
"Tante, Sarah sama Bryan pamit dulu ya. Soalnya Kayla di tinggal di rumah sama Ibu, kasian Oma nya"ucap Sarah.
"oh iya Tante sampai tidak sadar kalau Kayla tidak ada, terima kasih ya Sarah, Bryan, maaf sekali lagi"ucap Bu Jasmine.
"sama-sama Tante"jawab Bryan.
"Tante gak usah minta maaf, gak ada yang salah kok. Kita pulang dulu ya Tan"pamit Sarah.
"hati-hati ya kalian di jalan"ucap Bu Jasmine.
"iya Tante"jawab Sarah.
Setelah berpamitan, Sarah dan Bryan meninggalkan rumah sakit dan langsung pulang ke rumah.
Beberapa saat kemudian Ara dan Leo juga berpamitan untuk meninggalkan rumah sakit.
"sayang, kita mampir ke suatu tempat dulu ya"ucap Ara saat dalam perjalanan.
"mau kemana sayang...?"tanya Leo.
Ara menunjukkan jalan ke arah yang akan di tuju, setibanya di sana, Ara pun turun dari mobil dan Leo menunggu di dalam mobil.
"kamu beneran gak papa sendirian...?"tanya Leo.
"gak papa sayang,aku mau ngomong sama Rio. Kalau kita ngomong berdua takut Rio gak mau denger apa kata aku, kamu percaya kan sama aku"ucap Ara.
"iya sayang, aku percaya kok"jawab Leo.
Ara berjalan menuju sebuah taman, di sana ia melihat Rio yang sedang duduk termenung.
"Rio"panggil Ara.
"Ara, kamu tau dari mana aku di sini..?"tanya Rio.
"walaupun kita dulu pernah pacaran, tapi belum tentu aku tau tempat ini, karena kamu sendiri kan yang bilang Nadia aja sampai sekarang gak tau kalau tempat ini adalah tempat kamu di saat lagi sedih dan ingin sendiri. Kamu lupa kalau kita pernah sahabatan, sekarang aku percaya kalau aku satu-satunya orang yang kamu kasih tau tempat ini sebagai sahabat kamu"ucap Ara.
"aku gak pernah bohong Ra ,kamu sekarang mau ngapain ke sini...?"tanya Rio.
"Yo, aku tau kamu kecewa ,kamu marah karena Nadia gak kasih tau kamu soal penyakitnya, tapi Nadia sama sekali gak bermaksud kayak gitu yo"ucap Ara.
"gak bermaksud apa Ra, jelas-jelas Nadia sama sekali gak menghargai aku. Arka juga seharusnya kasih tau aku lah, mereka anggap aku apa sih"ucap Rio.
"gak usah kayak anak kecil, aku juga baru tau hari ini, tapi aku bisa ngerti. Terserah kamu aja mau mikir gimana, aku cuma mau bilang kalau Nadia butuh kamu sekarang, kalau kamu emang masih peduli sama Nadia kamu temui Nadia, buang egois kamu"ucap Ara.
__ADS_1
Rio hanya terdiam dan membelakangi Ara, lalu tanpa berpamitan Ara pergi meninggalkan Rio dan menghampiri Leo di mobil.
"kita pulang sekarang sayang"ajak Ara.
"iya sayang"jawab Leo.
...
"kenapa sih Kak, Kakak harus ngelakuin hal yang Kakak udah tau resiko nya itu bakal gimana...?"tanya Aria.
"Kakak cuma mau nolong Nadia dek itu aja.Nadia yang minta, yang tau soal penyakit Nadia awalnya cuma Kakak dan Mama nya ,gak mungkinkan Kakak diam aja"terang Arka.
"ya udah lah Kak, semuanya juga udah terjadi. Mudah-mudahan Kak Rio bisa nerima"ucap Aria.
"iya Kakak tau, kalau Kakak jadi Rio juga pasti akan kecewa, tapi gimana pun juga kakak akan menepiskan rasa itu dulu dan mengutamakan yang sekarang, walaupun Nadia udah berhasil operasi, tapi dia akan hidup dengan satu ginjal, itu gak akan mudah. Nadia butuh dukungan dari orang-orang terdekatnya apa lagi Rio"ucap Arka.
Aria terus memandang Kakak nya yang berbicara soal Nadia.
"kamu kenapa liatin Kakak kayak gitu...?"tanya Arka.
"Kak,Kakak kok peduli banget sama Kak Nadia...?apa jangan-jangan Kakak suka ya sama dia...?"tanya Aria.
"apaan sih kamu dek,ya gak lah.Nadia itu sahabat Kakak.Lagian jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam Kakak tuh masih suka sama Ara"jawab Arka.
Wajah Arka memerah dan tersenyum malu.
"apaan sih dek, tidur udah malam.Kakak mau ke kamar dulu ya ngantuk"ucap Arka.
"cieh... malu"ledek Aria lagi.
Arka pura-pura tidak mendengar, lalu segera keluar dari kamar Aria dan menuju ke kamarnya.
"masak sih aku mulai suka sama Nadia, emang Aria sehebat itu apa bisa tau aku suka Nadia apa gak, kayaknya gak lah, aku cuma anggap Nadia sahabat atau keluarga aja kok"gumam Arka dalam hati.
...
"Dika kamu dari mana larut malam gini baru pulang...?"tanya Mami Leo.
"maaf Mi ada urusan tadi, kok Mami belum tidur...?"jawab Leo dan bertanya.
"iya Mami kebetulan saja belum tidur, haus jadi ambil minum, ya sudah kamu buruan bersih-bersih dan tidur ya, itu Papi kamu saja sudah tidur. Ingatkan besok ada tender"ucap Mami Leo.
"iya Mi ingat kok, Dika ke kamar dulu ya. Good night Mi"ucap Leo.
__ADS_1
"iya good night sayang"balas Mami Leo.
Leo masuk ke kamarnya dan membersihkan diri, setelah itu Leo mengirim pesan watshap untuk Ara.
"sayang kamu udah tidur...?"tanya Leo.
"belum, tapi udah mau tidur sih, capek banget sayang"jawab Ara.
"iya sama, kalau gitu kita tidur yuk sayang"ajak Leo.
"ayuk"jawab Ara.
"ya udah selamat tidur sayang, mimpiin aku ya, love you 😘" ucap Leo.
"selamat tidur juga buat kamu, mimpiin aku juga dan love you more 😘"balas Ara.
Ara dan Leo tersenyum sambil membaca pesan wathsap yang mereka terima.Lalu memejamkan mata dan terlelap sampai pagi.
...
Nadia membuka mata dan terkejut melihat Rio yang sedang tertunduk di sampingnya dengan mata terpejam.
"sayang.... sayang.... "panggil Nadia.
"sayang kamu udah bangun"ucap Leo.
"iya, kamu sejak kapan di sini, Mama mana...?"tanya Nadia.
"tadi malam aku ke sini kamu udah tidur, Mama kamu tadi malam tidur di sofa sih, lagi keluar mungkin"jawab Rio.
"oh gitu, sayang maafin aku ya"ucap Nadia.
"hust... udah ya, aku yang salah dan harusnya minta maaf sama kamu"ucap Rio.
"gak sayang, aku yang salah"ucap Nadia.
Lalu Rio memeluk Nadia.
"sayang, tadi malam aku udah minta maaf sama Mama kamu. Katanya semua juga salah Mama kamu karena gak ngomong,sebenarnya aku gak salahin siapa-siapa kok karena aku juga salah, gak seharusnya aku malah marah dan ninggalin kamu kayak tadi malam,benar kata Ara dan yang lainnya, kamu butuh aku dan aku janji akan selalu jaga kamu, selalu ada buat kamu"ucap Rio.
"Ara...?"tanya Nadia.
"iya tadi malam Ara nyamperin aku"terang Rio.
__ADS_1
***