Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_177


__ADS_3

Berbeda hal nya dengan Arka, ia malah terpesona melihat kecantikan Nadia yang sudah lama tidak bertemu dengannya.Sejak Nadia sakit, Arka menjadi orang pertama yang tau selain orang tua nya, Arka dengan tulus merawat dan menjaga Nadia membuatnya tidak mengerti bagaimana perasaannya untuk Nadia saat ini, apa mungkin yang Aria katakan benar bahwa Kakaknya mulai mencintai Nadia.Sementara Ara yang selalu istimewa di mata nya sekarang hanya terlihat biasa layaknya seorang sahabat.


Kembali lagi ke Rolan dan Cinta,mereka tidak percaya akan bertemu kembali di sini, rasanya ingin sekali Cinta melabrak pria yang telah mengambil keperawanannya itu, tapi ia ingat bahwa itu juga tidak sepenuhnya kesalahan Rolan, begitu juga Rolan memilih untuk diam karena melihat Cinta yang juga pura-pura tidak mengenalinya.


Selain Cinta, Ara juga sedikit terkejut melihat kedatangan Rolan, Leo juga teringat bahwa itu adalah mantan Ara yang mereka temui di restauran waktu itu.Begitu juga dengan Rolan,ia merasa dunia sangat sempit sekali, kenapa ia bisa bertemu dengan wanita yang telah menghabiskan 1 malam dengannya dan juga bertemu cinta pertama nya dalam tempat dan waktu yang bersamaan.


"Hai semuanya,Sar, Bry, makasih ya undangannya dan udah izinin gue bawa sepupu gue"ucap Arka yang menghampiri mereka.


"iya sama-sama Ka, gak apa lah lebih seru jadinya rame"jawab Sarah.


"oh ya kenalin ini sepupu gue,nama nya Rolan"ucap Arka.


"guys, gue sama Ara mau ambil makanan dulu ya.Calon istri gue lapar katanya"ucap Leo sengaja memanas-manasi Rolan.


Ara yang tahu bahwa tunangannya itu tidak nyaman, segera mengikuti Leo yang sejak tadi tangannya telah di genggam erat lalu membawa nya menjauh dari Rolan.


Rolan menatap Ara lalu menatap Leo dengan perasaan tidak suka.


Sementara yang lainnya bergantian berkenalan dengan Rolan, saat Rolan menjulurkan tangannya ke arah Cinta dan hendak memperkenalkan diri, tiba-tiba Cinta pergi dengan alasan ingin ke toilet, Rolan juga pergi dengan alasan yang sama lalu mengejar Cinta.


"dunia sempit banget ya sayang, kamu senang dong bisa ketemu sama mantan kamu"ucap Leo.


"apaan sih"bantah Ara.


Tanpa sengaja mata Ara terpandang menuju ke arah Rolan yang mengejar Cinta, diam-diam Ara dan Leo mengikuti mereka untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.


...


"Heh berhenti"Rolan berteriak membuat langkah kaki Cinta terhenti, ia tidak mau menoleh karena takut Rolan yang meneriakinya.


benar saja dengan cepat Rolan menarik pundak Cinta hingga tubuhnya berputar menghadap ke arah Rolan.


"ada apa...?"tanya Cinta ketus.


"gak nyangka kita bisa ketemu di sini, apa kamu baik-baik aja...?"tanya Rolan.


"apa menurutmu seorang wanita yang masih virgin tiba-tiba kehilangan keperawanannya dengan pria yang tidak di kenal akan merasa baik-baik aja"teriak Cinta.


"hust... tutup mulutmu"ucap Rolan membungkam mulut Cinta dengan tangannya.


"hm... hm.... hm... "Cinta mencoba membuka suara tetapi sangat sulit.

__ADS_1


Sementara Ara dan Leo yang mendengar akan hal itu sangat terkejut.


"apa...?jadi ini masalah Cinta"ucap Ara dan hendak beranjak dari tempat persembunyian.


"sayang, jangan.Ini bukan urusan kita, Cinta akan lebih terpukul dan malu kalau dia sampai tau kita tau semuanya"cegah Leo.


Ara terdiam,menurut Ara apa yang di bilang Leo benar sehingga Ara memutuskan untuk tidak menguping lagi dan kembali bergabung bersama teman-temannya. Biarlah Rolan dan Cinta yang sudah sama-sama dewasa akan menyelesaikan masalah mereka sendiri.


"aw"rintih Rolan saat Cinta mengigit tangannya, Rolan melepaskan bungkamannya dengan sangat kasar.


"plak... "sebuah tamparan mendarat di pipi tampan milik Rolan.


"cewek brengsek"ucap Rolan.


Rolan menarik paksa tangan Cinta membawa ke sebuah sudut ruangan di rumah Sarah yang di yakini tidak ada orang yang akan datang menghampiri mereka.


"lepasin... "teriak Cinta.


Bukan melepaskannya, tetapi Rolan semakin erat memegang tangan Cinta, ia mendorong tubuh Cinta hingga kepala nya menyentuh dinding, kedua tangan Cinta di genggam erat hingga Cinta tidak dapat melepaskan diri.


"mau main-main sama aku, oke. Kita udah pernah melakukan hubungan intim, jadi kalau aku lakukan ini tentunya bukan apa-apa"ucap Rolan.


Lalu tanpa aba-aba Rolan langsung saja mencumbu bibir Cinta, meskipun Cinta menutup mulutnya, Rolan dengan sangat ganas mencumbunya dan berhasil menjelajahi mulut Cinta dengan lidahnya,Cinta berusaha menolak dengan terus menggelengkan kepalanya. Hingga akhirnya Cinta menggigit bibir Rolan yang membuat bibir Rolan mengeluarkan darah, lalu tidak hanya itu Cinta juga menendang pusaka milik Rolan sehingga Rolan terjungkal ke lantai.


"akh"teriak Rolan kesakitan.


Cinta yang telah bebas dari Rolan langsung berlari keluar dan meninggalkan rumah Sarah, ia tidak mau teman-temannya tau kondisinya saat ini sangat berantakan.


Cinta masuk ke dalam taxi yang ia hentikan, sepanjang perjalanan air mata nya terus mengalir tanpa henti.


...


Rolan menyembunyikan rasa sakitnya dan berjalan perlahan mendekati Arka.


"lama amat loe ke toilet, nyasar ya...?"tanya Arka.


Rolan hanya terdiam sambil berusaha menutupi luka di bibirnya yang terasa perih.


"kenapa nih...?"tanya Arka menyingkirkan tangan Rolan yang menutupi bibirnya itu.


"gak sengaja jatuh tadi ke pleset"jawab Rolan berbohong.

__ADS_1


"ya ampun kayak bocah aja loe"ledek Arka.


"sialan loe"ucap Rolan.


Saat itu Sarah dan Bryan datang menghampiri Arka dan Rolan.


"kalian liat Cinta gak...?dari tadi ke toilet tapi gak balik-balik"tanya Sarah.


"gak tau, nyasar kali"jawab Arka.


"gak mungkin lah, rumah kita gak sebesar rumah loe yang bisa buat orang-orang pada nyasar hanya ke toilet doang"bantah Bryan.


"Beni, Aria gimana ketemu Cinta nya...?"tanya Sarah saat melihat Beni dan Aria menghampiri mereka.


"Ada apa Sar...?"tanya Ara yang juga menghampiri mereka bersama Leo.


"Cinta gak ada Ra"jawab Ara.


"loh bukannya tadi ke toilet ya, udah di cari...?"tanya Ara.


"udah Kak, aku sama Kak Beni barusan nyari tapi gak ketemu"jawab Aria.


Leo dan Ara menatap Rolan penuh kecurigaan, di tambah lagi melihat kondisi Rolan yang terluka, dalam fikiran Ara dan Leo pasti Rolan dan Cinta bertengkar sehingga membuat Cinta pergi.


Tanpa sengaja Rolan menatap mata Ara yang juga sedang menatapnya dengan tajam,Rolan merasa tidak nyaman dan segera ingin pergi dari sana.


"sayang jangan di tatap terus"bisik Leo.


Ara langsung mengalihkan pandangannya.


"Ben, kamu udah telfon Cinta...?"tanya Ara.


"udah Ra tapi gak aktif"jawab Beni.


"duh... Cinta kemana ya"ucap Sarah khawatir.


Saat itu Rolan hendak melangkahkan kaki pergi meninggalkan lokasi pesta, tetapi dengan cepat Leo menangkap Rolan dan menarik nya kembali.


"mau kabur kemana loe...?"tanya Leo.


***

__ADS_1


__ADS_2