
Seminggu telah berlalu, kini sudah tiba harinya perusahaan Ara akan diresmikan. Para Pengusaha dan rekan bisnis baik muda maupun tua, sanak keluarga, saudara maupun teman dekat telah diundang untuk meramaikan peresmian Perusahaan Caitlin Desainer milik Ara itu. Nama Caitlin sendiri diambil dari nama belakang Arabella Caitlin.
"Terimakasih untuk semua yang telah hadir, kini Perusahaan Caitlin Desainer milik anak Saya Ara secara sah telah diresmikan," sepenggal kata sambutan awal yang dilontarkan oleh pak Jackson yang merupakan Papi-nya Ara.
Lalu Ara beserta kedua orang tuanya pun bersama-sama memegang gunting dan memotong tali pita. Tepuk tangan meriah terdengar saat tali pita tersebut telah terputus, ucapan selamat juga satu persatu berdatangan, pujian juga terdengar untuk Ara yang sangat luar biasa di mata mereka.
Setelah bu Maria, kini tiba saatnya giliran Ara memberi sepatah dua patah kata untuk para tamu yang telah hadir.
"Terimakasih untuk semua yang telah hadir di sini, yang telah memberikan selamat dan juga dukungan buat saya. Jujur, saya sangat terharu dan tidak menyangka jika hari ini benar-benar terjadi, ini semua tidak luput dari kerja keras saya selama ini yang akhirnya terbayar. Tidak bisa dipungkiri juga berkat orang-orang terdekat yang selalu mendukung saya dari nol sampai saat ini yaitu kedua orang tua saya, makasih ya Mami Papi karena didikan dari kalian lah Ara bisa menjadi seperti ini, Ara sayang banget sama Mami dan Papi," ucap Ara sembari menatap kedua orang tuanya dengan mata yang berkaca-kaca.
Bu Maria dan pak Jackson juga sangat terharu mendengar ucapan anaknya itu, lalu mereka berdua naik ke atas panggung dan langsung saja memeluk Ara.
Plok … plok … plok … tepuk tangan terdengar kembali dari para tamu yang hadir, beberapa dari mereka juga ada yang mengeluarkan air mata karena sangat terharu melihat keharmonisan keluarga itu. Leo dan para sahabatnya juga ikut terharu bahagia melihat apa yang terjadi di depan mata mereka.
Setelah berpelukan sebentar, kini kedua orang tua Ara itupun menemaninya berdiri di atas panggung.
"Terimakasih juga buat Om Haris, Om Ardi yang udah percaya menaruh sahamnya di perusahaan ini, buat Tante Amara, Tante Risa, Tante Jasmine, buat teman-teman terdekat dan sahabat aku, sarah, Nadia. Nadia meskipun sekarang kamu gak ada di sini, aku harap kamu senang melihat aku dari Surga, makasih ya Nad karena kamu udah dukung aku selama ini," ucap Ara dengan air matanya yang bercucuran, Bu Maria lagi-lagi memeluk Ara untuk menenangkannya.
__ADS_1
Setelah tenang, Ara pun melanjutkan ucapan yang tadi belum selesai.
"Buat Rio, Arka, Bryan, Sherin, Beni, Cinta, Seno, Amira, makasih juga atas dukungan dan bantuan kalian selama ini, tanpa kalian saya bukanlah siapa-siapa dan belum tentu hari ini akan ada. Dan yang terakhir dan juga paling spesial selain kedua orang saya, ucapan terimakasih ini saya lontarkan untuk tunangan saya, calon suami yang sangat saya cintai yaitu Leo. Makasih banyak ya Sayang karena kamu selalu ada di samping aku dan selalu mendukung apapun yang menjadi keputusan aku. Kamu juga udah sabar dan selalu setia nungguin aku, maaf kalau gara-gara ambisi aku ini telah membuat pernikahan kita jadi tertunda. Tapi sesuai janji aku, setelah peresmian perusahaan aku, kita akan bahas masalah pernikahan kita," ucap Ara sembari menatap Leo dan tersenyum.
Leo berjalan mendekati Ara dengan senyuman yang mengambang di bibirnya, ia juga membawa buket besar berisi ratusan mawar merah, bak seorang pangeran yang hendak menghampiri permaisuri hatinya. Setelah tiba di atas panggung, Leo langsung memberikan buket mawar merah itu kepada Ara dan diterima oleh Ara dengan sangat senang. Karena buket itu sangat berat, pak Jackson pun membantu Ara untuk memegangnya. Lalu Ara dan Leo berpelukan erat dengan perasaan yang sangat bahagia. Semua orang yang melihat mereka berdua pun ikut merasakan bahagia.
...
Malam harinya, Ara sedang bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Leo dan kedua orang tuanya. Sesuai kesepakatan malam setelah peresmian perusahaan, maka antara kedua keluarga itu akan membahas hari H pernikahan Ara dan Leo.
Saat ini, Leo tidak henti-hentinya memandang Ara yang sangat cantik menggunakan gaun berwarna biru dongker senada dengan warna gaun yang digunakan oleh bu Maria dan bu Amara. Rambutnya yang lurus terurai dengan jepit rambut yang menghiasi rambut indahnya itu membuat Ara begitu mempesona. Sedangkan Leo, pak Jackson dan pak Ardi menggunakan setelan kemeja dan jas yang membuat Leo terlihat sangat tamban dan berwibawa.
"Jadi begini Ara, Leo, kami para orang tua udah berdiskusi dan menemukan hari baik pernikahan kalian berdua itu adalah satu bulan lagi, yaitu tanggal 12 bulan 12, selain hari baik, tanggal cantik juga kan," kata bu Maria. Memang masalah tanggal baik sudah diserahkan kepada Nyonya di keluarga mereka. sedangkan bapak-bapak hanya ikut saja, mereka yakin pilihan itu adalah pilihan yang terbaik.
"Apa? Satu bulan?" Tanya Ara dan Leo secara bersamaan, mereka berdua tampak syok mendengar keputusan itu.
"Leo, Ara, kenapa kalian terlihat begitu terkejut? Bukannya lebih cepat itu lebih baik ya, kalian mau menundanya sampai kapan lagi?" Tanya bu Maria.
__ADS_1
Ara dan Leo saling berpandangan, sebenarnya bukan maksud mereka juga untuk menundanya.
"maaf Mami, Papi, Tante Amara dan Om Ardi, kami berdua sama sekali gak bermaksud untuk menunda pernikahan lagi kok, hanya dalam satu bulan kedepan Ara dan Leo itu banyak kerjaan, apalagi untuk perusahaan Ara yang baru berjalan. Kami berdua takut gak bisa ngurusin untuk pernikahan kami," ucap Ara.
"Oh ... soal itu, kalian tenang aja ya, masalah ini kalian serahkan aja aja sama Mami dam Tante Amara," ucap bu Maria tersenyum.
"Iya benar sekali, paling adalah saatnya kalian menyempatkan diri untuk foto prewedding dan fitting baju pengantin. Selebihnya kalian bisa tetap fokus untuk bekerja" ucap bu Amara.
"Tapi ingat kalian harus tetap istirahat yang cukup, terus minimal satu Minggu sebelum hari H, Ara gak boleh lagi pergi ke kantor, sedangkan untuk Leo itu minimal tiga hari sebelum hari H pernikahan kalian," ucap bu Maria lagi.
"Iya Tante," jawab Leo tanpa protes apapun.
Berbeda dengan Ara yang selalu bertanya dan banyak ingin tahunya.
"Tapi kenapa Mi? Kenapa lama banget sampai satu Minggu?" Tanya Ara.
...****************...
__ADS_1