Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_223


__ADS_3

Bu Maria dan Rolan melihat Ara yang sedang berjalan mendekati mereka.


"Ara pergi dulu ya Ma," pamit Ara lalu mencium pipi dan tangan ibunya, lalu ia pun pergi tanpa memperdulikan Rolan sama sekali.


"Rolan, maafin Ara ya. Ara cuma butuh waktu saja," ucap bu Maria.


"Gak papa Tante, Rolan ngerti kok sama situasinya," jawab Rolan.


"Syukurlah," ucap bu Maria.


"Kalau gitu, Rolan permisi pulang dulu ya Tan," pamit Rolan dan mencium tangan bu Maria.


"Hati-hati ya, kirim salam buat Mami kamu," pesan bu Maria.


"Iya Tante, nanti Rolan sampein," jawab Rolan lalu pergi meninggalkan rumah Ara.


"Sok akrab banget sih sama Mami, dia pikir bisa apa ngerusak hubungan aku sama Leo, gak akan bisa," gumam Ara saat dalam perjalanan menuju ke rumah Leo.


Setibanya di rumah Leo...


Ting.. Tung.. Suara bel rumah Leo.


Leo yang sedang sarapan bersama keluarganya itu pun segera beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu, ia melihat para asisten rumah tangganya sedang sibuk dengan segala aktivitas mereka masing-masing.


"Sayang, biar aja Bibi yang buka pintunya," kata bu Amara.


"Gak papa Mi biar Leo aja," kata Leo lalu melangkahkan kaki menuju pintu utama.


Ting.. Tung... Suara bel terdengar lagi.


"Iya sebentar," teriak Leo.


"Sayang," ucap Leo saat melihat pujaan hatinya ada di depan mata.


"Hai Sayang, maaf ya aku ganggu kamu pagi-pagi," ucap Ara.


"Sama sekali gak lah Sayang, ayo masuk. Kamu udah sarapan...?" Tanya Leo.


"Belum," jawab Ara dan menggelengkan kepalanya.


"Kebetulan aku lagi sarapan sama mami dan papi, yuk sarapan bareng," ajak Leo.


"Gak mau ah Sayang, aku segan, aku tunggu di sini aja ya," kata Ara.


"Jangan gitu dong, kayak gak kenal aja sama orang tua aku," kata Leo.


Akhirnya Ara pun mengikuti Leo yang menggandeng tangannya dan membawanya ke ruang makan.


"Siapa Leo...?" Tanya bu Amara saat mendengar langkah kaki Leo yang mendekat.

__ADS_1


"Liat dong siapa ini," kata Leo saat sampai.


"Oh.... Ara ternyata," kata bu Amara.


"Pagi Om, Tante, maaf ya ya ganggu sarapannya," ucap Ara lalu mencium tangan kedua calon mertuanya.


"Pagi Sayang, sama sekali tidak kok," kata bu Amara.


"Pagi juga Ra, kamu seperti bicara dengan orang asing saja Ra. Kamu sudah sarapan..?" Tanya pak Ardi.


"Belum katanya Pi, makanya aku mau ajak sarapan bareng," jawab Leo.


"Ya sudah sini Ara sarapan bareng kita," Ajak bu Amara dan Ara pun menyetujuinya.


Meskipun ini bukan pertama kalinya Ara sarapan bareng keluarga Leo, tetap saja ia selalu merasa canggung.


Selesai sarapan, Ara dan Leo duduk di taman belakang.


"Kamu kenapa, kayaknya lagi gak mood...?" Tanya Leo.


"Tau aja kamu," jawab Ara.


"Tau dong, liat wajah kamu cemberut gitu, apa sih yang buat mood tunangan aku pagi-pagi gini udah rusak...?" Tanya Leo.


"Rolan, pagi-pagi banget dia udah ke rumah aku, ganggu aku tidur aja," jawab Ara.


"Mau ngapain lagi sih dia,?" Tanya Leo yang tidak suka.


"Tapi bagus juga sih dia datang ke rumah kamu," kata Leo.


"Kenapa bagus...?" Tanya Ara.


"Kalau bukan karena itu, aku gak bisa liat kamu pagi ini," jawab Leo tersenyum.


"Ikh... Kamu ya," ucap Ara.


...


Sarah dan Bryan sedang bersiap-siap untuk menghadiri undangan makan malam dari Rio, bukan hanya mereka, tapi semua teman-teman dekat mereka seperti Ara, Leo, Arka, Sherin, Cinta dan Beni juga di undang malam makan tersebut.


"Ini makan malam dalam rangka apa sih Sayang? Tumben banget Rio ngajakin kita makan malam bareng kayak gini," tanya Bryan.


"Gak tau deh, yang jelas ada yang mau di sampaikan sih katanya," jawab Sarah.


"Oh... Ya udah, kamu siap-siap gih! Biar aku jaga Kayla," kata Bryan.


"Iya Sayang," jawab Sarah yang memang belum selesai berdandan.


Setelah selesai mereka pun menuju ke restauran yang di tentukan oleh Rio.

__ADS_1


Singkat cerita, kini sebagian yang di undang makan malam oleh Rio telah tiba di restauran mewah Bintang Lima termasuk juga Rio. Rio telah memesan ruang VIP untuk mereka. Beberapa saat kemudian, Arka dan Sherin baru saja tiba dan masih berada di luar restauran.


"Sayang, aku segan, gak biasa masuk ke restauran semewah ini," kata Sherin.


"Gak perlu segan, mereka semua juga sahabat kamu kan, tenang aja ada aku kok yang selalu ada di samping kamu," kata Arka yang membuat Sherin merasa sedikit tenang.


Entah sudah berapa kali semenjak bersahabat dengan Ara dan yang yang lainnya, Sherin di ajak bergabung dalam acara mewah seperti ini. Akan tetapi tetap saja Sherin masih merasa canggung, meskipun kali ini statusnya juga adalah sebagai pasangan Arka.


"Rio, buruan kasih tau dong ini dinner dalam rangka apa sih..?" Tanya Ara.


"Sok misterius banget sih," sambung Sarah.


"Lagi kebanyakan duit mungkin," sahut Bryan.


"Kalian tuh kenapa sih, bukannya seneng di traktir," kata Leo.


"Nah bener tu kata Leo," kata Beni.


"Bukannya gitu, memangnya kalian pada gak penasaran apa sama alasannya?" Tanya Ara.


"Udah jangan ribut, aku bakalan kasih tau kok tapi tunggu Arka dan Sherin dulu," kata Rio.


"Iya ya, mereka mana ya?" Tanya Cinta.


"Tau tuh, selalu aja telat," gerutu Sarah.


"Nah itu mereka," kata Ara sembari menunjuk dua sejoli yang sedang melangkahkan kaki kearah mereka.


Kini mereka berdua pun telah tiba di hadapan mereka.


"Wait! Kalian gandengan tangan, jangan-jangan kalian udah jadian ya...?" Tanya Ara.


Sherin yang merasa segan dan tidak pantas itu pun ingin melepaskan genggaman tangannya dari tangan Arka, akan tetapi dengan cepat Arka menggenggam erat kembali agar tidak terlepas.


"Ya tebakan Ara benar, aku sama Sherin memang udah jadian," ungkap Arka dengan bangga memamerkan wanitanya itu, sedangkan Sherin hanya tersenyum malu.


"Wah.... Congratulation ya," ucap Sarah sambil bertepuk tangan juga di ikuti oleh yang lain.


"Selamat ya Arka, Sherin, kalian gak jomblo lagi," ucap Ara.


"Iya, gerak cepat juga loe," kata Rio.


"Thank's ya Semua, ya dong keburu Sherin di ambil orang kalau lama-lama," kata Arka.


"Luar biasa sohib gue," kata Beni.


"Hm... Oke karena semua udah ngumpul, sekarang aku bakalan kasih tau kalian apa tujuan aku mengajak kalian ngumpul di sini pada malam ini," kata Rio.


"Apaan sih Yo, buat penasaran aja Loe," gerutu Bryan.

__ADS_1


"Aku ada kejutan buat kalian, dan kejutannya adalah........" Ucap Rio.


...****************...


__ADS_2