
"wow... ternyata aku yang dapat supraise"ucap Ara.
"Ara"gumam Leo.
Leo reflek menyingkirkan Karina dari pangkuannya hingga Karina terjatuh di lantai.
"awh"rintih Karina kesakitan, akan tetapi sudut bibirnya tersenyum puas karena rencananya berhasil.
"lanjutin aja, sory ganggu"ucap Ara lalu keluar dari ruangan Leo.
"sayang ini gak seperti yang kamu liat, dengerin dulu penjelasan aku ya"pinta Leo.
Ara tidak menggubris ucapan Leo ,Leo terus saja mengejarnya, Leo tidak peduli ada beberapa pegawai yang melihat dirinya mengejar dan memohon kepada Ara hingga tiba di parkiran mobil.
"sayang tunggu dulu"panggil Leo.
Ara mencoba bersikap tenang meski di dalam hatinya terasa sangat sakit melihat laki-laki yang ia cintai bersama wanita lain.
"kamu mau ngomong apa...?"tanya Ara.
"aku mau jelasin kalau yang kamu liat tadi gak seperti itu sebenarnya"ucap Leo.
"jadi seperti apa,aku udah liat dengan mata kepala aku sendiri.Udahlah kamu lanjutin aja, aku mau balik ke kantor lagi banyak kerjaan"ucap Ara lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Ara"panggil Leo.
"jangan ikutin aku, aku lagi mau sendiri"ucap Ara lalu segera pergi.
Dalam hati Leo ingin sekali mengejar Ara dan menyelesaikan masalahnya, akan tetapi setengah jam lagi dia ada meeting penting dan ada presentasi yang sedang ia kerjakan belum selesai.
"semua ini ulah wanita ****** itu, mau apa lagi sih dia tiba-tiba datang"gumam Leo dengan wajah amarahnya.
Leo melangkahkan kaki dengan cepat menuju ke ruangannya dan hendak menghampiri Karina, wajah datar dan amarahnya itu membuat para pegawai yang melihatnya takut dan tidak berani menegur CEO mereka itu.
Sementara Karina telah keluar dari ruangan Leo dan berada di dalam mobilnya, ia menghubungi seseorang untuk memberikan kabar bahagia.
"aku sudah berhasil membuat mereka salah paham, sekarang giliranmu"ucap Karina lewat telfon.
"Bagus,aku pastikan rencanaku juga akan berhasil,senang bekerja sama denganmu"ucap Seseorang di sebrang telfon.
Lalu Karina memutuskan panggilan telfon tersebut dan pergi meninggalkan Perusahaan Leo.
...
"akhirnya kelar juga kerjaan"gumam Ara.
__ADS_1
Ara melihat di sekelilingnya tidak ada orang, Ara malam ini memilih lembur untuk melupakan kesedihannya, pekerjaan yang seharusnya di kerjakan besok telah Ara kerjakan. Ara juga mengabaikan segala panggilan dan pesan watshap di ponselnya, menurutnya sudah memberi tahu kabar ke Mami nya adalah hal yang paling penting.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, Ara bergegas melajukan mobilnya menuju pulang ke rumah. Saat melewati jalan yang sepi, tiba-tiba ada 2 orang preman berbadan besar yang mengganggu perjalanan Ara.
"berhenti.."teriak preman 1 sembari mengetuk kaca mobil.
"duh siapa sih"gumam Ara mencoba bersikap tenang.
"woi gue bilang berhenti loe"ucap preman itu lagi.
Sepeda motor preman itu berhenti tepat di depan mobil Ara, Ara mendadak menginjak rem nya sehingga membuat kening Ara sedikit terbentur stir mobil.
"awh sakit"rintih Ara.
Ara mulai ketakutan tidak tahu apa yang harus ia lakukan,mau meminta tolong juga jalanan itu terlalu sepi, sementara kedua preman itu terus mengetuk kaca mobil meminta Ara turun.
"aku harus minta tolong"Ara mengambil ponselnya, baru saja ia hendak menelfon Rio, ponselnya mati karena baterainya lemah.
"akh"teriak Ara kesal.
Ara membuka pintu mobilnya dan mencoba memberanikan diri menghadapi 2 preman tersebut.
"lama amat loe"ucap preman 1.
Sedangkan preman 2 langsung menarik Ara turun dari mobil.
"pakai nanya lagi, serahin semua barang-barang berharga loe"ucap Preman 2.
"enak aja, kerja dong kalau mau barang-barang berharga"ucap Ara mencoba melawan.
"banyak bacot loe"ucap preman 1 dan langsung saja memegang kedua tangan Ara erat.
"lepasin,tolong...."teriak Ara.
"teriak aja loe yang kenceng, gak akan ada juga yang denger,ha..ha..ha.."ucap preman 1 sambil tertawa terbahak.
Ara hanya bisa diam, melawan juga ia tidak akan mampu melawan 2 orang preman yang badannya cukup besar.
"lepasin wanita itu"teriak seorang pria yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
Ara dan 2 preman itu menatap ke arah sumber suara.
"Rolan"gumam Ara.
"eh siapa loe, berani loe mau melawan kita"ucap Preman 2.
__ADS_1
"dasar banci loe berdua,berani nya sama cewek main keroyokan lagi,sini loe kalau berani sama gue"tantang Rolan dengan angkuh.
"ah bacot loe, bos loe urus aja nih cewek biar gue yang urus tu bocah"ucap Preman 2.
Terjadilah perkelahian antara preman 2 dan Rolan, preman 1 melepaskan Ara dan menyerang Rolan dari belakang hingga Rolan tersungkur.Akan tetapi Rolan tetap berusaha bangkit dan menghajar kedua preman itu meskipun mereka sama-sama telah babak belur. Saat preman 1 hendak memberikan penyerangan lagi terhadap Rolan yang sudah tampak lemah, Ara memutar otaknya mencari cara agar bisa membantu Rolan, Ara mengambil batu yang tidak jauh dari dirinya dan dangan berani ia melemparkan batu tesebut dan tepat mengenai kepala preman 1 hingga darah segar bercucuran.
"Bos"teriak preman 2 yang panik melihat Bos nya itu tersungkur dan teriak kesakitan.
Rolan tidak tinggal diam, ia menghajar kembali 2 preman itu hingga mereka memohon ampun.
"Rolan udah"teriak Ara.
Rolan tidak menggubrisnya dan terus saja membabi buta menghajar preman itu.Hingga Ara datang menghampiri Rolan dan menarik tangannya.
"Rolan udah ya please, kamu juga udah terluka"pinta Ara dengan wajah iba nya.
Rolan menatap Ara dan tersenyum,preman itu ia lepas lalu tertatih melarikan diri. Sementara Rolan ambruk begitu saja dan jatuh di pelukan Ara.
...
Ara dengan cemas menunggu Rolan di depan pintu ruang IGD, pikirannya tidak menentu,orang tua nya juga pasti sangat khawatir karena sudah jam 11 malam anak perempuannya belum pulang ke rumah.
"Sus boleh pinjam hp gak, hp saya mati, saya mau kabarin orang tua saya"ucap Ara kepada Suster yang jaga pada malam itu.
"boleh Mbak, ini pakai aja"Suster memberikan ponselnya kepada Ara.
Ara dengan senang hati menerima lalu menekan nomor Maminya pada layar ponsel Suster.
"halo Mi"ucap Ara lewat telfon.
"halo, sayang ini kamu beneran...?"tanya Mami Ara tidak percaya.
"iya Mi,hp Ara mati.Ini pinjam hp suster,Ara sekarang lagi di rumah sakit"terang Ara.
"kamu kenapa sayang,Mama khawatir sekali sama kamu,Leo juga tadi kesini dan sekarang sedang mencari kamu"ucap Mami Ara.
"Mi,Ara baik-baik aja kok.Tapi ada problem di jalan dan temen Ara terluka karena nolongin Ara Mi"jelas Ara.
"syukurlah kamu tidak apa-apa,mudah-mudahan teman kamu juga baik-baik saja ya"ucap Mami Ara.
"iya Mi,ya udah Ara matikan dulu ya Mi telponnya"ucap Ara.
"sayang,kamu ada di rs mana,kapan kamu pulang...?"tanya Mami Ara.
"Ara di Rs umum Persahabatan Mi"jawab Ara.
__ADS_1
...****************...