Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Pergi Dari Rumah


__ADS_3

Semua yang mendengar terkejut termasuk Bik Sri yang baru saja mengantar minuman kecuali Leo dan Rio.


"Ara, apa-apaan kamu ini . Kamu mau buat Papi malu...? " ucap Papi Ara dengan amarah nya.


"kenapa Pi.... ?apa salah Ara membuat keputusan sendiri, tolong hargai keputusan Ara" ucap Ara pula.


"kamu ini" Papi Ara berdiri dari tempat duduk nya dan hendak menampar Ara tetapi dengan sigap di tahan Oleh Rio.


"sabar Om, sebenar nya masalah ini sudah kita bahas kok berdua, Kita berdua yang udah putuskan untuk tidak melanjutkan pertunangan ini,kita udah gak cocok Om,kita berdua lebih nyaman jadi sahabat" jelas Rio membela Ara.


"Rio jadi kamu juga... ?" tanya Papa Rio.


"iya Pa" jawab Rio.


Kedua Orang tua Rio dan Ara tampak kecewa dengan keputusan anak mereka.


"Maaf Pak sebaik nya kami pulang dulu ya"pamit Papa Rio kepada Papi Ara.


"loh ayo kita makan malam dulu Pak, jeng" ajak Mami Ara kepada keluarga Rio.


"ayo Rio, Ma kita pulang " ajak Papa Rio kepada anak dan istri nya itu.


Setelah berpamitan, keluarga Rio pulang ke rumah mereka.


"ini semua gara-gara kamu Ara, untuk apa selama ini kalian menjalin hubungan kalau tiba-tiba bilang gak cocok" ucap Papi Ara.


"Sabar Pi" ucap Mami Ara menenangkan suami nya itu.


Ara tidak menjawab apa pun,dengan rasa kesal Ara keluar dari rumah.


"Ara mau kemana...? " tanya Mami.


"Ara mau pergi dari rumah ini,di rumah ini gak ada satupun orang yang mendukung keputusan Ara" jawab Ara.


"jangan sayang ini udah malam, kamu mau kemana...? " tanya Mami lagi.


"biar aja dia pergi Mi, tetapi jangan bawa mobil dan jangan bawa kartu kredit serta atm, itu semua fasilitas dari Papi " teriak Papi Ara.


Ara berbalik dan berjalan menghampiri orang tua nya.


" ini kunci mobil dan ini kartu kredit beserta atm, Ara gak butuh ini semua" ucap Ara dan menaruh barang-barang nya di atas meja termasuk juga dompet.


Lalu Ara keluar dari rumah nya bersama Leo.

__ADS_1


"Ara jangan tinggalin Mami... " teriak Mami menangis.


"udah Mi, dia juga gak akan bisa bertahan hidup di luar sana tanpa fasilitas dari Papi, entar pasti dia pulang" ucap Papi Ara dan menarik tangan istri nya.


Malam semakin larut, tetapi Ara belum juga pulang. Ara juga tidak membawa ponsel sehingga tidak ada yang bisa menghubungi nya.


"ini semua gara-gara Papi, kalau sampai Ara kenapa-kenapa Mami gak akan maafin Papi" ucap Mami Ara dengan penuh amarah.


"Ara itu gak bawa apa-apa Mi,dia pasti pergi gak jauh dari sini kok, dia pasti pulang.Gak mungkin dia bisa hidup di luar sana" ucap Papi Ara.


"justru karena Ara gak bawa apa-apa ,terus dia kenapa-kenapa gimana Pi..? mau beli makan aja pasti gak bisa " ucap Mami Ara khawatir.


"Mami tenang dulu ya, Papi mau telpon anak buah Papi dulu untuk mencari Ara" ucap Papi.


Mami hanya menangis dan tidak menjawab perkataan suami nya tersebut.


Lalu Mami Ara mengambil kunci mobil dan menuju pintu keluar rumah.


"Mami mau kemana Mi...? " tanya Papi Ara.


"Apa menurut Papi Mami akan diam aja disini, menunggu kabar yang gak pasti dari anak buah Papi itu hah...? Mami mau cari Ara " jawab Mami.


"oke, tapi sama Papi ya, ini udah malam " ucap Papi.


...


Sementara itu Ara dan Leo terus berjalan tanpa arah. Ara sama sekali tidak mempunyai uang karena dompet juga ia tinggalkan di rumah nya, hingga mereka menemukan sebuah kursi panjang di pinggir jalan untuk mereka beristirahat.


"Ra kamu yakin mau tidur disini...?bahkan kemah di atas bukit kemarin lebih baik dari ini aku gak tega apa lagi sekarang sayang" ucap Leo.


"gak papa kok Leo, aku yakin yang penting ada kamu selalu di dekat aku ,udah buat aku nyaman" jawab Ara.


"Ara aku minta maaf ya karena kehadiran aku udah buat kamu sengsara seperti ini, seandai nya waktu itu aku gak datang mengacaukan pertunangan kamu dan Rio, pasti semua gak akan terjadi seperti ini, pasti kamu udah hidup bahagia, pasti kamu...... " ucapan Leo terputus.


"hustt........ diam, aku mau tidur" ucap Ara yang tidak mau lagi mendengar ocehan Leo.


Leo terdiam dan duduk menemani Ara.


Saat itu juga lewat sepasang suami istri yang melihat Ara tidur di kursi tersebut.


"Ayah, coba kita menepi dulu deh kasian banget ada perempuan yang tidur di pinggir jalan seperti ini, mungkin dia lagi kesusahan" ucap Bu Risa kepada Suami nya Bapak Haris.


"iya Bun" jawab Pak Haris lalu menepikan mobil nya dan berhenti.

__ADS_1


Leo yang melihat kedua orang tersebut seperti mengingat sesuatu tetapi ia tidak bisa mengingat nya lebih jelas.


"Nak... " kata Bu Risa membangunkan Ara.


"siapa....? " tanya Ara ketakutan.


"Maaf kalau kami sudah buat kamu kaget ,tapi kamu jangan takut ya nak, kami orang baik-baik" kata Bu Risa lagi.


"Iya kebetulan kami lewat baru pulang dari rumah saudara, ini sudah jam setengah 12 malam,kamu ngapain tidur disini Nak..? " tanya Pak Haris .


"iya seperti nya kamu juga bukan gelandangan" ucap Bu Risa.


Bukan nya menjawab tetapi Ara malah menangis.


"Loh kenapa nangis...? " tanya Bu Risa dan mencoba memeluk Ara untuk menenangkan nya.


Ara tidak menolak pelukan Bu Risa melainkan ia merasa nyaman.


"Saya pergi dari rumah Pak, Buk" jawab Ara.


"kenapa...? biar kami antar kamu pulang ya" tawar Pak Haris.


" gak, lebih baik saya tidur disini jadi gelandangan" ucap Ara.


Tiba-tiba perut Ara berbunyi yang menandakan ia lapar. Pak Haris dan Bu Risa yang mendengar nya pun tersenyum.


"Sayang nama kamu siapa...? " tanya Bu Risa.


"Ara Buk" jawab Ara.


"sekarang gini aja, karena ini udah malam gak baik anak perempuan disini sendirian.Ara ikut aja ya Om dan Tante pulang. Kasian juga tu perut kamu lapar " ajak Bu Risa.


"tapi Buk.. " ucap Ara.


"kamu tenang aja kami bukan orang jahat kok" ucap Pak Haris pula.


"sayang ikut aja ya, aku yakin kok mereka ini orang baik, lagian ada aku kok yang akan jagain kamu" ucap Leo


"Ara.... yuk" ajak Bu Risa.


Ara mengangguk menyetujui nya dan masuk ke dalam mobil Pak Haris.


Setelah mobil Pak Haris meninggalkan tempat tersebut, Mami dan Papi Ara juga lewat di tempat yang sama tetapi mereka sama-sama tidak saling melihat.

__ADS_1


***


__ADS_2