Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_48


__ADS_3

"sayang makasih ya" ucap Leo.


"makasih buat apa...? "tanya Ara.


"makasih karena kamu udah kasih aku kebahagiaan yang gak pernah aku dapetin


selama aku hidup"jawab Leo.


"sayang, kamu kok ngomong nya gitu. Memang nya kamu udah ingat kehidupan kamu seperti apa..? "tanya Ara lagi.


"aku memang gak ingat sepenuh nya. Tapi aku yakin kalau aku gak pernah sebahagia ini. Bukti nya hubungan aku sama Irene aja berakhir seperti itu, gak mungkin orang tua aku gak suka sama Irene kalau gak ada penyebab nya"jawab Leo.


"tapi kita belum tau penyebab pasti nya itu apa sayang, menurut Tante Risa ini juga salah Mami kamu"ucap Ara.


"iya, kita pasti akan segera tau" ucap Leo pula.


"kamu yang sabar ya kita pasti bisa kok ngedapetin informasi tentang hidup kamu dulu itu seperti apa.Aku pasti akan selalu bantu kamu"ucap Ara lagi.


"iya aku juga gak buru-buru ingin tau kok, karena aku udah bahagia menjalani seperti ini. Aku gak tau sebenar nya aku ini siapa, aku beneran hantu atau makhluk apa, yang jelas aku selalu bermimpi dan berdoa agar Tuhan mau kasih aku kesempatan hidup sekali lagi agar aku bisa bahagian kamu, nikah dan punya anak sama kamu"ungkap Leo.


"nikah...? "tanya Ara.


"iya nikah, umur kamu udah makin dewasa , pasti nanti nya orang tua kamu akan nuntut kamu buat cari suami,yang jelas itu bukan aku kalau kenyataan nya aku ini hantu"jelas Leo.


"sayang, udah ya jangan ngomong kayak gitu lagi. Aku juga mau nya sama-sama kamu terus dalam keadaan apapun dan sampai kapanpun" ungkap Ara pula.


"i love you"ucap Leo dan mencium kening Ara lagi hingga akhir nya waktu untuk mereka bersentuhan sudah habis.


"i love you too"balas Ara tersenyum bahagia.


....


"Ra, gimana keadaan kamu sekarang...?"kenapa sih kamu gak bilang sama aku soal penyakit kamu ini...? "tanya Bu Maria saat menjenguk Bu Amara di Rumah sakit.


"aku udah mendingan kok, maafin aku ya Mar. Kita kan baru ketemu, aku gak mau ngerusak momen bahagia kita"ucap Bu Amara.


"tapi ini penyakit serius .Kenapa kamu gak mau operasi jantung aja..? "tanya Bu Maria lagi.


"dulu waktu aku berobat di luar Negeri, Dokter itu bilang aku gak perlu operasi asalkan aku rutin kontrol itu bisa memperpanjang umur aku Mar"jawab Bu Amara.


"tapi nyata nya kamu udah lama kan gak kontrol"ucap Bu Maria.

__ADS_1


"aku gak papa Mar, aku lebih baik mati dari pada harus melihat kondisi anak aku yang terus terbaring koma seperti itu" ucap Bu Amara bersedih.


"kamu ngomong apa sih Ra, kamu harus tetap semangat dan berjuang untuk sembuh. Memang nya kamu gak mau lihat anak kamu bangun. Gimana kalau dia sudah sadar terus dia gak lihat kamu, dia pasti akan sedih.Itu ya yang kamu mau" ucap Bu Maria lagi.


"gak Mar, aku gak mau lihat anak aku sedih"jawab Bu Amara.


"ya sudah kalau gitu kamu harus tetap berjuang, kamu harus operasi secepat nya ya"pinta Bu Maria.


"iya ,makasih ya Mar karena kamu tetap mau jadi sahabat aku"ucap Bu Amara.


"iya sama-sama, kita akan selalu jadi sahabat"jawab Bu Maria.


"seandai nya anak aku gak koma, pasti aku akan segera menjodohkan dan menikahkan anak aku sama Ara anak kamu. Kamu ingatkan dulu waktu kuliah kita berdua pernah janji apa... ?"tanya Bu Amara.


Flasback...


"Mar, bentar lagi kita bakalan lulus kuliah,kita bakalan dapat kerja yang Bagus, nikah dan punya anak. Janji ya apa pun yang terjadi kita akan selalu jadi sahabat"ucap Bu Amara.


"Iya Ra,selama nya kita akan selalu jadi sahabat dan kalau ada kesempatan dan di izinkan Tuhan kita harus jadi keluarga"ucap Bu Maria pula.


"Mar, aku sudah anggap kamu itu keluarga aku"ungkap Bu Amara.


"iya aku tau, aku juga sudah anggap kamu keluarga.Tapi yang aku maksud bukan itu"jelas Bu Maria.


"kalau anak aku cewek dan anak kamu cowok ataupun sebaliknya kita harus jodohin mereka"jawab Bu Maria.


"kamu benar, janji ya"pinta Bu Amara.


"janji"jawab Bu Maria dan mereka mengikatkan jari kelingking.


...


"Mar kamu mikirin apa...?"tanya Bu Amara.


"maaf aku tadi lagi mengingat masa itu, dan aku gak lupa kok,kan aku yang udah buat janji itu"jawab Bu Maria.


"iya tapi janji itu udah jadi janji kita berdua.Maaf ya setelah tamat kuliah aku pergi gak bilang sama kamu"ucap Bu Amara.


"gak papa kok, kan kamu udah jelasin semua nya sama aku.


...

__ADS_1


"malam Mam.. "sapa Ara saat akan makan malam.


"malam sayang, yuk makan"ajak Mami.


"iya Mi, Papi pulang kapan Mi...? "tanya Ara.


"dua hari lagi"jawab Mami.


"owhhh"ucap Ara.


"kenapa sayang...? "tanya Mami Ara lagi.


"gak papa Mi, kangen aja. Oh ya gimana keadaan nya Tante Amara Mi..? "jawab Ara dan bertanya pula.


"em udah mulai membaik sih. Mami kasian deh sama Tante Amara, udah lah anak nya koma udah lama, suaminya juga sibuk banget, maka nya Tante Amara itu juga stress sayang"jelas Mami Ara.


"oh ya, tapi memang sih Mi kasian Ara denger nya. Oya mi kalau boleh tau anak nya Tante Amara itu nama nya siapa..? "tanya Ara.


"Mami sih gak tau nama panjang nya ya ,tapi Tante Amara pernah bilang kalau gak salah Mami nama nya itu Dika, kenapa sayang...? "jawab Mami Ara dan bertanya.


"owh, gak papa kok Mi cuma mau tau aja"jawab Ara dan melirik Leo yang duduk di samping nya.


"aku gak kenal sayang" ucap Leo yang menggelengkan kepala nya itu.


Ara hanya tersenyum mendengar ucapan Leo.


"Mi, Ara udah selesai makan nya. Ara naik dulu ya"pamit Ara.


"sayang, tunggu sebentar. Ada yang mau Mami omongin sama kamu, ini terkait Tante Amara juga"ucap Mami.


"ada apa Mi"tanya Ara.


"tapi kamu jangan marah ya sama Mami"pinta Mami Ara.


"iya Mi, ngomong aja"pinta Ara pula.


"sebenar nya sewaktu kuliah Mami sama Tante Amara pernah buat janji"ucap Mami Ara.


"janji apa Mi.. ?"tanya Ara penasaran.


Mami menceritakan tentang janji yang ia buat bersama Bu Amara. Leo yang ikut mendengarkan hal itu merasa sangat kecewa.

__ADS_1


"hah, Mami apa-apaan sih"ucap Ara kesal.


***


__ADS_2