
"tidak semudah itu Ris, lagian bagaimana caranya Mbak jelasin ke Nadia nanti, Mbak bilang kalau ayahnya sudah tidak ada,kenapa tiba-tiba sekarang Ayahnya ada"ucap Bu Jasmine.
"Mbak, Nadia itu sudah dewasa. Nadia berhak tahu yang sebenarnya, aku yakin kok Nadia bisa mengerti kalau Mbak jelasin"ucap Bu Risa.
"entah lah Ris, Mbak juga sebenarnya sudah tidak sanggup buat menutupi ini semua dari Nadia, apa lagi dengan keadaan Mas Herman yang seperti itu sekarang, tapi Mas Herman sendiri juga minta tolong ke Mbak jangan kasih tahu ke Nadia tentang identitasnya"terang Bu Jasmine.
Flasback sebelum operasi transplantasi ginjal...
"Jasmine saya mau minta tolong sama kamu boleh...?"tanya Dokter Herman.
"apa Mas...?"tanya Bu Jasmine.
"apa pun yang akan terjadi dengan saya nanti, tolong jangan kamu bilang ke Nadia kalau saya adalah Ayah kandungnya, tolong ya"pinta Dokter Herman.
"tapi kenapa Mas...?"tanya Bu Jasmine.
"saya merasa tidak pantas saja menjadi Ayah nya Nadia, kemana saja saya selama ini.Untungnya Tuhan masih kasih saya kesempatan melakukan sesuatu untuk anak saya selagi saya masih hidup"jawab Dokter Herman.
"kamu ngomong apa sih Mas"ucap Bu Jasmine menangis.
"tolong janji sama saya"pinta Dokter Herman.
"iya saya janji"ucap Bu Jasmine.
"terus Mbak akan tetap diam saja walau Mbak tahu kondisi nya Dokter Herman sekarang tidak baik...?"tanya Bu Risa.
"entah lah, Mbak tidak tau harus berbuat apa sekarang ini, di satu sisi Mbak baru tahu ternyata Mas Herman tidak jadi menikah dengan wanita pilihan orang tuanya, dia tidak punya keluarga lagi di sini. Papa nya sudah meninggal,Mama nya sakit dan berobat di luar Negeri"jelas Bu Jasmine.
"kasian sekali Dokter Herman Mbak, aku semakin yakin kalau Mbak harus jujur sama Nadia karena cuma Nadia satu-satunya keluarga Dokter Herman di sini dan sekarang ini,apa Mbak tega memisahkan anak dan Ayah kandungnya selamanya"ucap Bu Risa.
Bu Jasmine hanya terdiam sambil memikirkan ucapan adiknya itu.
...
"makasih ya sayang udah anterin aku pulang dan traktir aku makan"ucap Ara.
"makasih doang...?"tanya Leo.
"terus...?"tanya Ara balik.
Leo menunjuk bibirnya sebagai tanda meminta Ara menciumnya.Ara tersenyum lalu mendekat ke wajah Leo dan mengecup bibirnya.
"sebentar banget"gumam Leo.
"udah dong, sana gih pulang udah malam"ucap Ara lalu keluar dari mobil Leo.
"iya udah deh, sayang kamu gak perlu makasih sama aku. Udah seharusnya kok aku ngelakuin ini semua buat orang yang aku sayang"ucap Leo.
"iya sayang aku tau kok, aku juga sayang banget sama kamu"ucap Ara.
"iya sayang, nikah yuk biar bisa sama-sama terus dan gak pisah-pisah kayak gini"ajak Leo.
__ADS_1
"kamu ngajak aku nikah udah kayak ngajak aku jalan aja, gak ada beban sama sekali"ucap Ara.
"sayang aku serius"ungkap Leo.
"sana gih pulang"perintah Ara.
"kamu sini dulu deh,ada yang mau aku bisikin"ucap Leo.
"harus banget ya bisik-bisik"gumam Ara.
Lalu Ara mendekatkan wajahnya ke wajah Leo. Sebuah ciuman mendarat di bibir Ara.
"sayang,kalau dia liat orang gimana coba"ucap Ara.
"bodo amat ,emang salahnya dimana, yang aku cium itu kan tunangan aku"ucap Leo.
"iya deh iya"ucap Ara.
"sayang, kau pulang dulu ya, i love you"ucap Leo.
"i love you too, hati-hati ya sayang,bye.... "ucap Ara.
"iya sayang, bye... "balas Leo.
Lalu Leo meninggalkan rumah Ara dan pulang ke rumahnya.
...
"kamu itu kebiasaan banget ya, kalau mau masuk kamar orang di biasakan ketuk pintu dulu"ucap Arka.
"sorry deh Kak, abisnya gak di kunci"ucap Aria.
"hm.. terus ngapain kamu ke kamar Kakak...?"tanya Arka.
"Kakak lagi sibuk banget ya...?"tanya Aria.
"ya keliatannya di depan laptop gini kakak lagi sibuk atau gak...?"tanya Arka balik.
"siapa tau cuma scrol-scrol"gumam Aria.
"memangnya kakak ini pengangguran kayak kamu, yang gak ada kerjaan jadi kerja nya scrol-scrol"bantah Arka.
"iya deh yang kerja, tapi buat apa juga aku kerja,kan ada Papa dan Kakak tersayang yang selalu memenuhi kebutuhan aku"ucap Aria.
"iya itu karena kamu masih kuliah, kalau kamu gak ada urusan mendingan keluar sekarang jangan ganggu kakak masih banyak kerjaan"ucap Arka.
"iya Kak,sebenarnya aku mau nanya boleh gak Kak...?"tanya Aria.
"nanya apa...?"tanya Arka.
"emangnya Cinta mantan Kakak itu dekat ya sama Kak Rio...?"tanya Aria.
__ADS_1
"enggak, dekat dari mananya. Malahan mereka gak ada yang suka dengan Cinta"jawab Arka.
"hm.. tuh kan, sok-sokan nawarin bantuan, dekat aja enggak"gerutu Aria.
"maksud kamu...?"tanya Arka.
"tadi siang Cinta ke sini Kak biasa lah"jawab Aria.
"gak kapok-kapok ya"gumam Arka.
"tapi dia ke sini bukan cari Kakak melainkan cari aku, dia bilang bisa bantuin aku buat dapetin Rio. Aneh banget kan Kak, mau ngajarin aku jadi pelakor"terang Aria.
"kenapa Cinta bisa berpikiran mau bantu kamu buat dapetin Rio, emang dia tau kamu suka sama Rio dari mana...?"tanya Arka.
"nah itu dia Kak, katanya dia bisa liat dari tatapan mata aku dan ekspresi aku saat melihat dan dekat Kak Rio"jawab Aria.
"dek, kamu ingat ya jangan pernah dekat sama Cinta apa lagi sampai terhasut yang enggak-enggak"ucap Arka.
"iya Kak, gak bakalan kok"jawab Aria.
"kalau gak ada lagi yang mau di bahas sana tidur gih"ucap Arka.
"Kakak belum mau tidur..?"tanya Aria.
"iya siapin ini dikit lagi baru Kakak tidur"terang Arka.
"ya udah Kak, aku balik ke Kamar ya ,good night Kak"ucap Aria.
"good night dek"balas Arka.
Lalu Aria keluar dari kamar Arka dan kembali ke kamarnya.
...
"kamu mau kemana..?"tanya Bryan.
"mau ambil minum"jawab Sarah.
"jangan lama-lama ya"ucap Bryan.
"kenapa, cuma ambil minum aja kok gak lama"ucap Sarah tersenyum.
Saat kembali lagi ke kamar, Bryan langsung mendekati Sarah dan mencium bibirnya dengan lembut.
"sayang, aku mau ya malam ini. Mumpung Kayla udah tidur"pinta Bryan.
"iya boleh kok sayang"jawab Sarah tersenyum.
Bryan merasa senang karena Sarah menyetujuinya. Bryan kembali mencium bibir Sarah dan di balas lembut oleh Sarah, hingga mereka larut dalam buaian asmara dan melakukan hubungan suami istri,lalu terlelap sampai pagi.
***
__ADS_1