Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_99


__ADS_3

"sayang dengerin penjelasan aku dulu dong"pinta Ara sambil mengikuti Leo.


"stop.. please jangan ganggu aku buat sekarang ini bisa gak. Aku mau fokus jaga Mami, sekarang ini aku juga buru-buru harus ke RS lagi"ucap Leo.


"iya tapi aku mau jelasin kalau cowok itu"ucapan Ara terpotong.


"stop Ara, aku bilang stop ya stop"bentak Leo.


Ara terdiam mendengar ucapan Leo.


"aku gak ada waktu buat dengerin penjelasan kamu, aku liat semua nya dengan mata kepala aku sendiri"ucap Leo .


Leo masuk ke kamar nya dan juga kamar Mami nya untuk mengambil pakaian ganti dan di bawa ke rumah sakit, Sementara Ara menunggu nya di ruang tamu.


"sayang aku ikut ya ke rumah sakit, biar aku aja yang bawa mobil"pinta Ara saat melihat Leo.


"gak usah dan gak perlu"tolak Leo.


"Leo please, aku cuma mau liat Tante Amara"ucap Ara.


"kenapa sih kamu itu ngeyel banget, aku bilang gak usah ya gak usah"bentak Leo lagi.


Leo bergegas meninggalkan Ara dan masuk ke dalam mobil nya.


Sementara Ara hanya bisa menangis menahan sakit karena bentakan dari Leo.


"maafin aku Ra"gumam Leo lalu melajukan mobil nya.


Ara pun pulang ke rumah nya dengan perasaan sedih.


...


tok.. tok.. tok... suara ketukan pintu kamar Ara.


"Ara... sayang.. kamu udah bangun, tumben belum turun sarapan..?"panggil Mami Ara.


Karena tidak ada jawaban dari Ara, Mami Ara masuk ke dalam dan melihat Ara yang masih terbaring di bawah selimut.


"sayang tumben belum bangun, memang nya kamu tidak kerja...?"tanya Mami Ara.


"gak enak badan Mi, izin dulu"jawab Ara.


Bu Maria mendekati dan memegang kening Ara.


"sayang, kamu panas sekali. Kita ke rumah sakit ya"ajak Mami Ara.


"gak usah Mi, minum obat aja dan istirahat di rumah"ucap Ara.


"tidak bisa begitu dong ,ke rumah sakit ya sekarang"ajak Mami Ara lagi.

__ADS_1


"duh badan Ara lemes banget Mi, mau jalan juga males"ungkap Ara.


"ya sudah Mami panggil Dokter keluarga saja ya. Kamu tidak boleh nolak"ucap Mami Ara.


"iya Mi terserah Mami aja"jawab Ara.


Lalu Bu Maria menghubungi Dokter keluarga, dan tidak lama kemudian Dokter pun sampai memeriksa dan memberi Ara obat.


"jangan khawatir ini hanya demam biasa kok, yang penting obat nya di minum, bawa istirahat,nanti akan cepat membaik"terang Dokter.


"syukurlah Dok, terimakasih banyak ya"ucap Mami Ara.


"sama-sama Buk"jawab Dokter.


"makasih ya Dok"ucap Ara pula.


"sama-sama Ara, saya pamit pulang dulu ya"ucap Dokter.


"iya Dok"jawab Ara dan Bu Maria.


"tu kan Ara juga bilang gak papa, Mami aja yang berlebihan"ucap Ara.


"sayang Mami hanya khawatir sama kamu. Ya sudah kamu istirahat ya ,Mami mau antar Dokter dulu ke bawah"ucap Mami Ara.


...


"besok kita pulang ke Jepang, Mas udah beli tiket nya"ucap Bram.


"enggak, kamu udah mau 1 bulan di sini. Kemon lah sayang, Mas banyak kerjaan"jelas Bram.


"kalau Mas banyak kerjaan ya Mas aja dong yang pulang gak usah ajak-ajak aku, lagian aku gak minta ya Mas jemput aku"ucap Irene.


"kamu masih mau di sini bukan karena masih kangen Ayah dan Bunda kamu tapi karena kamu tau mantan kamu masih hidup, kamu masih berharap kembali lagi sama dia, iya kan"ucap Bram.


"kamu ngomong apa sih Mas, jangan asal nuduh deh"bantah Irene.


"gak usah bohong kamu"teriak Bram.


"Mas jangan teriak-teriak dong, nanti Bunda dengar gimana"ucap Irene.


"maaf Bunda harus masuk ke kamar ini karena dengar kalian ribut-ribut, ada apa dengan kalian...?"tanya Bunda Irene.


"maaf Bunda, Bram cuma ajak Irene kembali ke Jepang besok .Tapi Irene nolak Bun"jawab Bram.


"jelas lah nolak, irene masih kangen sama Ayah dan Bunda"ucap Irene.


"Sayang, sebaiknya kamu ikut suami kamu pulang besok. Bram ke sini karena memang mau jemput kamu kan"ucap Bunda Irene.


"kenapa sih, Bunda gak suka ya Irene lama-lama di sini, Irene menyusahkan Bunda ya...?"tanya Irene.

__ADS_1


"bukan begitu sayang, tidak baik juga kamu ninggalin suami kamu sendiri berlama-lama"terang Bunda Irene.


"lagian Irene juga gak minta kok Mas Bram jemput, Irene bisa pulang sendiri tapi bukan besok"ucap Irene lagi.


"sayang, kita lagi banyak pelanggan. Ada satu Perusahaan lagi yang mau pakai katering resto kita, kamu kan harus tanda kontrak kerja sama nya"ungkap Bram.


"Oh ya Bagus dong usaha kalian semakin sukses"ucap Bunda Irene.


"iya Bunda maka dari itu kita harus segera pulang"terang Bram.


"Mas, di sana udah ada orang kepercayaan kita yang bisa urus restauran,kamu juga bisa kok ketemu klien tanpa aku, kenapa sekarang harus ribet kayak gini sih"ucap Irene.


"Irene kamu tidak boleh bicara meninggi seperti itu terhadap suami kamu, kamu itu harus nurut apa kata suami kamu"ucap Bunda Irene.


"oh sekarang Bunda juga lebih belain Mas Bram dari pada Irene, oke mending Irene pergi dari sini"ucap Irene dan keluar dari kamar nya.


"Irene bukan begitu maksud Bunda,tunggu Irene"ucap Bunda Irene.


"Bunda ,biar Bram aja yang kejar Irene"ucap Bram lalu bergegas mengejar Irene.


...


"Dika bagaimana kabar Mami kamu...?"tanya Papi Leo saat di rumah sakit.


"udah mulai membaik Pi, tapi Mami sekarang lagi tidur istirahat"jawab Leo.


"iya tidak apa-apa, biarkan saja Mami Istirahat dan kamu juga sebaik nya pulang istirahat, kamu harus tidur nyenyak malam ini"ucap Papi Leo.


"tapi Papi baru aja pulang dari Malaysia, Papi aja yang pulang istirahat ya"pinta Leo.


"no.. no.. Papi buru-buru pulang karena Papi mau jaga Mami dan gantian sama kamu"ungkap Papi Leo.


"terus pekerjaan Papi di sana gimana..?"tanya Leo.


"sudah beres ,sisa nya bisa di handle dari sini"jawab Papi Leo.


"oh gitu, maafin Leo ya Pi"ucap Leo.


"minta maaf untuk apa...?"tanya Papi Leo.


"karena Dika sakit, Papi jadi kerja banting tulang sendiri"terang Leo.


"itu memang sudah tugas Papi, yang penting kamu harus pulang sekarang dan istirahat agar kamu cepat sembuh dan bisa cepat bantu Papi di Kantor"ucap Papi Leo.


"iya Pi, ya udah Dika pulang dulu ya Pi. Baik-baik jaga Mami Pi"pamit Leo.


"iya,oh ya ini ada titipan kartu nama dan kata nya kamu harus segera menghubungi nya ketika kamu sudah menerima ini"ucap Papi Leo sambil menyerahkan kartu nama kepada Leo.


Leo mengambil kartu nama tersebut dari tangan Papi nya.

__ADS_1


"Karina Salsabila"gumam Leo membaca kartu nama tersebut.


***


__ADS_2