Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_143


__ADS_3

"kamu"gumam Rio.


"superhero"gumam Aria terkesima.


"Aria kenapa...?"tanya Arka.


"ini Kak ada tamu"jawab Aria.


Lalu Rio masuk ke dalam, sedangkan Aria senyum-senyum sendiri berjalan menuju ke toilet.


"aku harus cepat kembali dari toilet dan cari tau siapa superhero aku"gumam Nadia dalam hati.


"Tante"sapa Rio saat masuk.


"iya Rio"jawab Bu Maria.


"Ara gimana keadaan kamu...?"tanya Rio.


"aku gak papa kok Yo, kamu ngapain ke sini, kok gak jaga Nadia aja...?"jawab Ara dan bertanya pula.


"iya Yo, di sini ada aku kok yang selalu yang jagain Ara"ucap Leo.


"iya tau, tapi ini Nadia juga yang minta. Katanya dia gak tenang karena gak bisa liat Ara langsung, walaupun udah dapat kabar dari kalian tetap aja gak tenang, jadi Nadia minta aku yang ke sini dan kasih kabar langsung ke dia"terang Rio.


"ya ampun padahal sama aja kan dari orang lain juga entar tau nya"ucap Arka.


"heh diam loe, gue bukan orang lain"ucap Rio.


"ya terus kita semua di sini emang nya orang lain, apa lagi Ara"ucap Arka lagi.


"duh sudah dong malah jadi pada ribut, ya sudah tidak apa-apa kalau dengan Rio ke sini bisa buat Nadia tenang"ucap Mami Ara.


"iya Tante, maafin Arka ya"ucap Arka.


"maafin Rio juga Tante"ucap Rio.


"iya sudah tidak apa-apa"jawab Mami Ara.


Setelah dari toilet, Aria buru-buru masuk ke dalam lagi untuk bertemu Rio.


"hai Kak"sapa Aria kepada Rio.


Rio hanya tersenyum kepada Aria.


"Dek, ganjen banget sih kayak udah kenal aja"ucap Arka.


"kita memang belum sempat kenal Kak, tapi udah pernah ketemu"terang Aria.


"kapan, emang benar Yo kalian udah pernah ketemu..?"tanya Arka.


"iya sekali"jawab Rio.

__ADS_1


"kapan dek...? kamu baru aja semalam sampai Indonesia"tanya Arka kepada adiknya.


Aria menceritakan kejadian tadi malam kepada Kakaknya yang membuat ia dan Rio bertemu.


"ya ampun dek kok kamu gak telpon Kakak sih, gak bilang lagi"ucap Arka.


"maaf Kak, aku gak bawa hp, pas sampai rumah Kakak udah di kamar"terang Aria.


"Kakak macam apa sih loe ,adik perempuan di biarin keluar sendirian jam 11 malam, untung ada gue"ucap Rio.


"eh diam loe, adik gue nih yang maksa mau pergi sendirian"ucap Arka.


"Kakak, gak usah ribut dong. Kakak ini loh yang udah nolongin aku"ucap Aria.


"iya, Rio makasih ya udah nolongin adik gue tadi malam"ucap Arka.


"iya sama-sama kebetulan gue lewat"jawab Rio.


"oh...jadi Rio nama nya"gumam Aria dalam hati.


...


ting..tung.. ting..tung.. (suara bel pintu rumah Nadia.


Bu Jasmine bergegas membukakan pintu.


"selamat siang Bu Jasmine"sapa Dokter Herman.


"ada perlu apa kamu ke sini...?"tanya Bu Jasmine.


"dari mana kamu tahu rumah saya, dan saya tegaskan sama kamu ya, tidak usah sok akrab dengan anak saya, tugas kamu hanya menangani anak saya di rumah sakit, tidak perlu sampai datang ke rumah"ucap Bu Jasmine.


"saya tahu rumah kamu jelas dari pihak rumah sakit, mereka memberitahu karena Nadia adalah pasien saya"terang Dokter Herman.


"oh..jadi ada keperluan apa kamu ke sini Dokter Herman...?"tanya Bu Jasmine.


"saya mau melihat dan memeriksa kondisi Nadia, kalau keadaannya stabil lusa Nadia bisa melakukan cuci darah yang pertama,jadi kalian tidak perlu bolak balik ke rumah sakit,kasian Nadia,dia harus banyak istirahat"jawab Dokter Herman.


"ya sudah silahkan masuk"ucap Bu Jasmine.


Bu Jasmine mengantar Dokter Herman masuk ke dalam kamar Nadia, sementara itu Bu Jasmine keluar dari kamar Nadia, membuatkan minuman untuk Dokter Herman.


"Nadia bagaimana kabar kamu...?"tanya Dokter Herman.


"Nadia baik-baik aja kok Dok"jawab Nadia.


"Saya periksa dulu ya"ucap Dokter Herman.


"silahkan Dok"jawab Nadia.


"kondisi kamu sudah mulai stabil, jadi lusa kamu sudah bisa cuci darah yang pertama ya"ungkap Dokter Herman.

__ADS_1


"iya Dok terima kasih ya"ucap Nadia.


"kamu tidak perlu berterima kasih Nadia, karena ini sudah tugas saya sebagai Dokter kamu"ucap Dokter Herman.


"iya Dok"jawab Nadia tersenyum.


"Dokter Herman baik banget, entah kenapa rasanya nyaman banget dekat sama Dokter Herman, apa mungkin karena dari bayi aku gak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah, sehingga di perhatikan dengan seseorang yang lebih tua walaupun itu Dokter aku ngerasa sangat bahagia"gumam Nadia dalam hati.


"Nadia... Nadia... "panggil Dokter Herman.


"eh iya Dok, maaf"jawab Nadia tersadar dari lamunannya.


"kamu ngelamunin apa...?"tanya Dokter Herman.


"hm... gak papa Dok cuma mikir aja kenapa ya kondisi Nadia bisa seperti ini, Nadia gak pernah nyangka akan punya penyakit serius seperti ini Dok"jawab Nadia mencari alasan.


"Nadia kamu tidak boleh mengeluh,semua sudah di atur sama Tuhan, ini ujian yang harus kamu hadapi, asal kamu yakin dan terus berusaha untuk sembuh, kamu pasti sembuh"ucap Dokter Herman.


"iya Dok, makasih ya udah semangatin Nadia"ucap Nadia.


"iya sama-sama"jawab Dokter Herman.


"sudah siap kan Dok periksa Nadia nya, saya sudah siapkan minum di luar, sekalian ada yang mau di bicarakan kan tadi kata nya"ucap Bu Jasmine tiba-tiba.


"oh iya Bu, Nadia saya keluar dulu ya, kamu harus banyak istirahat"ucap Dokter Herman.


"iya Dok"jawab Nadia.


"Dokter ayo silahkan"ucap Bu Jasmine jutek.


"Mama kenapa jutek gitu ya sama Dokter Herman"gumam Nadia keheranan.


...


"yes, akhirnya"ucap Sarah kegirangan.


"kamu kenapa sayang, kok girang banget..?"tanya Bryan.


"hm.. iya dong, HRD baru ngabarin katanya besok ada yang mau interview buat gantiin aku. Berarti kurang lebih 1 bulan lagi aku bakalan risent sayang"jawab Sarah.


"oh ya bagus dong,kok kamu seneng banget ya sayang"ucap Bryan.


"iya dong, aku udah mutusin untuk risent. Aku udah gak sabar ada 24 jam di rumah bareng Kayla, bisa masak makan siang, makan malam buat kamu"ungkap Sarah.


"tapi aku kan gak bisa selalu makan siang di rumah sayang"ucap Bryan.


"ya gak papa dong, aku bisa antarin makan siang kamu atau lewat gojek, yang penting kamu bisa makan makanan sehat yang aku masak setiap hari"terang Sarah.


"hm.. aku jadi gak sabar juga rasanya, aku seneng kalau hal ini juga akan membuat kamu bahagia, aku akan selalu mendukung apapun keputusan kamu"ucap Bryan.


"makasih sayang"ucap Sarah .

__ADS_1


Bryan mengecup kening Sarah dan mereka berpelukan.


***


__ADS_2