Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab _39


__ADS_3

Sesampai nya di rumah Rio..


"Rio kamu makan dulu ya Nak,Rio... buka dong pintu nya" teriak Mama Rio di depan pintu kamar Rio.


"Rio gak ***** makan Ma" jawab Rio.


"tapi kamu harus minum obat sayang"ucap Mama Rio.


"Mama tarok aja depan pintu ,nanti Rio ambil" ucap Rio.


"iya sudah, tapi nanti beneran di makan ya. Minum obat nya " pinta Mama Rio yang meletakkan makanan di meja dekat pintu kamar Rio dan pergi.


"kenapa Loe...? " tanya Leo kepada Rio yang tiba-tiba muncul.


Rio sedikit terkejut, tetapi ia tidak peduli setelah tahu itu adalah Leo.


"loe budek ya" teriak Leo.


"bukan urusan loe" jawab Rio .


"tentu aja ini jadi urusan gue karena melibatkan Ara. Gue udah tau kok kalau orang tua Nadia gak suka sama loe begitu juga dengan Papi nya Ara sekarang.


"dari mana loe tahu, loe tadi gak ada di sana kan...? " tanya Rio.


"iya bener, tapi gue denger sendiri Mama nya Nadia ngobrol sama Papi Ara" jawab Leo.


"akhh....... "teriak Rio yang kesal dengan diri nya sendiri.


"Rio gue punya kejutan buat loe"ucap Leo.


Ara dan Nadia tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"Ara.. Nadia.. " gumam Rio.


Rio berdiri dan menghampiri Ara. Rio ingin memeluk Ara tetapi tidak bisa .


"Rio maaf kita sekarang sedang berada di dunia yang berbeda" ucap Ara.


"apa maksud nya..? "tanya Rio.

__ADS_1


"sepeti yang kamu tahu, aku dan Ara sedang koma, ini jiwa kami Rio. Kita ada di dunia yang sama dengan Leo.Bahkan Aku sekarang udah bisa liat Leo juga dan percaya 100 % sama cerita kamu" jelas Nadia.


"ini aku gak mimpi kan... ?" tanya Rio.


"gak Rio, ini nyata" Jawab Ara.


"Ara, Nadia aku khawatir sama kalian berdua" ucap Rio.


"kita berdua baik-baik aja, hanya butuh waktu untuk kita kembali ke raga kita. Sekarang kita kesini karena mau dengar langsung penjelasan dari mulut kamu" ungkap Ara.


"penjelasan apa...? "tanya Rio.


"kenapa orang tua aku dan orang tua Nadia marah banget sama kamu...? " tanya Ara.


"iya Mama aku bilang dia gak akan pernah lagi biarin aku dekat sama kamu atau keluarga kamu, ada apa Rio...? " tanya Nadia pula.


"tadi siang di RS Mama kamu ngomong ke Papa aku bahwa kamu adalah Nadia mantan pacar aku selama lima tahun yang gak di restui karena beda level, Mama kamu kecewa banget sama aku Nad, dan disitu juga ada Papi Ara, Om Haris dan Tante Risa, jadi semua nya udah pada tahu" jelas Rio.


"oh... berarti Papi aku udah hilang respect gitu sama kamu...? tanya Ara.


"iya bisa di bilang begitu karena Papi kamu baru tahu sewaktu kita di jodohkan aku punya pacar, bahkan Papi kamu udah tahu kalau kita hanya pura-pura pacaran agar kita bisa saling membantu Ra. Papi kamu seperti nya juga kecewa sama orang tua aku yang gak jujur tentang aku sebelum nya" jawab Rio.


Ara dan Nadia mengangguk mendengar penjelasan Rio. Sementara itu Leo hanya diam saja.


...


"Maria" ucap seseorang saat akan mengantri membayar di Swalayan.


Mami Ara berpikir dan mencoba mengingat sesuatu.


"Amara" ucap Mami Ara.


"iya benar, gimana kabar kamu" ucap Bu Amara dan memeluk serta cipika cipiki dengan Bu Maria.


"aku Baik Ra, kamu juga baik kan ? " tanya Bu Maria.


"iya aku baik juga Mar" jawab Bu Amara.


Bu Maria dan Bu Amara adalah sahabat lama zaman kuliah yang terpisah karena Bu Amara yang pindah ke Jepang ikut orang tua nya dan menemukan jodoh di sana.

__ADS_1


Bu Maria dan Bu Amara berbincang sebentar. Bu Maria juga menceritakan tentang kondisi keluarga mereka saat ini. Tidak lupa pula mereka saling bertukar nomor ponsel.


"Ra, sebenar nya aku masih pengen banget ngobrol sama kamu ,banyak hal yang mau aku ceritakan sama kamu. Tapi sayang nya aku buru-buru sekali harus ke rumah sakit" ucap Bu Maria.


"gak apa-apa ,aku paham kok, aku juga minta maaf ya belum bisa jenguk anak kamu sekarang ,kamu juga tahu kan kondisi nya. Tapi aku janji secepatnya akan jenguk anak kamu"ucap Bu Amara.


"no problem, aku duluan ya, bye... " pamit Bu Maria.


"bye... "pamit Bu Amara pula.


...


"ini untuk kamu"kata Sarah menyerahkan surat dalam amplop coklat kepada Bryan.


"ini apa..? tanya Bryan.


"kamu buka dan baca" perintah Sarah.


"gugatan cerai, maksud kamu apa...?" tanya Bryan setelah membaca isi pada kertas dalam amplop coklat tersebut.


"iya benar, gak perlu nunggu aku lahiran baru kamu ceraikan aku. Tapi sekarang juga kau minta kita cerai, kamu tinggal tanda tangan aja dan kita ikuti proses nya" jelas Sarah.


"oh udah hebat ya kamu, sekarang malah berani gugat cerai" ucap Bryan.


"kenapa tidak, aku udah capek dan udah muak banget ya sama sikap kamu. Aku selalu mencoba bersabar dan menjadi yang terbaik buat kamu, tapi apa balasan kamu" teriak Sarah.


"oke, ini lebih Bagus. Tapi ingat kamu jangan pernah menyesal berpisah dengan aku sekarang" ucap Bryan.


"hah menyesal....? kenapa aku harus menyesal berpisah dengan lelaki yang selalu menyakiti perasaan aku, gak pernah tanggung jawab lahir dan batin, hanya seorang pengangguran. Kamu juga tidak akan pernah dapat sepeserpun harta aku. Tabungan kamu sendiri udah abis buat foya-foya ,selama ini aku yang udah nanggung hidup kamu" kata Nadia dengan emosi nya.


"oh Bagus dong kalau kamu udah terima,aku juga gak butuh harta kamu sekarang juga aku tanda tanganin ini surat"ucap Bryan lalu hendak pergi dari rumah meninggalkan Sarah.


"pergi sana dan jangan pernah kembali, oya satu lagi jangan bawa mobil, itu mobil peninggalan orang tua aku .Kamu gak ada harta apapun di rumah ini, kamu gak lupa kan kalau kamu udah satu tahun jadi pengangguran" teriak Sarah.


Bryan menghentikan langkah nya, lalu ia berbalik arah menghadap Sarah.


"brengsek" ucap Bryan dan melempar kunci mobil ke lantai lalu pergi.


Sarah menangis tersedu-sedu, tetapi ia yakin bahwa keputusan nya ini adalah keputusan yang terbaik.

__ADS_1


Sementara itu Bryan luntang lantung di jalan, tidak punya uang dan tidak tahu harus kemana, orang tua nya juga pasti akan marah jika tahu apa yang terjadi dengan nya dan Sarah saat ini.


***


__ADS_2