
"maaf ganggu kalian"ucap Ara bersedih lalu pergi.
"Ara tunggu... "teriak Leo.
"Leo.... "rengek Irene dan mempererat pelukan nya.
"lepasin, dasar cewek sinting"ucap Leo dan melepaskan pelukan Irene secara kasar sehingga Irene hampir terjatuh.
"Leo kenapa kamu jadi kasar gini sih"ucap Irene.
Leo tidak memperdulikan Irene dan bergegas mengejar Ara, sementara Irene tersenyum puas dengan kejadian itu.
"sayang... berhenti"pinta Leo.
Ara berhenti dan berputar arah menghadap Leo.
"maaf ya kalau tujuan kamu suruh aku datang kesini buat jadi saksi kalian berdua balikan aku gak bisa"ucap Ara menangis.
"Ara, hei sayang, siapa yang balikan, kamu pikir aku udah gila apa pacaran sama istri orang. Lagian aku gak tertarik buat selingkuh sama siapa pun, aku udah punya kamu"ungkap Leo.
"terus itu tadi apa peluk-pelukan...?"tanya Ara.
"kamu ini lagi cemburu gemesin deh"ucap Leo tersenyum dan mencubit pipi Ara.
"Leo ,aku gak lagi bercanda ya"terang Ara.
"iya aku tau ,aku juga serius kok. Memang nya tadi kamu liat aku peluk Irene ,gak kan...?dia yang peluk aku, aku gak tau tiba-tiba dia datang dan ajak aku balikan, aku gak mau lah dan aku udah suruh dia pulang"jelas Leo.
"beneran...? "tanya Ara.
"bener sayang, suer"jawab Leo .
Leo mendekati Ara dan menenangkan hati Ara dengan memeluk nya. Ara tersenyum dan merasa nyaman di dekapan Leo.
Sementara Irene yang melihat akan hal itu merasa kesal dan berjalan ke arah mobil nya berniat akan pergi.
"Kak Irene tunggu"panggil Ara yang melihat Irene akan masuk ke dalam mobil.
"sayang mau ngapain...?"tanya Leo.
__ADS_1
"aku mau ngomong bentar sama Kak Irene"ucap Ara lalu menghampiri Irene.
"kenapa...? "tanya Irene.
"Ara gak mau minta maaf karena Ara gak ngerasa bersalah, Kakak udah nikah dan Leo udah sama Ara sekarang. Bisa kan Kak kita jaga pasangan kita masing-masing aja. Kasian suami Kakak yang udah begitu sayang sama Kakak tapi malah kakak hianatin kayak gini"ucap Ara.
"heh kamu itu gak tau apa-apa ya, gak usah sok ngajarin aku, aku dan Leo masih punya hubungan yang belum selesai"bantah Irene.
"oh ya.. masa lalu yang belum selesai apa nya kak...? kecuali Kakak masih single ,nyata nya Kakak udah nikah, dan Ara gak peduli sama masa lalu kalian, yang Ara tau Kakak udah punya suami dan Leo adalah pasangan Ara sekarang. Gak lama lagi kita juga bakalan tunangan dan nikah"terang Ara.
"kurang ajar"ucap Irene dan mengangkat tangan nya akan menampar Ara.
Akan tetapi Leo dengan sigap menangkap tangan Irene sehingga Ara tidak jadi di tampar.
"kalau kamu berani nyakitin Ara, kamu akan berhadapan sama aku"ucap Leo.
Dengan amarah nya, Irene masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan Ara dan Leo.
...
Di taman belakang rumah, Pak Jackson dan Bu Maria sedang bersantai berdua sambil menikmati secangkir kopi di temani suara kicauan burung serta semilir angin yang membuat suana romantis.
"udah lama ya Mi kita tidak santai-santai seperti ini, berdua"ucap Pak Jackson.
"Mami jangan terlalu tinggi dong ekspetasi nya"ucap Pak Jackson.
"loh tinggi bagaimana maksud Papi, memang seperti itu kan Pi siklus nya, bertunangan, menikah lalu punya anak"jelas Bu Maria.
"iya Mami benar, tapi Ara belum mau cepat-cepat untuk nikah kan Mi. Tunangan saja masih di pikir-pikir, mereka baru saja memulai hubungan Mi"ungkap Pak Jackson.
"iya juga ya Pi, mudah-mudahan Ara berubah pikiran dan mau cepat-cepat untuk tunangan lalu menikah"ucap Bu Maria.
"iya mudah-mudahan saja ya Mi, oh ya Mi Ara sudah pulang belum ?"tanya Pak Jackson.
"seperti nya belum Pi, kalau sudah pasti dia cari Mami. Mungkin ke rumah teman nya dulu atau ke rumah Dika"jawab Bu Maria.
"oh iya Mi"jawab Pak Jackson menganggukkan kepala.
"tidak terasa Ara sudah dewasa, waktu berlalu begitu cepat, sebentar lagi Ara menikah dan akan pindah ikut suami nya"ucap Bu Maria.
__ADS_1
"iya begitu lah kehidupan, kita juga semakin tua kan Mi"sambung Pak Jackson.
"iya Pi, Mami mau masuk dulu ya Pi ,mau masak kesukaan Papi dan Ara untuk dinner kita"terang Mami Ara.
"oke sayang, semenjak lebih banyak di rumah Mami jadi sering masak kesukaan Papi dan Ara, makin betah Papi di rumah Mi"ungkap Pak Jackson.
"iya dong, biar si Bibik agak santai juga kan.Maka nya Papi harus sering-sering di rumah, walaupun kerja ya pulang kalau sudah selesai kerjaan nya"ucap Bu Maria.
"mau nya Papi juga begitu Mi, tapi Mami kan tahu sendiri Papi sering keluar kota, keluar negeri untuk proyek, kalau hanya di Jakarta Papi pasti pulang setiap hari"terang Papi Ara.
"iya, iya Mami tahu kok. terima kasih ya Pi sudah selalu berusaha keras untuk Mami dan Ara"ucap Bu Maria lalu mencium pipi Pak Jackson.
Pak Jackson tersenyum dan hendak mengecup bibir Bu Maria.
"ehem.. ehem.. "Ara berdehem.
Pak Jackson dan Bu Maria melihat ke arah Ara yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
"sayang"ucap Papi Ara.
"sayang kamu sudah pulang, sini ngeteh dan ngopi bareng Papi kamu, Mami mau masak dulu"ucap Mami Ara.
"mesra-mesraan nya di kamar dong,hampir di liat anak kecil"ledek Ara.
"anak kecil apa nya, kamu itu sudah pandai pacaran,sudah mau tunangan dan menikah"ucap Papi Ara.
"oh ya kira-kira kapan kamu tunangan sama Dika..?"tanya Mami Ara.
"kok jadi bahas Ara sih, nanti aja ya ngomong nya. Ara capek Mam, Pi, mau mandi dulu"terang Ara.
"ya sudah, nanti turun dinner ya. Mami masakin makanan kesukaan kamu dan Papi"ucap Mami Ara.
"oke Mi"jawab Ara dan bergegas berjalan menuju ke kamar nya.
"begitu tu anak Papi kalau di tanya soal tunangan"gumam Mami Ara.
"hm... Mami sih nanyak di saat yang tidak tepat"ucap Papi Ara.
"ya sudah Pi, Mami mau masak dulu ya"ucap Mami Ara lalu meninggalkan suami nya pergi ke dapur.
__ADS_1
"kapan tunangan...? kalau udah tunangan, kapan nikah...? kalau udah nikah kapan punya anak...? itu lah pertanyaan orang tua ketika kita sudah dewasa"gerutu Ara setelah ia sampai ke kamar nya.
***