keluar dan menemui Rio.
"Jujur, aku pengen liat kamu bahagia, aku seneng banget lihat kamu tersenyum kayak gitu Dek. Tapi Rio itu baru aja kehilangan tunangannya, Kakak nggak mau kalau kamu cuma dijadiin pelampiasan sama Rio dan kamu bakalan sakit hati nantinya Dek," gumam Arka dalam hati.
Arka begitu menyayangi adiknya, sehingga tidak mau melihat adiknya itu terluka atau disakiti oleh orang lain. Jika itu terjadi, maka Arka tidak akan pernah tinggal diam. Cukup dirinya lah sendiri yang pernah merasakan kecewa dan patah hati akibat cinta, asal itu tidak terjadi kepada adiknya.
...
"Menurut kamu gimana dessert-nya Sayang? Kalau menurut aku ini enak sih, cocok jadi menu penutup acara kita nanti," kata Leo.
Saat ini Ara dan Leo sedang berada di sebuah toko dessert terkenal dan terbesar juga berkelas di kota Jakarta.
"Iya dong Sayang, pilihan Mami aku dan Mami kamu itu memang terbaik deh," kata Leo.
"Iya, tapi udah tau kayak gitu, ngapain ya mereka nyuruh kita buat mastiin segala," kata Ara.
"Kamu gimana sih sayang, kan seperti yang orang tua kita bilang, pernikahan itu cuma sekali seumur hidup. Takutnya nanti kita nggak puas atau ada sesuatu yang nggak sreg sama kita gimana? Jadi paling nggak kita harus memastikan lah kalau semuanya itu benar-benar sesuai apa yang kita mau. Yah meskipun kita udah menyerahkannya kepada orang tua kita, nggak ada salahnya kan kalau kita ada waktu kita juga cari tahu sendiri atau ikut merekomendasikan," kata Leo.
Ara mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, "Iya sayang, ya udah kita lanjutin abisin dessert-nya. Abis itu kita pulang ya, udah malam nih," kata Ara.
"Iya Sayang, nggak kerasa udah jam 10.00 lewat aja," kata Leo dan hanya ditanggapi senyuman oleh tunangannya itu.
__ADS_1
Setelah membayar tagihan dessert dan minuman yang mereka pesan, Ara dan Leo pun segera beranjak pergi dari toko dessert tersebut.
Leo melajukan mobilnya menuju ke rumah Ara. Beberapa saat kemudian mereka pun telah tiba di tempat tujuan.
"Makasih ya sayang," ucap Ara setelah turun dari mobil.
"Sama-sama sayang, kalau gitu aku langsung balik ya. Salam buat Om dan Tante," kata Leo.
"Iya Sayang, oh ya jangan lupa besok fitting baju mumpung weekend," kata Ara mengingatkan.
"Iya, aku ingat kok. Sama Mami aku dan Mami kamu juga kan?" Kata Leo dan bertanya.
"Iya dong sama mereka," jawab Ara.
"Ya udah, kalau gitu besok aku jemput kalian ya," tawar Leo.
"Eh nggak usah Sayang, kita pergi masing-masing aja, ntar kita ketemuan langsung di butik," kata Ara.
"Oh gitu, ya udah deh. Sampai ketemu besok ya sayang," ucap Leo.
"Iya Sayang, bye …," ucap Ara pula.
"Bye …," balas Leo dan segera melajukan mobilnya kembali.
Saat Leo tidak lagi terlihat dari pandangan mata Ara, ia pun segera masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang berbunga-bunga dan sedang dihinggapi ribuan kupu-kupu yang indah.
...
Pagi-pagi sekali bu Tania sudah bersiap-siap, ia berniat akan pergi ke rumah Beni dan Cinta bertujuan untuk menjenguk Cinta dan juga bayi yang baru saja dilahirkannya.
Setelah siap, langsung saja ia menyetir mobilnya menuju ke rumah Cinta. Perasaannya saat ini sangat menggebu-gebu, ia ingin selalu dekat dengan cucunya. Ia juga merasa sangat bersyukur karena Cinta dan Beni mengakuinya sebagai nenek dari Clarissa, anak Cinta dan Beni. Akan tetapi namanya manusia biasa, apapun yang sedang dialaminya saat ini tidak membuatnya merasa puas. Bu Tania ingin meminta lebih, untuk itulah saat ini ia datang ke rumah mereka untuk menyampaikan apa yang diinginkannya.
__ADS_1
Tidak lupa bu Tania mampir ke sebuah toko untuk membeli bunga dan kue sebagai buah tangan untuk Cinta yang baru saja melahirkan cucunya.
...****************...