Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bertemu Orang Baik


__ADS_3

"Nah Ara, ini rumah Om dan Tante " kata Bu Risa ketika mereka sudah sampai di Perumahan Elite Pondok Gede.


"Ayo masuk" ajak Pak Haris.


"em" ucap Raina mengangguk.


Ara dan Leo mengikuti Bu Risa dan Pak Haris masuk ke dalam rumah nya.


"Ara silahkan duduk dulu ya" ucap Bu Risa.


"terima kasih Tante" ucap Ara.


"iya sama-sama, Tante tinggal sebentar ya" ucap Bu Risa pula.


Ara duduk di ruang tamu di temani oleh Leo dan Pak Haris,sementara itu Bu Risa meninggalkan mereka .Tidak lama kemudian Bu Risa sudah kembali di hadapan mereka lagi.


"maaf ya Ara, karena Mbak Lastri pembantu Tante udah tidur jadi Tante siapin makan dulu buat kamu, ini kan udah malam banget, ayo kamu makan dulu ya, setelah itu kamu bersih-bersih ganti baju dan tidur" perintah Bu Risa.


"makasih Tante, Om. Ara jadi ngerepotin kalian seperti ini" ucap Ara.


"gak ada yang repotin kok, malahan kami seneng ada kamu di sini, iya kan yah...? " jelas Bu Rissa dan bertanya kepada suami nya.


"iya Ara bener yang di bilang istri saya, oh ya ngomong-ngomong nama saya Haris dan Istri saya Risa" ucap Pak Haris memperkenalkan diri.


"oh iya maaf Ara lupa dari tadi mau tanya" ucap Ara.


"udah ah, yuk sayang. Entar makin malam lho, kamu harus istirahat" ajak Bu Risa dan mereka menuju ruang makan.


"Ara kamu makan dulu ya, Tante mau siapin kamar dan baju buat kamu, kebetulan ada baju anak perempuan tante yang sekarang tinggal di luar negeri ikut suami nya" ucap Bu Risa.


"gak usah repot-repot Tante biar Ara aja entar yang siapin " pinta Ara.


"udah ya, kamu makan aja " perintah Bu Risa lalu pergi menyiapkan kamar untuk Ara.


Setelah selesai makan Ara pun masuk ke kamar yang telah di siapkan oleh Bu Risa dan beristirahat.


"Leo, kamu kenapa dari tadi diam aja" tanya Ara kepada Leo.


"aku gak tau kenapa,seperti nya aku mengenal Bu Risa dan Pak Haris, aku juga gak asing sama rumah ini. Tapi aku gak bisa mengingat semua dengan jelas, aku kesal Ra " ungkap Leo.

__ADS_1


"apa....? jadi itu yang kamu rasain ,mungkin ini semua adalah bagian dari perjalanan ketika kamu masih hidup Leo. Kamu tenang aja ya aku pasti akan cari tahu" ucap Ara.


"em makasih ya Ra" ucap Leo.


"sama-sama Leo" jawab Ara .


...


"Mi, Mami udah bangun....? " tanya Papi Ara d kamar nya.


Mami Ara tidak menjawab, ia terus berdiri di depan jendela melihat keluar berharap kepulangan Ara.


"Mi, Mami gak tidur ya tadi malam? sekarang Mami istirahat ya" tanya Papi karena melihat wajah istri nya yang pucat karena tidak tidur malam.


Mami membalikkan tubuh nya ke arah Papi.


"tidur....? istirahat...? hanya kamu yang bisa tenang, sementara kamu gak tau anak kamu lagi dimana sekarang, siapa tahu dia lagi kesusahan atau di culik orang, kita harus lapor ke polisi" ucap Mami Ara.


"gak bisa Mi belum 2x24 jam" bantah Papi Ara.


"tapi Ara belum pulang Pi dan ini semua gara-gara Papi" ucap Mami Ara lagi.


"maafin Papi Mi, Papi juga gak tau kalau akan seperti ini" ucap Papi .


Papi Ara hanya tertunduk diam menyesal dan tidak mengejar istri nya.


..


Tepat pukul 9 pagi Ara baru bangun tidur, sementara Leo sudah tidak ada di samping nya.


"kebiasaan deh hantu, selalu aja pergi gak pamitan" gumam Ara.


"Hah jam 9 " Ara terkejut melihat jam di ponsel nya lalu buru-buru mandi dan mencari Bu Risa.


Ara melihat Bu Risa dan Pembantu nya ada di dapur.


"Pagi Ara,udah bangun ya...?" sapa Bu Risa yang melihat Ara menghampiri nya.


"Pagi Tante, maaf ya Risa kesiangan" ucap Ara pula.

__ADS_1


"no problem sayang, gimana tidur nya tadi malam...? nyenyak kan...?" tanya Bu Risa.


"nyenyak banget Tan, kalau gak ya gak mungkin lah aku kesiangan, hahaha" jawab Ara tertawa.


"hahaha iya juga ya, bisa aja kamu" ucap Bu Risa dan ikut tertawa.


"oya mbak Lastri, ini Ara yang saya ceritain tadi dan Ara ini Mbak Lastri" ucap Bu Risa memperkenalkan mereka.


"Halo Mbak ,aku Ara " sapa Ara kepada Mbak Lastri.


"Halo juga Non, saya Lastri pembantu disini Non" ucap Mbak Lastri membalas Ara.


"Ara kita sarapan bareng yuk" ajak Bu Risa.


"iya Tante" jawab Ara dan mereka sarapan bersama.


Setelah sarapan, Ara dan Bu Risa duduk di ruang keluarga untuk menonton TV dan berbincang-bincang.


"Tante,itu anak Tante ya " tanya Ara saat melihat foto keluarga di ruangan tersebut.


"Iya Ra yang perempuan itu anak Tante satu-satu nya nama nya Irene dan yang laki-laki itu menantu Tante suami nya Irene nama nya Bram" jelas Bu Risa.


"lalu sekarang Kak Irene pergi keluar Negeri tinggalin Tante... ?" tanya Ara lagi.


"Iya Ra, tapi itu semua demi kebaikan Irene" ucap Bu Risa.


"maksud nya kebaikan apa Tante....?" tanya Ara yang semakin penasaran.


Bu Risa menunduk dan sedih. Ara yang melihat hal tesebut merasa bersalah dan meminta maaf kepada Bu Risa.


"Tante, maafin Ara ya ,Ara gak bermaksud mau tahu urusan keluarga Tante. Gak usah di jawab gak apa kok Tan" ucap Ara.


"gak apa kok sayang,Tante akan cerita sama kamu. Sebenarnya Irene itu dulu nya sudah bertunangan dengan seorang Pria ,bukan Bram tetapi pria yang sudah berpacaran dengan Irene sejak masuk kuliah sampai akhir nya mereka lulus dan bekerja.Kira-kira 1 tahun mereka berpacaran dan memutuskan untuk tunangan,tapi tidak lama setelah bertunangan,Irene dan tunangan nya mengalami kecelakaan saat Irene pulang kerja" Bu Risa menghentikan cerita nya karena mulai menangis.


"Tante udah gak usah di lanjutin" ucap Ara mengusap pundak Bu Risa.


"Tante gak papa kok Ra, akibat dari kecelakaan itu Irene mengalami luka-luka tetapi masih bisa selamat dan memerlukan waktu satu bulan untuk pemulihan, sementara tunangan nya mengalami pendarahan otak, dia koma sudah di operasi di sini tetapi gagal, akhirnya keluarga nya membawa tunangan Irene tersebut ke luar negeri dan tidak memperbolehkan Irene bertemu dengan nya lagi" lanjut Bu Risa.


"loh kenapa Tante...? " tanya Ara.

__ADS_1


"karena menurut orang tua nya, Irene yang menyebabkan kecelakaan itu, kalau saja Pria itu tidak menjemput Irene yang bekerja lembur malam itu pasti tidak akan terjadi kecelakaan.Karena pada malam itu kondisi tunangan Irene sedang tidak stabil tetapi tetap nekat untuk menjemput Irene"jelas Bu Risa dengan isak tangisnya yang semakin menjadi.


***


__ADS_2