
"oh jadi bagi kalian berdua aku ini cuma wanita brengsek yang udah mainin hati kalian, iya...?"tanya Cinta berteriak.
"Cinta bisa gak kamu pelanin suara kamu, ini rumah sakit"ucap Arka.
"jawab pertanyaan aku Arka,apa menurut kamu hubungan kita selama ini gak ada artinya,apa perasaan sayang dan cinta kamu selama ini palsu,jawab"pinta Cinta berteriak lagi.
"iya kamu memang cewek brengsek yang udah mainin hati 2 orang sahabat,dan soal masa lalu aku hanya salah udah pernah mencintai kamu"teriak Arka pula.
Beni yang tidak tahan mendengar pertengkaran antara Arka dan Cinta segera keluar ruangan dan menarik tangan cinta lalu membawa nya keluar dari rumah sakit.
Arka yang merasa kesal membiarkan mereka berdua lalu masuk ke ruangan menjaga Papa nya.
"lepas, lepasin... "teriak Cinta.
Hingga tiba di luar rumah sakit barulah Beni melepaskan pegangan tangan nya dari tangan Cinta.
"pergi kamu dari sini ,jangan ganggu Arka dan Om Boby"usir Beni.
"memang kamu siapa berani usir aku,oh ya Beni aku liat kamu udah baikan sama Arka, kamu bisa kan bantuin aku buat balikan lagi sama Arka"pinta Cinta.
"jangan mimpi"ucap Beni.
Lalu Beni berjalan meninggalkan Cinta hendak masuk ke rs lagi.
"Beni, Ben.... tunggu Ben... "teriak Cinta.
Beni tidak menggubrisnya dan tetap berjalan.
"dasar cowok sialan, aku gak yakin kamu gak akan tergoda sama aku lagi,liat aja nanti"gerutu Cinta lalu ia pergi meninggalkan rumah sakit.
...
"hmm... nempel terus kayak perangko"Ara meledek Nadia dan Rio.
"bisa aja loe Nad"ucap Rio.
"tau nih Ara, syirik bilang"ucap Nadia.
"yeh siapa juga yang syirik, tumben banget pulang kerja kalian langsung kesini, ada apa..?"tanya Ara.
"tanya Nadia, aku sih cuma supir"ungkap Rio.
"oh supir nya toh, ha.. ha.. ha.. "ledek Ara.
"Ara... kita kesini niatnya baik tau"ucap Nadia.
"niat baik apa...?"tanya Ara.
__ADS_1
"kita mau semangatin kamu, besok kan udah hari H nya, gimana pasti kami deg-degan kan.?"tanya Nadia.
"hm.... kayak nya biasa aja deh"jawab Ara.
"kalau sekarang belum ngerasa deg-degan, entar malam pasti udah kerasa, atau besok di saat para tamu undangan udah pada datang"ucap Nadia.
"emang nya iya ya...?"tanya Ara.
"iya Ra, kamu pasti rasain kok nanti"jawab Nadia.
"hm gak tau deh, tapi aku coba bawa santai aja. Toh ini kan baru tunangan bukan nikah"terang Ara.
"gak usah sok santai Ra, nanti kamu juga bakalan rasain kok yang Nadia maksud"ucap Rio.
"iya.. iya... ya udah di minum dulu tu air nya"ucap Ara.
"makasih Ra"ucap Nadia lalu Rio.
"iya sama-sama"jawab Ara.
"Ra tapi serius deh apa yang di bilang Nadia tadi"ucap Rio.
"apa nya yang serius...?"tanya Ara.
"ya sekarang ini kan kamu belum merasakan apa-apa, besok pasti kamu akan merasakan jantung berdebar seperti benderang mau perang"jawab Rio.
"ha.. ha.. ha.. "tawa Rio.
"nah tu kan Ra ,Rio aja bilang gitu.Kita udah pengalaman Ra"ucap Nadia.
"kalau kamu kan emang pas tau Rio yang bakalan tunangan sama kamu langsung deh tu jantung berdetak nya dua kali lebih cepat"ungkap Ara.
"he..he..he..iya sih karena situasi nya menegangkan"ungkap Nadia nyengir.
"kalau aku Ra awal nya gak terlalu deg-degan,tapi pas hari H keringat dingin Ra rasanya"ungkap Rio.
"apaan sih kalian udah ah,kita liat aja besok gimana"ucap Ara.
"hm...ya udah kalau gak percaya"gerutu Rio.
...
"Arka"panggil Pak Boby.
Arka tertidur di samping Papa nya sambil memegang tangan.
"Arka"panggil Pak Boby lagi.
__ADS_1
"hm..iya Pa"jawab Arka yang baru tersadar dari mimpinya.
"pasti kamu lelah kan jaga Papa...?"tanya Papa Arka.
"Papa udah bangun, akhir nya setelah 2 hari koma Papa sadar juga, Papa gak boleh ngomong gitu Pa, Arka sama sekali gak capek Pa"ucap Arka.
"Arka maafin Papa ya"ucap Papa Arka bersedih.
"Arka yang harusnya minta maaf sama Papa, Arka panggil Dokter dulu ya Pa"ucap Arka lalu pergi memanggil Dokter.
Tidak lama kemudian, Dokter telah selesai memeriksa Pak Boby dan Arka menghampirinya.
"bagaimana keadaan Papa Dok..?"tanya Arka.
"Alhamdulillah Mas keadaan Pak Boby sudah mulai membaik, hanya perlu istirahat saja beberapa hari lagi akan pulih, akan tetapi kesehatannya harus tetap di jaga, tidak boleh banyak pikiran apa lagi stress"jawab Dokter.
"syukur lah, baik Dok saya pasti akan jaga Papa saya agar terhindar dari stress"ucap Arka.
"kamu anak yang baik, saya tinggal dulu ya Mas"ucap Dokter.
"terima kasih banyak ya Dok"ucap Arka.
"sama-sama Mas"jawab Dokter lalu keluar dari ruang rawat inap Pak Boby.
Arka tersenyum menghampiri Papa nya.
"harusnya Papa tidak melakukan ini semua ke kamu"ucap Papa Arka.
"Hust... Pa udah ya, mumpung masih jam 8 Papa makan malam dulu terus minum obat"ucap Arka.
"kamu tidak makan...?"tanya Papa Arka.
"itu dia Pa, dari jam 7 tadi si Beni kata nya cari makan tapi belum balik sampai Arka ketiduran"jawab Arka.
"Beni"ucap Papa Arka.
"iya Pa, kita udah baikan.Beni udah sadar Pa kalau Cinta itu bukan cewek baik,selain udah menghianati Arka,Cinta juga cuma jadikan Beni pelampiasan aja Pa"jelas Arka.
"oh begitu, syukurlah akhirnya kamu bisa berbaikan sama sahabat kamu, Papa tahu kok sebenar nya kamu selama ini menyimpan kesedihan, kamu kehilangan sahabat dan pacar kamu, Papa tahu walaupun kamu suka kasar sama Beni tapi kamu begitu peduli, bahkan diam-diam kamu bayarin uang sekolah adik nya padahal kalian lagi berantem.Bukan mengerti keadaan kamu tapi Papa malah maksa kamu buat tunangan sama Nadia. Kamu juga ketemu sama sahabat kecil kamu yang sudah lama kamu suka dan kamu menyukai nya kembali, tapi ternyata dia sudah punya kekasih.Papa lega kamu bisa melewati ini semua, dengan kamu berbaikan sama Beni, paling tidak kamu jadi punya teman curhat dan seru-seruan lagi kan"ucap Papa Arka.
"Papa tau itu semua...?"tanya Arka.
"iya Arka, Papa tahu semuanya. Tapi bukannya membantu kamu,Papa malah menambahkan beban masalah buat kamu.Papa sadar Papa salah, maafin Papa ya"ucap Papa Arka.
"Pa udah lah, Arka baik-baik aja kok"ungkap Arka lalu memeluk Papa nya.
Beni yang tidak sengaja mendengar percakapan Arka dan Pak Boby merasa sangat sedih juga merasa bersalah.
__ADS_1
***